Selain Bikin Kue Ini 6 Manfaat Baking Soda yang Lain

/ Desember 17, 2017
Assalamu'alaikum....

Ada yang tau soda kue? Yang "markas"nya di dapur pasti tau donk. Bukan, bukan karena sering nongkrongin meja makan dan menghabiskan makanan di atasnya, tapi yang bener-bener menjadikan dapur sebagai markasnya, tempat eksperimen dari bakat terpendamnya atau sekedar rajin masak demi keutuhan dompet suami. Soda kue cukup sering didengar oleh kalian, bukan?

Soda kue atau baking soda atau bahasa kimianya natrium bikarbonat adalah salah satu bahan tambahan makanan yang berfungsi sebagai pengembang. Bentuknya kristal serbuk berwarna putih halus. Ketika bereaksi soda kue akan membentuk gelembung gas karbondioksida yang membuat kue atau roti mengembang.
Baking soda ga melulu tentang baking

Panganan jenis apa yang biasanya pake tambahan soda kue? Banyak, misalnya terang bulan, pancake, onde-onde ketawa, bolu, bahkan beberapa resep bakso juga menambahkan soda kue dengan tujuan apalagi kalo bukan untuk mengembangkan bakso supaya ukurannya lebih besar.

Tapi, ternyata soda kue ga melulu tentang kue loh. Bahkan saya sendiri selalu siap bahan yang biasa disingkat biknat ini di dapur tapi untuk tujuan selain bikin kue. Iya, saya jaraaang banget menambahkan soda kue ke makanan saya, kaya bolu atau bakso atau terang bulan. Soalnya suami kurang suka karena ada rasa-rasa "obat" nya di kue. Entah saya yang kebanyakan takarannya sehingga kerasa banget atau sudah kebiasaan lidah orang rumah makan bolu ga pake tambahan apa-apa, cuma mengandalkan kocokan maksimal telur dan gula berpadu tepung. Bisa ngembang? Bisa donk, intinya kocokan telur dan bolu mengembang apik ditambah tepung yang sesuai takaran, insya Alloh bolunya ga akan bantet.

Lah trus ga dipake buat bikin kue koq soda kue standby di dapur?

Iyaah, karena saya pakenya buat yang lain.  Buat apa aja? Cuss lah simak di bawah ya

1. Pengganti peeling wajah

Struktur baking soda yang berupa butiran halus membuat dia bisa dijadikan peeling wajah. Hanya saja karena sifat bahan ini yang sangat alkali (pH mencapai 9) tidak dianjurkan untuk keseringan dipakai. Biasanya saya pakai peeling baking soda dengan campuran VCO alias minyak kelapa murni. Selain sebagai pelumas agar butiran baking soda tidak mengiritasi kulit (FYI, bagi sebagian orang berkulit sensitif penggunaan baking soda sebaiknya dihindari), VCO bisa juga menutrisi kulit wajah membuatnya lembab, elastis, dan cerah. VCO juga sangat bagus untuk diminum loh. Mungkin saya akan bahas di tulisan lain.
VCO + baking soda

Baca juga: DIY peeling wajah


2. Membuat larutan alkali untuk detoksifikasi

Karena sifat baking soda yang alkali maka mencampurkannya dengan air berarti membuat larutan alkali. Makanan yang tidak sehat dan polusi udara membuat tubuh menjadi asam. Lingkungan asam membuat kuman penyakit cepat berkembang biak dan kabar buruknya sel-sel kanker yang notabene dimiliki oleh semua manusia akan menjadi lebih aktif dalam kondisi asam. Maka, tidak heran sekarang banyak orang mulai mengonsumsi minuman alkali baik dalam kemasan botol (biasanya dijual lewat marketing MLM) atau galon isi ulang seperti Kan-gen water. Siapa saja yang pernah membelinya pasti setuju kalau air alkali ini mahal, 7x lipat di atas air mineral biasa. Padahal dengan modal murah kita juga bisa membuat air alkali sendiri.

Mau buat di rumah? Cukup sediakan 1 gelas air dicampur dengan 1 sdt baking soda. Rasanya mirip-mirip air zam-zam, ya itulah air alkali. Reaksi detoks atau pengeluaran racunnya macam-macam, kalo saya sendiri rekasinya sakit perut melilit berakhir dengan diare (berarti ada masalah usus) dan gatal-gatal kulit (sepertinya darah kotor karena hampir 3 tahun terakhir ga mengalami siklus bulanan lagi). Oya, kalau ingin membuat air alkali usahakan pakai baking soda yang pure, 100%, tanpa ada zat anti kempalnya.

3. Memutihkan gigi

Saya sih belum nyoba tapi pernah jalan-jalan ke blognya Hatta Sani yang beauty blogger Bali (kayaknya dia keracunan Lintang juga suka bebikinan DIY skincare). Si dia menguji giginya sendiri dengan menggunakan baking soda + jeruk nipis. Dioles untuk kemudian didiamkan 5 menit, lumayan kalo liat hasilnya yah. Hanya saja ini ga bisa dipraktekkan terlalu sering karena akan mengikis email gigi dan akibatnya gigi menjadi lebih sensitif dengan makanan panas atau dingin.
Sumber: hatta-shani.com

4. Sebagai bahan eksperimen dengan anak

Wah, ini alasan utama saya selalu sedia baking soda. Bermain dengan baking soda selalu seru karena reaksinya yang ala-ala magic, hihihi. Seseruan main dengan baking soda sudah pernah saya tulis ya, di sana lengkap koq penjelasannya.

Baca juga: DIY mainan anak


5. Menghilangkan noda membandel pada peralatan dapur

Ini masalah lazim di dunia persilatan ya kan, Bu? Hahaha.... Walaupun udah ga pakai kompor minyak apalagi kayu bakar, noda di pantat panci tetap sebuah keniscayaan (((niscaya))). Apalagi kalau ibu-ibunya macam saya yang ngerjain kerjaan RT maunya cepat selesai, gosok panci yang sampai bersih tanpa noda bekas kebakar api rasa-rasanya hampir mustahil dengan anak yang kapan saja bisa mengeluarkan rengekannya kala dirinya merasa si ibu kelamaan di dapur. Jadi, ada kalanya saya sisihkan waktu untuk membersihkan tampilan "menggemaskan" dari peralatan dapur saya. Kalau dengan sabun dan sikat kawat tetap kurang bersih maka saya minta bantuan baking soda untuk menanganinya. Caranya? Tinggal ditabur pada bagian yang mau dieksekusi (basahi dulu permukaannya), diamkan beberapa lama (kalau bandel semalaman), gosok sebentar lalu bilas deh.

6.  Menghilangkan bau badan

Nah, ini dia khasiat baking soda yang juga sudah teruji dengan saya, menghilangkan ketek, eh baunya aja maksudnya. FYI, saya masuk tim anti deodorant macam Re**na dan sebangsanya. Ga tau ya risih aja, basah-basah gitu keteknya. Pernah dengar penelitian tentang pemicu kanker payudara? Konon katanya penyebabnya adalah paraben yang sering ada di deodorant yang masuk ke dalam sel-sel tubuh (karena payudara dekat jadi ke sana efeknya) dan mengaktifkan sel-sel kanker. Tapi katanya lagi itu belum bisa diterima mutlak karena masih belum kuat hasilnya. Apapun itu saya tetap ga suka pakai deodoran karena ya itu tadi, r-i-s-i-h.

Jadi, saya mencari alternatif lain. Pernah mencoba produk dari Nasa yang bentuknya bulat hijau keras, katanya terbuat dari mineral alam dan herbal. Bagus sih, jadi ga bau kitanya, bener-bener ga bau sama sekali keteknya. Tapi di saya jadi iritasi, huhu. Padahal bagus ih, ga basah dan ga lengket.
Mas, mas, jangan tingi-tinggi donk 

Akhirnya saya pakai apa coba tebak?? Baking soda, temaan! Pakainya cukup ditaburkan di tangan sedikit aja, usapkan deh ke si keti. Dijamin hilang baunya 2 hari 2 malam, hihihi. Lagi-lagi ini masalahnya dengan sifatnya yang alkali atau basa. Ketiak adalah bagian tubuh yang terlipat sehingga keringat sering terjebak di sana dan menjadikan lingkungan asam yang disukai bakteri penyebab bau badan. Jadi, dengan menempatkan baking soda di sana keti menjadi basa dan bakterinya minggat.

Itulah, 6 manfaat baking soda dalam keseharian kita. Satu bahan tapi faedahnya kemana-mana. Coba sendiri di rumah, yuk!




Assalamu'alaikum....

Ada yang tau soda kue? Yang "markas"nya di dapur pasti tau donk. Bukan, bukan karena sering nongkrongin meja makan dan menghabiskan makanan di atasnya, tapi yang bener-bener menjadikan dapur sebagai markasnya, tempat eksperimen dari bakat terpendamnya atau sekedar rajin masak demi keutuhan dompet suami. Soda kue cukup sering didengar oleh kalian, bukan?

Soda kue atau baking soda atau bahasa kimianya natrium bikarbonat adalah salah satu bahan tambahan makanan yang berfungsi sebagai pengembang. Bentuknya kristal serbuk berwarna putih halus. Ketika bereaksi soda kue akan membentuk gelembung gas karbondioksida yang membuat kue atau roti mengembang.
Baking soda ga melulu tentang baking

Panganan jenis apa yang biasanya pake tambahan soda kue? Banyak, misalnya terang bulan, pancake, onde-onde ketawa, bolu, bahkan beberapa resep bakso juga menambahkan soda kue dengan tujuan apalagi kalo bukan untuk mengembangkan bakso supaya ukurannya lebih besar.

Tapi, ternyata soda kue ga melulu tentang kue loh. Bahkan saya sendiri selalu siap bahan yang biasa disingkat biknat ini di dapur tapi untuk tujuan selain bikin kue. Iya, saya jaraaang banget menambahkan soda kue ke makanan saya, kaya bolu atau bakso atau terang bulan. Soalnya suami kurang suka karena ada rasa-rasa "obat" nya di kue. Entah saya yang kebanyakan takarannya sehingga kerasa banget atau sudah kebiasaan lidah orang rumah makan bolu ga pake tambahan apa-apa, cuma mengandalkan kocokan maksimal telur dan gula berpadu tepung. Bisa ngembang? Bisa donk, intinya kocokan telur dan bolu mengembang apik ditambah tepung yang sesuai takaran, insya Alloh bolunya ga akan bantet.

Lah trus ga dipake buat bikin kue koq soda kue standby di dapur?

Iyaah, karena saya pakenya buat yang lain.  Buat apa aja? Cuss lah simak di bawah ya

1. Pengganti peeling wajah

Struktur baking soda yang berupa butiran halus membuat dia bisa dijadikan peeling wajah. Hanya saja karena sifat bahan ini yang sangat alkali (pH mencapai 9) tidak dianjurkan untuk keseringan dipakai. Biasanya saya pakai peeling baking soda dengan campuran VCO alias minyak kelapa murni. Selain sebagai pelumas agar butiran baking soda tidak mengiritasi kulit (FYI, bagi sebagian orang berkulit sensitif penggunaan baking soda sebaiknya dihindari), VCO bisa juga menutrisi kulit wajah membuatnya lembab, elastis, dan cerah. VCO juga sangat bagus untuk diminum loh. Mungkin saya akan bahas di tulisan lain.
VCO + baking soda

Baca juga: DIY peeling wajah


2. Membuat larutan alkali untuk detoksifikasi

Karena sifat baking soda yang alkali maka mencampurkannya dengan air berarti membuat larutan alkali. Makanan yang tidak sehat dan polusi udara membuat tubuh menjadi asam. Lingkungan asam membuat kuman penyakit cepat berkembang biak dan kabar buruknya sel-sel kanker yang notabene dimiliki oleh semua manusia akan menjadi lebih aktif dalam kondisi asam. Maka, tidak heran sekarang banyak orang mulai mengonsumsi minuman alkali baik dalam kemasan botol (biasanya dijual lewat marketing MLM) atau galon isi ulang seperti Kan-gen water. Siapa saja yang pernah membelinya pasti setuju kalau air alkali ini mahal, 7x lipat di atas air mineral biasa. Padahal dengan modal murah kita juga bisa membuat air alkali sendiri.

Mau buat di rumah? Cukup sediakan 1 gelas air dicampur dengan 1 sdt baking soda. Rasanya mirip-mirip air zam-zam, ya itulah air alkali. Reaksi detoks atau pengeluaran racunnya macam-macam, kalo saya sendiri rekasinya sakit perut melilit berakhir dengan diare (berarti ada masalah usus) dan gatal-gatal kulit (sepertinya darah kotor karena hampir 3 tahun terakhir ga mengalami siklus bulanan lagi). Oya, kalau ingin membuat air alkali usahakan pakai baking soda yang pure, 100%, tanpa ada zat anti kempalnya.

3. Memutihkan gigi

Saya sih belum nyoba tapi pernah jalan-jalan ke blognya Hatta Sani yang beauty blogger Bali (kayaknya dia keracunan Lintang juga suka bebikinan DIY skincare). Si dia menguji giginya sendiri dengan menggunakan baking soda + jeruk nipis. Dioles untuk kemudian didiamkan 5 menit, lumayan kalo liat hasilnya yah. Hanya saja ini ga bisa dipraktekkan terlalu sering karena akan mengikis email gigi dan akibatnya gigi menjadi lebih sensitif dengan makanan panas atau dingin.
Sumber: hatta-shani.com

4. Sebagai bahan eksperimen dengan anak

Wah, ini alasan utama saya selalu sedia baking soda. Bermain dengan baking soda selalu seru karena reaksinya yang ala-ala magic, hihihi. Seseruan main dengan baking soda sudah pernah saya tulis ya, di sana lengkap koq penjelasannya.

Baca juga: DIY mainan anak


5. Menghilangkan noda membandel pada peralatan dapur

Ini masalah lazim di dunia persilatan ya kan, Bu? Hahaha.... Walaupun udah ga pakai kompor minyak apalagi kayu bakar, noda di pantat panci tetap sebuah keniscayaan (((niscaya))). Apalagi kalau ibu-ibunya macam saya yang ngerjain kerjaan RT maunya cepat selesai, gosok panci yang sampai bersih tanpa noda bekas kebakar api rasa-rasanya hampir mustahil dengan anak yang kapan saja bisa mengeluarkan rengekannya kala dirinya merasa si ibu kelamaan di dapur. Jadi, ada kalanya saya sisihkan waktu untuk membersihkan tampilan "menggemaskan" dari peralatan dapur saya. Kalau dengan sabun dan sikat kawat tetap kurang bersih maka saya minta bantuan baking soda untuk menanganinya. Caranya? Tinggal ditabur pada bagian yang mau dieksekusi (basahi dulu permukaannya), diamkan beberapa lama (kalau bandel semalaman), gosok sebentar lalu bilas deh.

6.  Menghilangkan bau badan

Nah, ini dia khasiat baking soda yang juga sudah teruji dengan saya, menghilangkan ketek, eh baunya aja maksudnya. FYI, saya masuk tim anti deodorant macam Re**na dan sebangsanya. Ga tau ya risih aja, basah-basah gitu keteknya. Pernah dengar penelitian tentang pemicu kanker payudara? Konon katanya penyebabnya adalah paraben yang sering ada di deodorant yang masuk ke dalam sel-sel tubuh (karena payudara dekat jadi ke sana efeknya) dan mengaktifkan sel-sel kanker. Tapi katanya lagi itu belum bisa diterima mutlak karena masih belum kuat hasilnya. Apapun itu saya tetap ga suka pakai deodoran karena ya itu tadi, r-i-s-i-h.

Jadi, saya mencari alternatif lain. Pernah mencoba produk dari Nasa yang bentuknya bulat hijau keras, katanya terbuat dari mineral alam dan herbal. Bagus sih, jadi ga bau kitanya, bener-bener ga bau sama sekali keteknya. Tapi di saya jadi iritasi, huhu. Padahal bagus ih, ga basah dan ga lengket.
Mas, mas, jangan tingi-tinggi donk 

Akhirnya saya pakai apa coba tebak?? Baking soda, temaan! Pakainya cukup ditaburkan di tangan sedikit aja, usapkan deh ke si keti. Dijamin hilang baunya 2 hari 2 malam, hihihi. Lagi-lagi ini masalahnya dengan sifatnya yang alkali atau basa. Ketiak adalah bagian tubuh yang terlipat sehingga keringat sering terjebak di sana dan menjadikan lingkungan asam yang disukai bakteri penyebab bau badan. Jadi, dengan menempatkan baking soda di sana keti menjadi basa dan bakterinya minggat.

Itulah, 6 manfaat baking soda dalam keseharian kita. Satu bahan tapi faedahnya kemana-mana. Coba sendiri di rumah, yuk!




Continue Reading
Assalamu'alaikum....

Teruntuk Muthia sayang, anak sulung mama. Goresan kata ini mewakili apa yang tidak akan bisa tersampaikan oleh lisan. Semoga kelak ketika kau dewasa surat ini bisa kau baca.

Sebelumnya mama ucapkan terimakasih sudah mau menjadi anak mama yang pertama. Terimakasih sudah menerima adik yang baru kala usiamu belum mapan secara emosi. Terimakasih sudah berusaha menjadi kaka yang baik di saat umurmu belum siap untuk berbagi.

Mama juga mau mengucapkan permintaan maaf yang sangat dalam kepada anak pertama mama. Maaf karena belum bisa menjadi ibu yang sabar dan bijak. Maaf atas kemarahan yang hampir setiap hari kau dengar dari bibir mama mu. Maaf atas semua kesalahan mama dalam mendidikmu, nak. Maaf....

Sungguh, dalam hati mama ingin menjadi ibu yang baik untukmu, ibu yang selalu memelukmu minimal 8x sehari, ibu yang selalu sabar melihat tingkahmu, ibu yang selalu mendengarkan setiap keluhmu, ibu yang yang setia mendengar celoteh dari mulut kecilmu. Sungguh, mama ingin menjadi sosok terbaik dalam hidupmu, nak.

Muthia, taukah kau jika dirimu adalah anak yang kuat dan pemberani? Saat hamilmu dulu, ayah mendapat rezeki hidup di daerah pelosok. Mati lampu 3x sehari sudah jadi makanan sehari-hari, akses jalan yang "luar biasa", satu-satunya jalan ke luar daerah menjadi sungai kala hujan melanda biasa kita hadapi. Melewati satu-satunya jalan harus tetap kami lewati dengan kemungkinan mobil terjebak lumpur, terbalik, atau yang paling baik dari semuanya adalah hanya tergoncang-goncang di dalam mobil ketika melewati jalan layaknya bubur itu. Kamu ada di dalam mobil itu, nak, masih kecil, seukuran kelingking mungkin. Tapi kamu kuat, sayang. Pun begitu ketika mama harus menemani ayah ke kota kabupaten, mencari stok obat dengan perjalanan 6 jam pulang pergi. Sakit punggung dan perut kontraksi waktu itu, tapi kamu kuat karena mama bahagia, bahagia karena melihat ayahmu bahagia.

Kamu juga pemberani, nak. Setiap malam di bulan pertama kita tinggal di sana, mama selalu menemani ayah yang dipanggil ke puskesmas karena ada ibu yang melahirkan, tengah malam, melewati hutan kecil di belakang puskesmas, berjalan di antara pohon-pohon tinggi dan semak belukar yang mungkin saja ada ular atau kalajengking yang bersembunyi. Atau ketika ayah visum ke desa sebelah hingga dini hari tidak datang, kamu pergi ke puskesmas untuk memastikan supaya mama tidak gelisah karena sinyal handphone tidak ada di sana. Kamu tidak takut sama sekali, sayang.

Pertumbuhan dan perkembanganmu sangat diperhatikan mulai dari dalam perut. Tidak terhitung berapa kali mama menangis tidak jelas juntrungannya karena terbaca artikel di internet tentang bayi dengan segala macam kondisi. Saking sangat perhatiannya mama justru cemas berlebih yang tidak jelas sebabnya. Hingga ayahmu menenangkan kalo bayi kami pasti baik-baik saja juga tak bisa meredam keresahan mama, sampai akhirnya kau lahir selamat dengan perjuangan yang aduhai sudah tak perlu diceritakan lagi karena setiap ibu pasti tau rasanya. Anakku yang kujaga dengan segala upaya akhirnya lahir dengan kondisi sempurna, bersih, dan ....putih para bidan itu bilang.

AlhamduliLlahilladzi bi ni'matihi tatimush sholihaat. Segala puji bagi Alloh dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna.

Semoga Alloh menjadikanmu wanita yang kuat dan berani, wanita yang menjaga kehormatan diri dan agama di tengah fitnah akhir zaman, wanita yang cerdas lagi berakhlak baik. Semoga mama pun bisa memperbaiki diri, memantaskan diri untuk mendidikmu, ya 'Aina Muthia, Bidadari syurga bermata indah. Aamiin Allohumma Aamiin....

🌷🌷🌷

Surat ini sudah lama ingin saya tulis untuk nya, si anak pertama. Saya ingin dia tau walaupun mamanya ini cerewet sekali - hingga dia mulai bosan mendengarnya-, sungguh ada ungkapan yang membuncah yang ingin disampaikan.

Saya menulis ini bukan karena anak kedua dan seterusnya tidak spesial, bukan. Saya menulis ini justru karena terlalu banyak perhatian untuknya terbagi ketika anak kedua hadir.

Ya, menjadi anak pertama berarti harus menjadi kakak bagi adik-adiknya. Anak pertama berarti harus rela mamanya membagi perhatian untuk adik-adiknya. Anak pertama berarti juga "dipaksa" menjadi dewasa seberapa pun umurnya.




Jujur, menjadi ibu dari dua anak yang masih kecil membuat badan saya cepat lelah. Dan ini berdampak pada kestabilan emosi saya. Siapa yang jadi pelampiasan? Siapa lagi kalau bukan dia, si anak pertama yang malang. Ah, kalian tidak tau betapa setiap malam saya habiskan dengan mendaftar dosa-dosa saya setiap hari kepadanya, lalu menangis sejadi-jadinya karena menyesal, "kenapa tak ku tahan saja amarah ku tadi?". Benar kata orang, kalau anak dimarahi oleh orangtuanya yang merasa sakit hati bukan anaknya saja, orangtuanya justru lebih sakit lagi. Ada perasaan bergemuruh, sesak sesesak-sesaknya, berharap ada lorong waktu untuk kembali ke beberapa jam sebelumnya, memperbaiki situasi. Nyatanya tidak ada kan? Kita tidak akan pernah bisa memperbaiki yang telah berlalu.

Itulah saya dengan depresi post partum setahun lalu dan kini seiring dengan keinginan saya untuk sembuh dan keinginan kuat untuk membayar dosa-dosa saya, saya ingin belajar jadi ibu yang sabar dan bijak. Ibu yang selalu reframing sebelum berteriak, melihat dari sudut pandang anak sebelum bertindak. Ibu yang berusaha menepikan sebentar egonya untuk menyenangkan anak-anaknya. Ibu yang berusaha selalu ada untuk mereka, memeluk mereka minimal 8x sehari.

Karena akan selalu ada cinta mama untuk mu, si anak pertama.

Percayalah, tidak ada ibu yang ingin anaknya terluka. Jika ada sesuatu yang bisa menawarkan luka itu maka seorang ibu akan melakukannya demi apapun.

Setiap kali habis merasa tidak terkontrol hari itu, saya akan minta maaf padanya, meyakinkan bahwa mamanya akan selalu sayang sampai kapanpun. Lalu, saya berjanji esoknya akan membuatkan makanan kesukaannya atau mainan yang disenanginya. Serepot apapun. Dan saya ingin tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya selalu membuatkan makanan kesukaannya, karena kata orang tidak ada makanan yang enak selain buatan ibu kan. Ada bumbu tak kasat mata yang ditambahkan.

Karena selalu ada cinta untuk anak pertama, dan juga anak mama yang lain.

Sungguh, ini perasaan yang baru saya rasakan ketika menjadi seorang ibu. Perasaan yang hanya dimiliki oleh seseorang yang rela berjuang antara hidup dan mati. Perasaan ingin memberikan semua yang terbaik yang bisa dilakukan. Buku bacaan terbaik, pakaian terbaik, sekolah terbaik, tontotan terbaik, kamar terbaik, apapun itu termasuk obat terbaik.

Di musim hujan seperti ini anak-anak rentan sekali sakit, terpapar virus dan kuman penyakit kala sistem imunitasnya belum sempurna. Suatu hari saya ajak Muthia ke pasar dan ga sengaja kena asap. Seingat saya hanya terpapar sebentar, tapi mungkin pas imunitasnya lagi drop akhirnya demamlah dia besoknya. Saya observasi perilakunya dan suhunya, kalo masih aktif saya biarkan tanpa obat karena demam bukan penyakit, hanya reaksi tubuh sebagai pertanda adanya serangan kuman atau virus. Tetap jaga cairan yang masuk agar tidak dehidrasi.



Lama-lama saya lihat dia mulai lesu dan maunya berbaring saja, saya cek suhunya lumayan tinggi. Di saat itu dia sudah ga nafsu makan, padahal perlu tambahan asupan nutrisi. Tapi memang kalo lagi sakit susah makan ya, Bu, orang dewasa saja suka ogah makan kalo sakit. Jadi, saya ga maksa makan anak waktu itu. Hanya saja saya bikinkan kaldu tulangan sapi sebagai harapan dia mau menyeruputnya. Ternyata benar, dia tertarik karena mencium aromanya dan akhirnya tidak hanya diseruput tapi juga dimakan dengan nasi. Ah, senangnya.

Saya pernah demam di atas 39°C waktu masitis atau bengkak payudara ketika anak kedua usia 3 bulan dan itu rasanya badan sudah kaya agar-agar, lemas, mau pingsan tapi ga bisa. Orang dewasa aja segitunya apalagi kalo anak-anak. Duh, kasian. . . . Karena saya takut banget suhunya tambah naik akhirnya saya kasih obat paracetamol untuk menurunkan panasnya. Belum sepenuhnya pulih karena setelah itu masih ada 2x naik suhu lagi. Setelah 3x diberikan obat baru benar-benar sembuh.

Obat paracetamol memang obat wajib di rumah. Bahkan tanpa resep dokter obat ini boleh diberikan karena benar-benar menjadi obat P3K saat sakit, tentunya dengan observasi terlebuh dahulu. Apalagi paracetamol tergolong obat aman dan lebih sedikit resikonya dibanding obat lain, sebut saja ibuprofen. Jadi, sedia obat paracetamol di rumah ya, Bu, ini penting banget, karena ada beberapa anak yang ga kuat demam di atas 38°C dan akhirnya menyerang ke otak. Duh, jadi teringat tetangga sendiri.

Jadi, kalo anak demam biasanya yang saya lakukan adalah:

1. Lihat perilaku anak, jika masih aktif berikan minum sebanyak-banyaknya. Jika dia pipis lebih banyak akan lebih bagus, karena lewat urine panas bisa dikeluarkan

2. Jika anak berubah menjadi pasif dan lemas, ukur suhu tubuhnya sambil tetap jaga asupan cairan. Demam berpotensi tinggi menyebabkan dehidrasi akut dan ini bahkan bisa lebih berbahaya daripada demam itu sendiri karena bisa berujung kematian

3. Kompres dengan air hangat tanpa menempelkan kain kompres terlalu lama. Kain kompres yang melekat lama di kulit akan menghambat panas yang akan keluar. Mengompres dengan air dingin hanya akan menyebabkan tubuh mengeluarkan reaksi "menambah panas"

4. Jika anak tidak mau makan jangan dipaksa. Makanan tidak hanya berbentuk padat, apalagi dalam keadaan sakit sistem pencernaan tidak seaktif waktu sehat karena energi tubuh digunakan untuk melawan kuman penyakit dan bukan untuk menggerakkan sistem pencernaan. Berikan makanan dalam bentuk cairan seperti kaldu tulangan yang tinggi nutrisi, bisa juga ditambahkan sayur di dalamnya.

5. Berikan obat penurun panas jika suhunya semakin mengkhawatirkan. Ada dokter yang mengatakan ketika suhu 38.5°C baru diberikan obat. Tapi ada juga dokter yang menyilakan memberikan obat ketika suhu 37.5°C karena masing-masing anak berbeda ketahanan tubuhnya dalam menghadapi demam.



Sudah punya obat penurun panas andalan, Ma? Kalau belum sini saya kasih rekomendasi. Tempra paracetamol ini jadi andalan dan diusahakan selalu ada di kotak P3K. Karena apa? Karena Tempra aman di lambung, tidak perlu dikocok karena larut 100%, dan juga dosisnya tepat tentunya jika kita memperhatikan dengan baik takarannya.

Mungkin ada yang tau kalau selain paracetamol adalagi yang bisa menurunkan panas. Ya, ibuprofen. Paracetamol dan ibuprofen mempunyai sifat hampir sama, sama-sama antipireutik alias menekan panas. Bedanya adalah jika ibuprofen termasuk obat NSAD (nosteroidal anti-inflammatory drugs) yang artinya memiliki sifat anti radang sehingga memiliki resiko yang lebih besar, sedangkan paracetamol tidak sehingga obat ini lebih ramah digunakan karena resikonya minim.

Sekarang Muthia sudah sehat kembali
Mempunyai anak adalah anugerah tak ternilai dari Sang Pencipta. Sudah seharusnya kita rawat dan kita jaga. Orangtua memang bisa alpa dan khilaf sama seperti manusia-manusia lainnya, tapi anak kitapun juga manusia yang punya hati yang lembut sama seperti anak-anak kecil lainnya. Berikan yang terbaik untuk mereka kelak mereka akan memberikan yang terbaik pula di masa tua kita. Niatkan dengan ikhlas semoga Tuhan membimbing kita menjadi orangtua terbaik untuk mereka. Karena selalu ada cinta




Note: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra
Assalamu'alaikum....

Ga kerasa sudah di penghujung tahun 2017 ya, berarti siap-siap katakan "welcome to the new year, 2018" *yeaaayy πŸŽ‰. Padahal rasanya baru kemaren ngeliat orang bakar-bakar ayam dan jagung, denger terompet bersahutan, dan memandang nyala kembang api yang semarak di langit malam pergantian tahun 2016-2017 dan sekarang tau-tau sudah harus say good bye 2017. Tau-tau?

Hmm, ada yang sama? Tetiba merasa waktu begitu cepat berlalu, tau-tau sudah masuk di angka baru? Ah, manusia selalu seperti itu. Merasa waktu berlalu begitu cepat dan mendadak lupa sudah melakukan apa saja selama rentang waktu itu.

Berganti tahun berarti bertambah pula usia kita dan berarti pula berkurang jatah umur hidup di dunia. Semua akan melesat begitu cepat jika kita tidak (mau) merenung sebentar. Ya, merenung, mari kita merenung, berfikir lebih dalam dengan introspeksi diri. Jangan sampai kesempatan yang diberikan ini kita sia-siakan dengan melakukan hal-hal yang tidak berfaedah dan menyesal di kemudian hari "kenapa aku dulu tidak mengerjakan ini", "seharusnya aku dulu lebih giat lagi melakukannya", dan kalimat penyesalan semacamnya πŸ’”.

Bu, penyesalan emang datangnya di belakang, kalo di depan namanya pendaftaran.

Whahaha, betul juga.

Baiklaahh kalo begitu, (sebelum menuai penyesalan) mari kita mendaftar  Mendaftar? Yap, mendaftar apa-apa pencapaian yang sudah kita raih di tahun ini, mendaftar kesalahan yang kita lakukan selama ini. Bahasa nowdays nya, review, setelah itu mari kita buat resolusi baru di tahun 2018. Do review and make resolutions. Now, let's make our dreams come true πŸ’ͺ.

Membuat Harapan Besar Manfaat dengan Resolusi Baru


Resolusi mungkin bagi sebagian orang terdengar asing atau bahkan rancu. Wajar saja karena resolusi yang kita maksud di sini tidak terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. KBBI hanya mencatatkan makna resolusi sebagai; 

Sumber KBBI Daring

Sebenarnya resolusi yang kita maksud di sini adalah serapan dari bahasa asing, yaitu resolution yang berarti ketetapan hati, kebulatan tekad, pendirian teguh. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa

resolusi adalah pencapaian yang dibuat dengan ketetapan hati, kebulatan tekad, serta berkomitmen untuk melakukannya dengan mengharapkan peningkatan kualitas diri

Sudahkah terbersit mimpi untuk tahun depan? Bagus! Tapi masih susah menuangkannya dalam bentuk real resolution? Yuk, sama-sama kita belajar membuatnya dengan tips berikut;
  • Tuliskan
Sebagai makhluk yang dianugerahi sifat pelupa ada baiknya jika kita menuliskannya. Menulis akan mengingatkan kita di kemudian hari akan harapan yang akan diraih. Kalo saya biasanya beli buku agenda dan menuliskannya di situ untuk kemudian membukanya kembali beberapa kali untuk mengecek progress resolusi yang sudah dibuat
  • Mind map
Mind map atau bahasa lainnya peta pikiran adalah cara selanjutnya untuk menggambarkan tujuan kita. Jika menuliskan resolusi adalah otak kiri maka kita imbangi dengan otak kanan, menggambar resolusi. Menurut penelitian ahli neuroscience, paparan gambar, warna, foto akan terekam dalam alam bawah sadar dan membuat kita lebih bersemangat untuk meraihnya.
  • be SMART 
Ini adalah singkatan dari Specific, Meaningful, Achievable, Relevant, Timely atau bahasa sederhananya adalah Spesifik, Bermakna, Dapat dijangkau, Relevan, dan dibatasi waktu. Patokan ini akan membuat tujuan kita lebih terukur karena kita meletakkan detail dan menetapkan batasan waktu. Ini penting supaya kita ga ngambang dan berakhir gamang menuju tercapainya resolusi kita.

And These are My Resolutions

Sebenarnya saya dulu biasa bikin resolusi awal tahun, misal; target waktu menyelesaikan kuliah, target nilai dan IPK, target organisasi, sampai target menikah kapan *uhuk. Sayangnya, semenjak jadi istri dan bertitel ibu saya nyaris ga pernah bikin lagi, paling banter bikin target harian dan itupun ga rutin. Padahal lo ya padahal, bikin goals itu membuat hidup lebih terencana matang, ga ada waktu yang sia-sia, dan kitanya jadi lebih semangat lagi menghadapi hari esok karena sudah tau apa yang akan dikerjakan. Padahal lo ya padahal lagi, jadi istri dan ibu justru tugas rumit, lebih rumit dibandingkan menyelesaikan rumus turunan teori-teori kuantum yang njelimetnya udah kaya benang kusut. Because this is about hereafter life 😒

Jadi....

Saya mau (pake bangeT, T-nya 7x) membuat kembali resolusi hidup ala saya untuk tahun 2018 and here we go.... 

Bismillah, 
these are my goals, my resolutions 

1. Meningkatkan ibadah
    Ga dipungkiri menjadi seorang ibu membuat kita merasa waktu sehari semalam 24 jam terasa kurang. Imbasnya kita sering molor dalam hal ibadah. Padahal Sang Pencipta sudah menciptakan kita sedemikan sempurna, gratis! Belum lagi anak-anak yang lucu, rezeki yang diluaskan, suami yang setia, baik, pintar, rajin nabung dan tidak sombong *uhuk2. Rasanya koq saya jadi kufur nikmat kalo tidak membarenginya dengan peningkatan ibadah.

Gimana supaya tetap semangat? Buat lingkungan yang religius juga. Pengajian? Datang ke pengajian mana sempet? Iya sih, Udah kerjaan rumah tangga ga ada habis-habisnya, ditambah ngurus anak yang masih balita di situ rasanya saya pengen jadi makhluk yang bisa membelah diri layaknya amoeba. Nah ini yang sering kita alami kan, Mak. Udah capek ngurus rumah dan anak, ruhiyah pula terbengkalai. Klop lah ini mengikis habis kewarasan kita.

Bersyukur hidup di zaman digital sekarang, di mana media sosial sering membantu kita, termasuk dalam hal ini. Kalo kita mau kita bisa mengupdate ilmu agama lewat youtube, carilah ustadz yang mumpuni dan wawasannya luas. Bagi yang sudah mengantongi namanya, tinggal merutinkan saja mendengarkan tausiah dari youtube.

Lewat youtube?

Why not!

Selain "ibadah pribadi" juga jangan lupakan ibadah sosial seperti sedekah dan silaturahim. Rezeki yang diberikan sebenarnya ada hak orang lain di sana. Belajar dari pengalaman sebelumnya, keluarkan harta sebelum Alloh yang mengeluarkan harta kita dengan cara-Nya 😒.

Ini pe-er yang pertama, memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta, semoga Dia memudahkan urusan-urusan yang lain.
God firs


2. Membuat DIY mainan anak sembari mengorganisir jadwal 'homeschooling'
    DIY (Do It Yourself) alias bikin sendiri mainan masih jarang saya lakukan. Selama ini kalau bebikinan mainan masih ala kadarnya. Untuk itu, saya ingin menarget tahun depan akan membuat jadwal belajar ala homeschooling, termasuk di dalamnya membuat mainan anak handmade. Bukan homeschooling pure sih, hanya sebagai bentuk persiapan anak sebelum masuk sekolah tahun depan, mempersiapkan mental anak sebelum sekolah, seperti menyiapkan sisi kemandirian, kesabaran, keberanian, pemahaman, bahasa, pre-writing, pre-reading, dll, itu semua bisa dilatih lewat mainan.

Selain itu, manfaat lain dari membuat sendiri mainan anak, seperti; merangsang kreativitas anak, memanfaatkan barang-barang bekas, meningkatkan bonding, memicu rasa ingin tahunya, modalnya murah (cuma tepung, baking soda, cuka, atau kardus, kertas kado, gunting, dan semacamnya), melatih pre-writing alias kekuatan otot jari sebagai persiapan menulisnya nanti dan seabrek manfaat lainnya.

Sumber inspirasinya bisa datang dari mana saja. Dari buku bermain, postingan instagram orang lain, atau bahkan website homeschooling berbasis montessori, dll. Saya mau di tahun depan jadwal bermain ini semakin terorganisir dengan baik dan rapi karena sekarang saya sudah punya 2 murid di rumahπŸ˜….

Mainan ala ala. Semoga bisa lebih rajin lagi ke depannya


3. Menambah buku
    Buku apa? Buku apa aja yang menambah wawasan. Buku parenting, buku kesehatan, buku novel, dan termasuk buku anak pastinya. Target saya pribadi adalah menelan 3 buku dalam sebulan. Terlalu sedikit? Iya sih tapi dengan segala kerepotan saya cukuplah dengan jumlah segini.

Oya, di rumah kami sekarang sedang ada gerakan mengurangi tontonan televisi. Terhitung sejak Oktober tadi kami berhasil mengurangi 70% waktu menonton dan berganti dengan waktu membaca, mendongeng, bercerita, bersosialisasi, dan tak lupa unyel-unyelan di kasur, hahaha.

pixabay.com

Mengutip kata Ayah Edy, pakar parenting, membuat anak suka membaca lebih penting daripada mengajarinya membaca karena banyak anak yang bisa membaca tapi tidak suka membaca. Kan jleb banget kan. Jadi, fokus kami adalah membiasakan anak-anak terpapar buku untuk memancing minat bacanya, urusan bisa membaca akan lebih mudah kemudian karena anak sudah terbiasa dengan bacaan dan tulisan. Yah semoga saja, karena Muthia di usianya sekarang 3.5 tahun mulai tertarik menulis dan membaca walau tidak sama sekali kami ajari.

4. Persisten blogging
    Halo kenalkan saya beginner blogger yang masih awam banget di dunia blogging, baru 9 bulan punya blog, mood nulis bisa naik turun bak roller coaster bahkan sempat hiatus 2 bulanπŸ˜„, padahal ngakunya sih menulis sebagai terapi. Iya, menulis bagi saya adalah self-healing dari depresi post partum yang saya alami persis satu tahun silam, tapi karena ada satu dan lain hal sejenak saya melepas rutinitas ini.

Jadi, saya merasa perlu membuat komitmen kuat untuk mengembangkan kembali skill saya ini, persisten. Persisten ala saya tentu berbeda dengan persisten ala blogger-blogger handal. Persistensi saya bukan dengan menarget one day one post. Persistensi saya adalah persistensi ala emak-emak rempong bin repot dengan dua bocah cilik tanpa ART tanpa nanny. Cukup dengan  membuat jadwal menulis bulanan untuk setiap kategori di blog saya, misal; setiap bulan harus post tentang resep masakan 2x, parenting 2x, beauty talk 1x, health talk 1x, dan selebihnya tentang lifestyle alias suka-suka, termasuk curcol di dalamnya *eh.

5. Menjadi (Early) Morning Mom
    Ya ya ya, jadi ibu berarti menjadi sesosok makhluk yang harus bangun paling pagi dan tidur paling telat, katanya (Untuk bagian "tidur paling telat" kurang setuju sih, ehee, tapi untuk bagian "harus" bangun paling pagi kayanya emang kudu harus). Berhubung saya masih menyusui dan suka kebangun malam karena si bayi minta jatah ASI, bangun early morning  kadang susah karena masih mengantuk. Padahal sekali waktu bisa bangun jam 2 atau 3 pagi wuih...rasanya banyak banget yang bisa saya kerjakan.

Bangun sebelum subuh membuat badan lebih fresh karena udara sejuk, pikiran juga masih enteng, dan lebih penting lagi waktu kita jadi lebih banyak, bisa  bersih-bersih rumah, prepare sarapan, cuci baju, bahkan bisa puas me time sendiri, luluran, nulis, blog walking, dll. Asiik ya.... Untuk itu saya menarget setelah menunaikan kewajiban meng-ASI-hi di tahun depan saya akan menjadi early morning mom alias emak-emak yang bangun sebelum subuh.

6. Trip
    Dua puluh delapan tahun hidup di dunia belum pernah naik pesawat sekalipun dan akhirnya tahun depan suami mengajak jalan-jalan ke luar pulau  *yeaaay. Serius ih belum pernah? Dua rius malah, hahaha. Sebenarnya bagi saya yang ga terlalu suka travelling ini ga masalah sih, hanya saja saya merasa anak-anak jadi kurang interaksi sosial dan alamnya. Jadilah saya mengiyakan ajakan suami.

Daerah yang ingin kami datangi maunya sih yang hawanya sejuk dan banyak children friendly zone macam taman edukasi dan kebun binatang, juga yang ada wahana main saljunya karena anak sulung saya sudah kadung pengen banget megang salju, hihi. Doain ya first time trip ini kabul soalnya menurut temen saya sudah masuk kategori "emak-emak kurang piknik".
Saya tim ijo-biru. Kalo kamu?

7. Bayar hutang
   Nah, ini aib sebenarnya, kenapa jadi ditulis sih, hahaha. Ga apa-apa deh, biar ingat dan sekalian mengingatkan kepada pembaca yang membaca tulisan ini dan mengenal penulisnya dan juga punya piutang yang tercatat atas nama saya, kali aja saya lupa, entah uang, buku, atau barang  tolong hubungi saya via direct massage instagram atau whattsap, apa aja, asal jangan di kolom komentar, plis ya plis πŸ˜„.

8. Merutinkan senam atau olahraga 
    Olahraga? Emang penting banget ya? Kalo dibilang penting banget sih ga, tapi kalo penting hmm, iya olahraga itu penting. Bukannya sudah capek dengan kegiatan IRT dari bangun tidur sampai mau tidur lagi? Beda, Bu. Jadi, ga sama antara olahraga dan kegiatan IRT walaupun sama-sama capek  dan berkeringat ujung-ujungnya. Kegiatan IRT levelnya hanya sampai aktivitas fisik ringan sampai moderat, sedangkan untuk mendapatkan kesehatan badan secara menyeluruh (terutama sistem cardiac) diperlukan aktivitas berat, yaitu olahraga. Dengan olahraga pula sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh termasuk otak akan berjalan dengan baik. Saya ingat banget zaman SMP dulu tiap hari Jumat semua siswa wajib senam pagi dan itu jadi jam pelajaran pertama hari itu. Pas SMA ga ada sama sekali dan diganti Jumat bersih alias bersih-bersih rumput sekitar kelas. Zaman kuliah? Wah, jangan ditanya. Zaman ini lebih statis lagi gerakan tubuh saya. Perbedaan itu kerasa banget di pribadi saya, yang tadinya enerjik jadi pendiam, prestasi yang tadinya kenceng jadi lumayan kendur. Apa karena saya kurang gerak, kurang olahraga? Bisa jadi. Asupan oksigen ke otak yang tadinya lancar mungkin jadi tersendat karena kestatisan badan saya.

Oleh karena itu saya berniat untuk memulai lagi olahraga di kehidupan saya yang baru nanti. Dan senam adalah pilihan paling ideal untuk emak-emak rempong ini yang selalu dibuntuti dua bocah kemana pergi. Ya, senam di rumah. Download di internet, setel di tv, dan selamat berkeringat maak!
Bikin resolusi 2018, yuk! 


Resolusi Sukses = Niat Kuat + Badan Sehat


Tiga tahun belakangan saya mengidap osteoarthritis (OA) atau radang sendi. Mau duduk dari posisi berdiri itu sakitnya minta ampun, bangkit dari posisi duduk di lantai itu nyerinya luar biasa, badan baru bangun tidur tapi rasanya kaya badan yang baru dipakai kerja seharian, remuk redam. Itu sebagian gambaran kondisi pengidap OA. Saya yang baru berusia 20-an tetiba merasa lebih tua dari orang tua saya. Jangankan mau bikin resolusi atau target harian, menjalankan yang di depan mata aja sungguh perjuangan yang berat. Tapi itu dulu sebelum saya mengatur pola makan. Bersyukur  sekali sekarang perlahan OA saya berkurang -walau terkadang masih saja kumat-.


Kondisi badan mempengaruhi produktivitas, itulah yang saya yakini. Betapa lebih produktifnya saya sekarang dibanding beberapa tahun lalu kala masih terkungkung dalam OA. Maka, saya ingin sekali menjaganya agar tidak terpuruk seperti beberapa tahun lalu. Menumbuhkan kebiasaan baik, itu inti dari resolusi 2018 saya. Kebiasaan baik untuk ruhiyah saya (ibadah), otak saya (membaca menulis), dan badan saya (senam). Karena jantungnya keluarga adalah si ibu, ibu bahagia maka suami dan anak-anak akan tertular bahagia, ibunya sehat jiwa raga maka suami dan anak-anak akan terjaga, dan labegitu pua sebaliknya.

Khusus untuk menjaga kesehatan badan, selain olahraga nampaknya saya perlu mengonsumsi suplemen yang berkaitan dengan medical record saya. Setelah saya membaca beberapa referensi saya menjatuhkan pada Theragran-M.

Theragran-M adalah suplemen yang berisi multivitamin dan mineral essensial, sangat cocok untuk membantu proses pemulihan saya. Vitamin B kompleks yang terkandung di dalamnya cukup untuk membantu menjaga imunitas tubuh dan menjaga agar badan tidak terlalu lelah. Emak-emak seterong wajib tau manfaat vitamin ini ya. Vitamin C untuk kekebalan tubuh apalagi di musim hujan sekarang apalagi cuaca sering ga bisa ditebak, kadang siang panas banget eh tetiba aja mendung hitam datang dan langsung hujan deras berangin kencang. Jadi jaga imunitas juga ya, karena konon katanya emak ga boleh sakit, kalo sakit pun ga boleh kelamaan, kudu seterong mah pokok na yak *kisshug. Vitamin D yang terkenal dengan vitamin tulang bersimbiosis mutualisme dengan kalsium. Apalagi menurut penelitian perempuan lebih rentan kehilangan vitamin D dan kalsium karena pendarahan setiap bulan, yang artinya badan perempuan lebih mudah terkena penyakit osteoporosis alias tulang rapuh. Mineral Magnesium yang fungsinya menanggulangi depresi dan kekurangan magnesium otomatis mudah terkena depresi. Dan mineral-mineral penting lainnya seperti Zinc, Zat Besi, Mangan, yang bertugas sebagai antioksidan tambahan yang akan membantu antioksidan alami tubuh. Dengan berbagai kandungan baik di dalam Theragran-M (yang diimbangi pula dengan pola makan serta pola hidup yang sehat) akan bersinergis dengan niat yang kuat, semoga resolusi 2018 yang kita buat akan semakin mudah diraih.

Kata orang, gagal merencanakan = merencanakan kegagalan, berarti sukses merencanakan = merencanakan kesuksesan. Jadi, ayo kita buat resolusi 2018 dengan sebaik mungkin. Bukankah Tuhan sesuai persepsi hamba-Nya?
Resolusi sukses = niat kuat + badan sehat

Jika beberapa tahun lalu terlewati dengan kondisi kurang baik, banyak review yang harus dibenahi di sana-sini, maka untuk "2017 "saya ucapkan terimakasih banyak karena telah menandai kebangkitan saya. Dan untuk "2018" dan selanjutnya semoga bisa menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi dengan segala review dan resolusi yang sudah disusun. Aamiin!


2018 is coming, it's my turn!

 No, it's our turn! πŸ˜‰








Referensi tulisan:
1. https://theragran.co.id
2. https://kbbi.kemendikbud.go.id
3. http://pengusahamuslim.com/3257-tips-membuat-resolusi-1733.html

Referensi gambar:
1. http://pixabay.com
2. dokumen pribadi

Note: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M



Assalamu'alaikum....

Ahad kemarin kami sekeluarga menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan tipis di sekitaran kota lalu memilih arena permainan di dalam mall untuk mengaktifkan motorik anak kemudian berlanjut makan siang di sekitaran situ. Ga setiap weekend kami sekeluarga bisa jalan-jalan seperti ini, karena biasanya suami ga kenal weekend, sabtu ahad juga beliau libas juga buat kerja *pilubanget.  Jadilah, momen langka ini kami manfaatkan sebaik-baiknya buat family time.

Saat menunggu makanan itu sesekali saya melihat sebelah kiri kanan saya, penuh. Maklumlah jam makan siang. Rata-rata mereka datang bersama keluarga sama seperti kami. Tapi, hei tunggu sebentar. Meja tepat sebelah kiri saya tidak saling berkomunikasi, masing-masing asyik dengan smartphone nya. Saya seketika miris (tapi bukan nyinyir). Meja sebelah kanan saya masih mending, "hanya" anak-anak mereka yang sibuk dengan kartun di handphone, tenang di kursi masing-masing dan tidah segaduh kami. Iya, hanya kami sepertinya yang riweh menjaga dua bocah yang ga mau duduk manis. Yang satu rewel minta jalan, yang satu merengek mau lihat boneka Barbie yang kebetulan tepat di seberang rumah makan *kekepindompet.

Ya, gadget benar-benar mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Wanti-wanti nenek dari dua bocah itu alias mama saya sendiri untuk menghindarkan kebiasaan menyodorkan handphone kepada anak selalu terngiang-ngiang di kepala. Alhasil saya tidak menenangkan mereka dengan memberikan gadget kami.

Tapi ya tapi, menihilkan paparan gadget terhadap anak rasanya mustahil ya. La gimana ga mustahil kalo setiap saat anak melihat orangtuanya selalu pegang handphone. Mereka peniru yang ulung, teman. Jadi, bagi mereka ya ga adil kalo papa mamanya boleh liat handphone sedangkan dirinya tidak. Maka, kami berdua sepakat untuk meminimalisir gadget ketika bermain bersama anak. Sepentingnya aja lah seperti membalas chat urusan deadline kerjaan beliau bersama timnya. Selebihnya, please dear, big no! 

Adanya gadget menurut saya melenakan, terlena karena merasa aman dan tidak terganggu dengan tingkah laku anak saat kita sibuk dengan urusan kita sendiri, entah urusan rumah tangga atau sekedar me-time. Gadget membuat peranan orangtua termarginalkan ketenangan yang mereka dapatkan bersumber dari gadget bukan dari sentuhan orangtua mereka.  Belum lagi bahaya radiasi dari layar yang berpotensi besar menimbulkan kerusakan pada mata. Saya memang belum bisa meniadakan pemakaian gadget sama sekali, tapi saya bisa membatasi waktu mereka memegang gadget. Saya tidak ingin menyesal di kemudian hari 😒.

Tapi ya tapi (lagi), di era zaman now aneh juga kalo anak sama sekali ga tersentuh kecanggihan teknologi. Hmm, untuk urusan per-gadget-an emang harus bijak mendudukannya. Boleh tapi tidak permisif alias serba boleh. Boleh tapi konten dan waktu harus sepengetahuan orangtua. Benar-benar harus yang bisa bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.

Seperti pisau, kebermanfaatan gadget tergantung pemegangnya


Suatu hari saya dapat informasi bahwa ada aplikasi bercerita untuk anak-anak yang baru diluncurkan. Wah, penasaran donk seperti apa. Ternyata aplikasi ini membutuhkan kartu tertentu yang sudah ada barcodenya supaya bisa di-scan. Pergi lah saya ke minimarket untuk membeli produknya yang berhadiah di dalamnya kartu augmented reality. What a surprise, ternyata Muthia seneng banget sama kecanggihan buku cerita ini. So excited. Lah gimana ga excited kalo biasanya dia cuman bisa memandangi gambar 2D di bukunya, ga bergerak, ga bicara, tapi di sini dia bisa melihat buku yang gambarnya bisa bergerak dan bisa bicara. Yess, this is about 3D book with augmented reality. 
Gambarnya bisa bicara dan bergerak. Lucu dan seru.

Dikutip dari Wikipedia, pengertian augmented reality (atau jika dalam bahasa Indonesia nya adalah realitas tertambah) sebagai berikut
Augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realita maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.
Iya, jadi ini sebenarnya tuh seperti buku bergambar yang biasa kita bacakan buat anak tapi bedanya dia bisa bergerak dan ada interaksi di dalamnya. Gambarnya pun tiga dimensi, kita bisa putar dari segala sudut, mau tampak samping, depan, belakang juga bisa. Bagi anak mungkin ini bisa merangsang imajinasinya karena dia bisa membayangkan berada di posisi tersebut.

Duh, Mak, panjang kali lebar dibaca belum juga dikasih tau nama aplikasinya? Kasih tau donk, Mak?!


Wkwkwk, baiklah baiklaaah saya akan kasih tau ya biar kalian ga pinisirin apalagi ampicilin πŸ˜† *kumat


Jadi, aplikasi ini adalah keluaran dari So Good. Nama aplikasinya CERDIK kepanjangan dari Cerita Digital Interaktif. Seperti namanya, cerita di di dalamnya disajikan dalam kecanggihan digital 3 dimensi dan dihadirkan dengan kemasan yang interaktif, bisa bicara dan bergerak karena ada teknologi augmented reality yang sudah saya jelaskan sedikit di atas.
Aplikasi CERDIK dari So Good.
Gimana caranya, Mak? Cara mainkannya?

Cuss lah simak tiap langkahnya ya biar ga bingung dan jadi kontroversi hati lantas tercyduq hengpon jadul minceu lalalala 😝 *kumat2

1. Download aplikasi SO GOOD CERDIK di playstore
Pastikan memori kosong di handphone cukup ya 
2. Beli produk So Good 400 gr yang ada stiker berhadiah kartu augmented reality
Beli yang ada stiker berhadiahnya ya
3. Buka kemasan dan temukan kartunya
4. Buka aplikasinya, klik "mulai" dan pilih kartu yang sesuai dengan kartu kita
5. Scan frame dan mulai cerita
Buka aplikasi > klik "mulai" > pilih kartu yang sesuai > scan > taraa, kini kita siap bercerita
Oya, saat men-scan nanti ada pilihannya seperti gambar di bawah ini, mau matikan atau tetap dengan fungsi AR untuk membaca.

Saya lebih suka matikan fungsi AR
FYI, kalau mau mematikan fungsi AR tinggal geser aja tombol hijau itu ke kanan. Saran saya sih dimatikan aja karena kalo masih aktif fungsi AR kita harus terus memfokuskan kamera dengan frame dan itu kurang nyaman, hehehe, kalo dimatikan kita mau posisi seperti apapun cerita digitalnya tetap berlanjut.


Akhir-akhir ini anak sulung saya suka minta dibacakan buku Petualangan Dinosaurus, maka belilah saya nugget dinosaurus, berharap dia akan melihat bentuk "nyata" makhluk purba ini. Saya berharap akan ada lebih banyak lagi bentuk dino di dalamnya, sayangnya hanya ada dua jenis di dalam kemasan, yaitu T-rex dan Stegosaurus. Tapi, cukuplah untuk mewakili dinosaurus karnivora dan herbivora.

Seru sekali bisa menghadirkan sesuatu yang beda kepada anak. Antusiasme mereka sangat penting untuk menggugah rasa ingin tahunya. Antusiasme inilah yang membuat mereka banyak tanya. Disinilah peran orangtua. Orangtua mendampingi anak menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar. Bonding tetap terjalin dengan gadget sebagai fasilitasnya.

Bercerita atau mendongeng mempunyai manfaat yang luar biasa bagi anak. Seperti yang saya kutip dari theAsianparent Indonesia mendongeng bisa membantu anak untuk berimajinasi. Imajinasi ini sangat penting karena bisa membantu anak untuk berpikir kreatif. Pada saat diperdengarkan dongeng, pikiran anak akan terangsang untuk menggambarkan situasi yang ia dengar. Selain itu juga bisa menambah kosakata anak-anak yang nantinya akan membantunya berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Manfaat lainnya sebagai sarana menanamkan etika dan nilai-nilai kehidupan. Seperti cerita Chiko dan Chika pada kartu AR yang kami dapatkan, saya bisa menyampaikan bahwa jangan lekas marah jika ada sesuatu yang membuat kita kesal. Ada baiknya jika mencari tau yang sebenarnya terjadi. Dengan begitu akan lebih mudah memaafkan orang lain dan akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya (Duh, yang ini sih pesan ke orang tuanya kena juga kali ya).

Ada lagi manfaat lainnya? Ada. Merangsang minat baca anak juga salah satu imbas positif dari mendongeng karena biasanya anak akan tertarik mendengarkan dongeng yang lain. Terbukti, Muthia kemaren minta dibelikan lagi kartu AR dengan cerita yang lain, hahaha. Ada lagi? Ada, dan ini yang utama, mendongeng menjadi aktivitas bonding antara orangtua dan anak. Kalau yang ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi ya karena jelas banget faedahnya.

Nah, kan...keren banget manfaat mendongeng untuk anak-anak. Saya sendiri dulu juga suka didongengkan mama sebelum tidur siang, biasanya tanpa buku. Mama mengarang cerita dan saya mendengarkan sambil berimajinasi. Tidak pernah bosan walau ceritanya seputaran itu saja. Dan memang benar adanya bahwa mendongeng menumbuhkan minat baca karena saya jadi suka baca sekarang, kalau ada sebuah cerita yang sajiannya berupa novel dan (sudah di-) film (-kan) saya tetap prefer novelnya, karena imajinasi saya ketika membaca sering tidak tergambar dengan baik di filmnya, hehehe.


"Ummi, biawak itu apa? Jengger itu apa?" Ok, let me explain more, baby
Cerita di kartu ini tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang hingga membosankan. Justru bikin Muthia penasaran dan bilang "Ummi, nanti belikan lagi ya" dan dijawab "oke" oleh saya, "yang cerita nabi ya Ummi", lanjutnya. Saya cuman bisa ketawa kecil, rupanya dia penasaran gimana cerita nabi-nabi yang pernah didengarnya kalau diversikan ke dalam augmented reality. So Good, ditunggu ya CERDIK seri anak muslim 😊.

Muthia bersama teman-teman mengajinya 

Tidak hanya membuat cerita digital di dalamnya, So Good juga menambahkan resep masakan pada aplikasi terbarunya ini. Lengkap banget ya, untuk anak ada untuk ibu pun juga tidak ketinggalan. Kartunya bisa dipakai multifungsi, nuggetnya apalagi 😁.
Resep di kartu AR


Tunggu apalagi, Mak, yuk kita main gadget dengan cara CERDIK πŸ˜‰.

Assalamualaikum . . . .

Haloo, apa kabar Bu ibu, Mak emak?

Ada kali ya 3 pekan ga nulis apapun di blog. Iya, saya lagi hiatus. Pengen menyepi sebentar. Medsos juga ada yang saya tutup dan sebagian hampir tidak pernah lagi disambangi. Bahkan saya menarik diri dari beberapa grup whatsaap yang di mana saya lumayan aktif di dalamnya.

Ada apa sih?

Mungkin teman-teman komunitas sebelumnya bertanya-tanya, kenapa? Ada apa?

Hmmm, ok. Saya minta maaf sebelumnya kalo dianggap tiba-tiba menghilang secara misterius.

Atau ada yang menganggap saya tidak tau "tanda baca", karena setelah berseru tiba-tiba saya membuat tanda tanya, dianggap hanya akan koma ternyata malah membuat titik.

Sungguh saya minta maaf membuat beberapa dari kalian terpaksa ber-dzon atas sikap yang saya buat. Maaf 😒

Hanya masalah sepele sebenarnya. Saya hanya ingin mengurangi "jam terbang"  medsos saya termasuk blogging di dalamnya. Walaupun menulis adalah salah satu self-healing saya tapi saya tidak bisa egois, ada amanah yang harus saya jaga betul-betul. Bukan, saya bukan mau bilang mommy blogger lain tidak amanah. Justru saya salute dengan mereka, bagaimana caranya mereka mengatur waktu yang sama-sama 24 jam ini? Padahal ada anak, suami, rumah - dan beberapa ada yang berkarier- yang harus diperhatikan. Tapi tapi tapi mereka masih mampu memanajemen semuanya dengan baik, blogpostpun masih bisa dikerjakan. Luar biasa. . . .

Saya apa kabar? 😒

Entah kenapa akhir-akhir ini pikiran saya selalu sekitar kematian dan kehidupan setelahnya. Lantas membuat saya berpikir, apakah saya sudah membawa bekal yang cukup? Apakah saya banyak dosa dibanding pahala? Apakah amal jariyah saya bisa membantu setelah saya meninggal?

Ya, amal jariyah. Amal apa yang sudah saya siapkan untuk menolong saya di alam barzah? Apakah menulis di sini sudah membawa manfaat bagi orang yang membaca? Sepertinya belum 😒.

Ada amal jariyah yang nyata di depan mata saya yang jelas bisa saya andalkan. Apa? Anak-anak saya. . . .

Anak-anak saya yang akan menjadi amal jariyah saya. Dari doa merekalah nanti kubur saya diterangkan. Dari kiriman pahala merekalah nanti dosa saya diringankan. MEREKA lah amal jariyah saya, mengalir walaupun sudah mati.

Bukan dari gadget saya, bukan juga dari yang lain.

Maka, sementara ini biarlah saya menikmati hiatus saya dengan sekedar menulis ringan tanpa dibebani target apapun. Dan sementara ini pulalah izinkan saya belajar memanejemen waktu, sikap, dan hati saya agar semua beriringan dengan baik tanpa mendzolimi satu sama lain. Anak-anak dan suami terlayani dengan benar, rumah terkondisikan dengan baik, ibadah juga tidak terseret-terseret atau bahkan terkalahkan dengan urusan "air seujung jari di atas samudera", dan tidak pula mengabaikan hak diri untuk mengembangkan sesuatu yang saya sebut passion.






Assalamu'alaikum....

Hollaaah, apa kabar mak?
Semoga selalu dalam kesehatan dan "kewarasan" yang prima ya πŸ’– (yang merasa sesemak-an zaman now taulah ya maksudnya "waras" *heuu)

Kenapa sih hampir selalu nanya kabar di setiap tulisan? 

Karena saya pengen mak reader yang setia nongkrongin blog saya selalu sehat jiwa raganya. Iya, yang setia makasih banyak ya udah mau meluangkan baca blog reremahan ini, semoga ada manfaatnya walau sedikit.

Kita para emak emang kudu seterong jasmani dan rohani karena setiap hari berjibaku dengan pekerjaan rumah tangga yang seperti sambung menyambung tidak ada habisnya, berjibaku pula dengan bocah-bocah yang sepertinya tidak pernah lelah bereksplorasi (baca: menghambur rumah beserta isinya). Cukup? Belum... Karena masih harus ditambah lagi dengan perang opini "working mom vs stay at home mom" atau "sufor vs ASI" atau "caesar mom vs normal mom" (Ok, yang terakhir agak ngaco kayanya). Tapi setuju kan jadi emak kudu seterong?

Gimana mak supaya seterong? Jaga pola makan, jaga ruhiyah, dan jaga pola pikir supaya hormon kortisol pemicu stress bisa stabil, yess! Opini-opini yang suka membenturkan dan bernada nyinyir abaikan saja walaupun aslinya sukses bikin baper. Reframing aja, ambil bagian positifnya, buang jauh-jauh sisi negatifnya. OK?! #mirrortalk

Karena sehatnya emak, cerianya emak, senyumnya emak itu adalah bahagianya semua anggota keluarga. Betul tidak???

Ini kenapa ya koq sepertinya auranya membara sekali?πŸ”₯

Maklum ini kan bulan Oktober sistah, bulannya sayah, jadi semangat banget! sesemangat nerima hadiah *eh 

Abaikan, ga penting....

Karena ada yang jauh lebih penting dan  jauh lebih spesial lagi dari sekedar itu. Hal yang bikin saya menulis awfully blogpost kali ini? Apaan tuh?


FBB is turning ONE this month! Yeaaahh 🎊

Sebelum lebih jauh lagi melangkah dan ada yang salah kaprah mengira FBB seperti organisasi dunia macam PBB, saya akan menjelaskan sedikit apa itu FBB secara so much so hard and so constantly.

FBB adalah singkatan dari Female Blogger Banjarmasin. Sesuai namanya grup ini adalah tempat bergabungnya blogger-blogger perempuan Kalimantan Selatan. Mau mahasiswi atau mommy-mommy, mau singlewati atau sudah merit semuanya boleh gabung asal punya blog dan aktif menulis di blognya. 

Nggg...nganu, emak kan ga domisili Kalsel lagi kan yah?

Huaaaaa
😿Iya nih, udah ga di Kalsel lagi, tapi hati aku kan masih di sana sampai kapan pun *eaaaa

FBB juga punya kepengurusan inti loh yang terdiri dari ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan public relation. Walaupun kami ga punya markas tapi setiap ada event yang memungkinkan berkumpul kami akan mengusahakan untuk itu.
Ok, kali ini markasnya di emol yak 😁

Di dalam FBB terkumpul berbagai jenis blogger dengan nichenya masing-masing. Ada beauty blogger yang update (pake banget) masalah make up dan skincare, ada travelling blogger yang lihai menggiring pembaca seolah-olah berada di tempat yang sama seperti yang dia kunjungi, ada juga yang food blogger yang sukses membuat reader ngiler di tempat. Ada juga lifestyle blogger yang suka berbagi apa saja, mulai dari tutorial, tips, resep, bahkan sampai nyurcol pun ada. Menurut saya niche yang terakhir ini paling aman untuk saya gunakan, karena you know lah betapa gado-gadonya blog emak satu ini, hahahah.

Awalnya FBB hanya beranggotakan 3 - 5 orang yang sekarang menjadi pilar kokoh kepengurusan inti. Tanggal 6 Oktober 2016 kemudian dipilih menjadi hari lahirnya komunitas ini. Masih baby, masih piyik, masih imut-imut tapi sudah cukup solid dan kuat kebersamaannya, setidaknya itu yang saya rasakan. Setahun sudah FBB berdiri dan anggotanya mulai bertambah secara bertahap sampai sekarang berjumlah 13-15 orang.
Hello, my wonderful baby!
Kalo salah satu dari kalian ada yang blogger asal Kalimantan Selatan dan mau ikutan gabung komunitas ini, bisa banget! Atau kalian yang mau tau seputar kegiatan anggota FBB juga bissaa bangett! Caranya? Follow aja twitter dan instagram FBB yak.

Nah, sekarang saya mau flashback sedikit ke beberapa bulan lalu, di mana saya mulai bergabung ke dalam komunitas ini. Saya masuk menjadi anggota FBB sekitar bulan puasa tahun ini tepatnya bulan Mei, hmm masih baru banget kan? Waktu itu blognya masih di wordpress dan belum punya domain sendiri.  Kalo dilihat-lihat dari semua anggota yang aktif di grup sepertinya sayalah yang paling newbie, hehe. Gimana ga newbie di saat anggota lain sudah 2 3 tahun yang lalu ngeblog saya baru hitungan bulan. Di saat yang lain udah bisa menghasilkan sesuatu dari blognya (dengan menerima job review dari agen atau jadi buzzer) saya masih berkutat dengan konten blog dan segala tetek bengeknya. Hmmm, kasian deh eykeeh πŸ˜‚.

Sebenarnya sih, saya sudah berkenalan dengan dunia blogging sekitar 2 tahunan lalu, tapi waktu itu dalam proses pembuatan blog perdana saya masih random banget. Maksudnya?? Ya, si mamak gaptek stadium 3 ini entah masuk darimana tiba-tiba berhasil membuat satu dua akun dan menulis blogpost  di dalamnya.

Tapi ya karena niatnya belum terlalu kenceng ditambah tujuan ngeblog ga jelas saya lantas lupa sama sekali kalo saya punya blog yang harus diurus dan akibatnya saya lupa bagaimana caranya masuk ke akun saya sendiri, wkwkwk *gaje banget *minta ditabok.

Dan singkat cerita, -demi melihat ipar saya yang akhirnya punya blog juga- awal bulan April saya lantas memulai lagi petualangan jemari saya and finally got my own domain on August.

Yeaay, I have a real blog, learn to build it and wanna be a mommy blogger....  Semoga ga lupa lagi sama passwordnya yah....

Sejauh ini sepertinya saya menyukai dunia blogging. Dunia menulis yang menautkan saya dengan berbagai blogger di seluruh tanah air, berbagi cerita ke orang lain dan menyimak cerita juga dari orang lain. Dari blogging saya juga belajar berinteraksi dengan banyak orang walaupun lewat dunia maya, menyerap berita dan informasi dari berbagai pandangan untuk kemudian menyaringnya dan menyimpannya di kepala.

Dari blogging saya juga terpaksa belajar ilmu TI (Teknologi Informatika) yang selama sekolah adalah sesuatu yang paling tidak saya sukai. Saya yang buta TI ini benar-benar harus belajar secara otodidak, mulai dari cara memasang template, memilih template yang SEO dan responsive, mengatur menu navigasi, membaca Google Analytics, sampai sok bisa mengedit-edit kode script di HTML dan berujung super panik karena gagal memasukkan codingnya *muahaha. Benar-benar memacu adrenalin saya yang gaptek ini.

Dan lebih jauh dari itu semua, blogging menjadi salah satu self-healing saya atas Post Partum Depresion (PPD) yang saya alami setahun lalu. Ok, mungkin saya akan menceritakannya lain kali. Setelah mencoba memasuki dunia menulis ini perlahan perasaan bergejolak selama PPD saya mulai tertata walau masih harus belajar lagi untuk bab "Sabar". Tapi, jujur saya merasakan ketika menulis ada emosi yang tersalurkan dengan baik. Dan saya mengakui saya lebih baik dari diri saya setahun lalu, biidzniLlaah....Dan saya sangat mengamini kata-kata mba Alaika.

Writing is one of self-healing (Alaika Abdullah, Blogger Perempuan)

Beberapa saat lalu saya dengar ada yang berkata bahwa "profesi" blogger sedang naik daun dan (ada yang men-judge) banyak yang ber-blog ria karena aji mumpung alias menjadi blogger hanya sebatas "kekinian", tapi saya pilih untuk tak ambil pusing. Cukup karena menulis bagi saya adalah sebuah terapi saya akan tetap menulis sampai kapanpun, insya Alloh. If you have one specific passion you will understand what my "why" .


🌺🌺🌺

Oya, saya juga mau ngucapin makasih yang sebanyak-banyaknya buat orang-orang yang sudah mendukung saya di sini, pertama dan yang terutama adalah suami saya, yang sudah ngerti banget kalo istrinya sekarang adalah blogger amatir, yang memberikan kelonggaran waktu, yang perlu me time sebentar di depan komputer untuk mencurahkan segenap uneg-uneg di kepala. Jazakalloh ya jauzii atas pengertiannya πŸ’•.

Terimakasih banyak juga kepada mba Aswinda FBB alias ipar sayah yang mengenalkan grup keceh ini *kiss. Makasih teramat sangat juga kepada Mba Ruli ketua FBB yang sedari awal saya recokin masalah template melulu (sabar ya Mba punya anak buah macam sayah, ampuun). Teribble thanks also for my older sistah, mba Gita FBB yang sudah sabar dan ga bosan melayani segala kerempongan adiknya ini, sharing ini itu, tanya ini inu, dan sebagainya (adik?? Sejak kapan?? mba Gita said πŸ˜‚). Mba Antung FBB juga yang sudah bersedia menjawab keresahan dan kegalauan saya waktu transisi platform blog, makasih ya Mba padahal sendirinya repot sama kerjaan kantor dan anak pula *bighug. Daaann semua pengurus serta member yang selalu mendukung satu sama lain sampai si baby ini berumur setahun dan akan menyelenggarakan event bareng...........Wardah.

What???  Wardaah!??



Siapa yang ga kenal Wardah? Produk kecantikan ter-femes di Indonesia dan masih satu-satunya yang membuat muslimah tidak ragu untuk memakainya. Dan untuk sekelas komunitas seperti FBB yang notabene masih sangat muda ini bisa kerjasama bareng produsen besar macam wardah bikin saya tertegun, tercengang, sambil mulut ternganga mengucap "WOW" koq bisa?

Ok, secara resmi saya mau pay respect buat pengurus yang mengusahakan ini semua. Kereen bangett. Two thumbs!πŸ’ (Mudahan ga lebay ya)

Selain ngadain Blog Competition, FBB bersama Wardah juga ngadain Beauty Class gratis! Kamu yang berdomisili di Banjarmasin bisa ikutan banget, tenaaang ini tempatnya tertutup jadi aman mau buka kerudung buat facial dan make up-an. Mau ikutan? Menangin give awaynya dulu yuk. Caranya ada di instagram saya atau buka official instagram Female Blogger Banjarmasin.

Gratis buat pemenang. Lakasi umpatan give away nya luh! 😍


Hayuukk yang di Banjarmasin ikutaaan. Ada beauty class gratiss dari Wardah tanggal 22 oktober plus dapat goodie bagnya jugaak 😭 aku mauu, tapi ga bisa datang, jauuuhh 😩 kamu ikutan yuk. Ya ampuun, ini ga usah mikir 2x kalo aku di Banjarmasin dan sekitarnya #Repost @femaleblogger.bjm (@get_repost) ・・・ Mau ikut Beauty Class GRATIS bareng Wardah dan Hadiah Menarik buat 2 orang pemenang? Yuks ikuti Giveaway Female Blogger Banjarmasin dalam rangka merayakan Ulang Tahun yang PERTAMA. (Khusus daerah Banjarmasin dan sekitarnya). Rules : *Follow instagram @femaleblogger.bjm, @wardahbeauty dan @wardah_banjarmasin serta like fanpage facebook Female Blogger Banjarmasin *Repost foto kemudian pada caption kamu bisa tulis ucapan selamat ulang tahun, kritik, saran dan harapan untuk FBB dan ceritakan produk Wardah favorite kalian beserta alasannya * Tag juga IG FBB dan IG Wardah pada banner saat kalian me-repost *Mention 5 orang teman kalian untuk mengikuti giveaway ini. *Jangan lupa gunakan hastag #GiveawayFBBxWardah #FBBTurn1xWardah Note: *Komentar DONE jika sudah melengkapi semua syarat *Akun jangan diprivate agar kami bisa cek postingan kamu *Pemenang dipilih berdasarkan caption terbaik dan random dari pihak Female Blogger Banjarmasin *Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat. *Unfollow setelah giveaway ini berakhir akan di block untuk giveaway berikutnya. Periode Giveaway ini dari tanggal 3 Oktober - 17 Oktober. Pengumuman dilakukan pada tanggal 20 Oktober. . . #bloggerindonesia #bloggerbanjarmasin #giveawaybanjarmasin #banjarmasin #banjarmasinbungas #bloggerbjm #giveaway
Sebuah kiriman dibagikan oleh Latifika Sumanti (@latifika_sumanti) pada


Ngomong-ngomong tentang Wardah, pasti donk saya juga punya produknya di rumah. Dan yang paling saya suka dari semua produknya adalah lipstiknya. Yeaah, hahaha. Akhirnya ya emak yang ga bisa dandan mulai perawan ting-ting ini bisa lipstikan juga akhirnya. Iya donk, sekarang udah ga malu lagi pakai pewarna bibir, kaan udah punya suami, hihihi.

Andalan: Long lasting peach dan Matte Nude
Apa alasan saya memilih lipstik Wardah? Apalagi kalo bukan karena sertifikat halalnya. It's priceless. Kalo teregistrasi dari BPOM sudah pasti kan yah, tapi mengantongi label halal dari MUI, hmmm ga semua bisa. Secara lipstik itu di bibir jadi rentan banget tertelan walau sangat sedikit jadi saya pilih yang aman di bibir dan nyaman di hati.

Saya paling syukaa sama yang warnanya peach, warna antara orange-pink gitu. Karena seger aja kalo liat orang make warna orange dan kelihatan lebih muda aja. Iya, saya emang mau keliatan segeran dan mudaan, wkwkwk. Maklumin ya.... karena saya memang masuk dalam barisan "emak-emak melawan tua", *eaaaa *lempar gincu

🌺🌺🌺

Well, di akhir tulisan ini saya berharap semoga FBB bisa lebih maju lagi, lebih cetar lagi, lebih solid lagi, lebih berfaedah lagi buat banyak orang, lebih banyak lagi berkontribusi bagi banua, dan kami di dalamnya bisa dapat ilmu blogging lebih banyak lagi, karena menulis tidak hanya semata untuk urusan dunia tapi juga akhirat.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih banyak bagi yang sudah membaca dari awal sampai habis.

Salam love, peace, and gaull *halah