[FBB is Turning One] Say, Hi Wonderfull Baby!

/ Oktober 08, 2017
Assalamu'alaikum....

Hollaaah, apa kabar mak?
Semoga selalu dalam kesehatan dan "kewarasan" yang prima ya πŸ’– (yang merasa sesemak-an zaman now taulah ya maksudnya "waras" *heuu)

Kenapa sih hampir selalu nanya kabar di setiap tulisan? 

Karena saya pengen mak reader yang setia nongkrongin blog saya selalu sehat jiwa raganya. Iya, yang setia makasih banyak ya udah mau meluangkan baca blog reremahan ini, semoga ada manfaatnya walau sedikit.

Kita para emak emang kudu seterong jasmani dan rohani karena setiap hari berjibaku dengan pekerjaan rumah tangga yang seperti sambung menyambung tidak ada habisnya, berjibaku pula dengan bocah-bocah yang sepertinya tidak pernah lelah bereksplorasi (baca: menghambur rumah beserta isinya). Cukup? Belum... Karena masih harus ditambah lagi dengan perang opini "working mom vs stay at home mom" atau "sufor vs ASI" atau "caesar mom vs normal mom" (Ok, yang terakhir agak ngaco kayanya). Tapi setuju kan jadi emak kudu seterong?

Gimana mak supaya seterong? Jaga pola makan, jaga ruhiyah, dan jaga pola pikir supaya hormon kortisol pemicu stress bisa stabil, yess! Opini-opini yang suka membenturkan dan bernada nyinyir abaikan saja walaupun aslinya sukses bikin baper. Reframing aja, ambil bagian positifnya, buang jauh-jauh sisi negatifnya. OK?! #mirrortalk

Karena sehatnya emak, cerianya emak, senyumnya emak itu adalah bahagianya semua anggota keluarga. Betul tidak???

Ini kenapa ya koq sepertinya auranya membara sekali?πŸ”₯

Maklum ini kan bulan Oktober sistah, bulannya sayah, jadi semangat banget! sesemangat nerima hadiah *eh 

Abaikan, ga penting....

Karena ada yang jauh lebih penting dan  jauh lebih spesial lagi dari sekedar itu. Hal yang bikin saya menulis awfully blogpost kali ini? Apaan tuh?


FBB is turning ONE this month! Yeaaahh 🎊

Sebelum lebih jauh lagi melangkah dan ada yang salah kaprah mengira FBB seperti organisasi dunia macam PBB, saya akan menjelaskan sedikit apa itu FBB secara so much so hard and so constantly.

FBB adalah singkatan dari Female Blogger Banjarmasin. Sesuai namanya grup ini adalah tempat bergabungnya blogger-blogger perempuan Kalimantan Selatan. Mau mahasiswi atau mommy-mommy, mau singlewati atau sudah merit semuanya boleh gabung asal punya blog dan aktif menulis di blognya. 

Nggg...nganu, emak kan ga domisili Kalsel lagi kan yah?

Huaaaaa
😿Iya nih, udah ga di Kalsel lagi, tapi hati aku kan masih di sana sampai kapan pun *eaaaa

FBB juga punya kepengurusan inti loh yang terdiri dari ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan public relation. Walaupun kami ga punya markas tapi setiap ada event yang memungkinkan berkumpul kami akan mengusahakan untuk itu.
Ok, kali ini markasnya di emol yak 😁

Di dalam FBB terkumpul berbagai jenis blogger dengan nichenya masing-masing. Ada beauty blogger yang update (pake banget) masalah make up dan skincare, ada travelling blogger yang lihai menggiring pembaca seolah-olah berada di tempat yang sama seperti yang dia kunjungi, ada juga yang food blogger yang sukses membuat reader ngiler di tempat. Ada juga lifestyle blogger yang suka berbagi apa saja, mulai dari tutorial, tips, resep, bahkan sampai nyurcol pun ada. Menurut saya niche yang terakhir ini paling aman untuk saya gunakan, karena you know lah betapa gado-gadonya blog emak satu ini, hahahah.

Awalnya FBB hanya beranggotakan 3 - 5 orang yang sekarang menjadi pilar kokoh kepengurusan inti. Tanggal 6 Oktober 2016 kemudian dipilih menjadi hari lahirnya komunitas ini. Masih baby, masih piyik, masih imut-imut tapi sudah cukup solid dan kuat kebersamaannya, setidaknya itu yang saya rasakan. Setahun sudah FBB berdiri dan anggotanya mulai bertambah secara bertahap sampai sekarang berjumlah 13-15 orang.
Hello, my wonderful baby!
Kalo salah satu dari kalian ada yang blogger asal Kalimantan Selatan dan mau ikutan gabung komunitas ini, bisa banget! Atau kalian yang mau tau seputar kegiatan anggota FBB juga bissaa bangett! Caranya? Follow aja twitter dan instagram FBB yak.

Nah, sekarang saya mau flashback sedikit ke beberapa bulan lalu, di mana saya mulai bergabung ke dalam komunitas ini. Saya masuk menjadi anggota FBB sekitar bulan puasa tahun ini tepatnya bulan Mei, hmm masih baru banget kan? Waktu itu blognya masih di wordpress dan belum punya domain sendiri.  Kalo dilihat-lihat dari semua anggota yang aktif di grup sepertinya sayalah yang paling newbie, hehe. Gimana ga newbie di saat anggota lain sudah 2 3 tahun yang lalu ngeblog saya baru hitungan bulan. Di saat yang lain udah bisa menghasilkan sesuatu dari blognya (dengan menerima job review dari agen atau jadi buzzer) saya masih berkutat dengan konten blog dan segala tetek bengeknya. Hmmm, kasian deh eykeeh πŸ˜‚.

Sebenarnya sih, saya sudah berkenalan dengan dunia blogging sekitar 2 tahunan lalu, tapi waktu itu dalam proses pembuatan blog perdana saya masih random banget. Maksudnya?? Ya, si mamak gaptek stadium 3 ini entah masuk darimana tiba-tiba berhasil membuat satu dua akun dan menulis blogpost  di dalamnya.

Tapi ya karena niatnya belum terlalu kenceng ditambah tujuan ngeblog ga jelas saya lantas lupa sama sekali kalo saya punya blog yang harus diurus dan akibatnya saya lupa bagaimana caranya masuk ke akun saya sendiri, wkwkwk *gaje banget *minta ditabok.

Dan singkat cerita, -demi melihat ipar saya yang akhirnya punya blog juga- awal bulan April saya lantas memulai lagi petualangan jemari saya and finally got my own domain on August.

Yeaay, I have a real blog, learn to build it and wanna be a mommy blogger....  Semoga ga lupa lagi sama passwordnya yah....

Sejauh ini sepertinya saya menyukai dunia blogging. Dunia menulis yang menautkan saya dengan berbagai blogger di seluruh tanah air, berbagi cerita ke orang lain dan menyimak cerita juga dari orang lain. Dari blogging saya juga belajar berinteraksi dengan banyak orang walaupun lewat dunia maya, menyerap berita dan informasi dari berbagai pandangan untuk kemudian menyaringnya dan menyimpannya di kepala.

Dari blogging saya juga terpaksa belajar ilmu TI (Teknologi Informatika) yang selama sekolah adalah sesuatu yang paling tidak saya sukai. Saya yang buta TI ini benar-benar harus belajar secara otodidak, mulai dari cara memasang template, memilih template yang SEO dan responsive, mengatur menu navigasi, membaca Google Analytics, sampai sok bisa mengedit-edit kode script di HTML dan berujung super panik karena gagal memasukkan codingnya *muahaha. Benar-benar memacu adrenalin saya yang gaptek ini.

Dan lebih jauh dari itu semua, blogging menjadi salah satu self-healing saya atas Post Partum Depresion (PPD) yang saya alami setahun lalu. Ok, mungkin saya akan menceritakannya lain kali. Setelah mencoba memasuki dunia menulis ini perlahan perasaan bergejolak selama PPD saya mulai tertata walau masih harus belajar lagi untuk bab "Sabar". Tapi, jujur saya merasakan ketika menulis ada emosi yang tersalurkan dengan baik. Dan saya mengakui saya lebih baik dari diri saya setahun lalu, biidzniLlaah....Dan saya sangat mengamini kata-kata mba Alaika.

Writing is one of self-healing (Alaika Abdullah, Blogger Perempuan)

Beberapa saat lalu saya dengar ada yang berkata bahwa "profesi" blogger sedang naik daun dan (ada yang men-judge) banyak yang ber-blog ria karena aji mumpung alias menjadi blogger hanya sebatas "kekinian", tapi saya pilih untuk tak ambil pusing. Cukup karena menulis bagi saya adalah sebuah terapi saya akan tetap menulis sampai kapanpun, insya Alloh. If you have one specific passion you will understand what my "why" .


🌺🌺🌺

Oya, saya juga mau ngucapin makasih yang sebanyak-banyaknya buat orang-orang yang sudah mendukung saya di sini, pertama dan yang terutama adalah suami saya, yang sudah ngerti banget kalo istrinya sekarang adalah blogger amatir, yang memberikan kelonggaran waktu, yang perlu me time sebentar di depan komputer untuk mencurahkan segenap uneg-uneg di kepala. Jazakalloh ya jauzii atas pengertiannya πŸ’•.

Terimakasih banyak juga kepada mba Aswinda FBB alias ipar sayah yang mengenalkan grup keceh ini *kiss. Makasih teramat sangat juga kepada Mba Ruli ketua FBB yang sedari awal saya recokin masalah template melulu (sabar ya Mba punya anak buah macam sayah, ampuun). Teribble thanks also for my older sistah, mba Gita FBB yang sudah sabar dan ga bosan melayani segala kerempongan adiknya ini, sharing ini itu, tanya ini inu, dan sebagainya (adik?? Sejak kapan?? mba Gita said πŸ˜‚). Mba Antung FBB juga yang sudah bersedia menjawab keresahan dan kegalauan saya waktu transisi platform blog, makasih ya Mba padahal sendirinya repot sama kerjaan kantor dan anak pula *bighug. Daaann semua pengurus serta member yang selalu mendukung satu sama lain sampai si baby ini berumur setahun dan akan menyelenggarakan event bareng...........Wardah.

What???  Wardaah!??



Siapa yang ga kenal Wardah? Produk kecantikan ter-femes di Indonesia dan masih satu-satunya yang membuat muslimah tidak ragu untuk memakainya. Dan untuk sekelas komunitas seperti FBB yang notabene masih sangat muda ini bisa kerjasama bareng produsen besar macam wardah bikin saya tertegun, tercengang, sambil mulut ternganga mengucap "WOW" koq bisa?

Ok, secara resmi saya mau pay respect buat pengurus yang mengusahakan ini semua. Kereen bangett. Two thumbs!πŸ’ (Mudahan ga lebay ya)

Selain ngadain Blog Competition, FBB bersama Wardah juga ngadain Beauty Class gratis! Kamu yang berdomisili di Banjarmasin bisa ikutan banget, tenaaang ini tempatnya tertutup jadi aman mau buka kerudung buat facial dan make up-an. Mau ikutan? Menangin give awaynya dulu yuk. Caranya ada di instagram saya atau buka official instagram Female Blogger Banjarmasin.

Gratis buat pemenang. Lakasi umpatan give away nya luh! 😍


Hayuukk yang di Banjarmasin ikutaaan. Ada beauty class gratiss dari Wardah tanggal 22 oktober plus dapat goodie bagnya jugaak 😭 aku mauu, tapi ga bisa datang, jauuuhh 😩 kamu ikutan yuk. Ya ampuun, ini ga usah mikir 2x kalo aku di Banjarmasin dan sekitarnya #Repost @femaleblogger.bjm (@get_repost) ・・・ Mau ikut Beauty Class GRATIS bareng Wardah dan Hadiah Menarik buat 2 orang pemenang? Yuks ikuti Giveaway Female Blogger Banjarmasin dalam rangka merayakan Ulang Tahun yang PERTAMA. (Khusus daerah Banjarmasin dan sekitarnya). Rules : *Follow instagram @femaleblogger.bjm, @wardahbeauty dan @wardah_banjarmasin serta like fanpage facebook Female Blogger Banjarmasin *Repost foto kemudian pada caption kamu bisa tulis ucapan selamat ulang tahun, kritik, saran dan harapan untuk FBB dan ceritakan produk Wardah favorite kalian beserta alasannya * Tag juga IG FBB dan IG Wardah pada banner saat kalian me-repost *Mention 5 orang teman kalian untuk mengikuti giveaway ini. *Jangan lupa gunakan hastag #GiveawayFBBxWardah #FBBTurn1xWardah Note: *Komentar DONE jika sudah melengkapi semua syarat *Akun jangan diprivate agar kami bisa cek postingan kamu *Pemenang dipilih berdasarkan caption terbaik dan random dari pihak Female Blogger Banjarmasin *Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat. *Unfollow setelah giveaway ini berakhir akan di block untuk giveaway berikutnya. Periode Giveaway ini dari tanggal 3 Oktober - 17 Oktober. Pengumuman dilakukan pada tanggal 20 Oktober. . . #bloggerindonesia #bloggerbanjarmasin #giveawaybanjarmasin #banjarmasin #banjarmasinbungas #bloggerbjm #giveaway
Sebuah kiriman dibagikan oleh Latifika Sumanti (@latifika_sumanti) pada


Ngomong-ngomong tentang Wardah, pasti donk saya juga punya produknya di rumah. Dan yang paling saya suka dari semua produknya adalah lipstiknya. Yeaah, hahaha. Akhirnya ya emak yang ga bisa dandan mulai perawan ting-ting ini bisa lipstikan juga akhirnya. Iya donk, sekarang udah ga malu lagi pakai pewarna bibir, kaan udah punya suami, hihihi.

Andalan: Long lasting peach dan Matte Nude
Apa alasan saya memilih lipstik Wardah? Apalagi kalo bukan karena sertifikat halalnya. It's priceless. Kalo teregistrasi dari BPOM sudah pasti kan yah, tapi mengantongi label halal dari MUI, hmmm ga semua bisa. Secara lipstik itu di bibir jadi rentan banget tertelan walau sangat sedikit jadi saya pilih yang aman di bibir dan nyaman di hati.

Saya paling syukaa sama yang warnanya peach, warna antara orange-pink gitu. Karena seger aja kalo liat orang make warna orange dan kelihatan lebih muda aja. Iya, saya emang mau keliatan segeran dan mudaan, wkwkwk. Maklumin ya.... karena saya memang masuk dalam barisan "emak-emak melawan tua", *eaaaa *lempar gincu

🌺🌺🌺

Well, di akhir tulisan ini saya berharap semoga FBB bisa lebih maju lagi, lebih cetar lagi, lebih solid lagi, lebih berfaedah lagi buat banyak orang, lebih banyak lagi berkontribusi bagi banua, dan kami di dalamnya bisa dapat ilmu blogging lebih banyak lagi, karena menulis tidak hanya semata untuk urusan dunia tapi juga akhirat.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih banyak bagi yang sudah membaca dari awal sampai habis.

Salam love, peace, and gaull *halah




Assalamu'alaikum....

Hollaaah, apa kabar mak?
Semoga selalu dalam kesehatan dan "kewarasan" yang prima ya πŸ’– (yang merasa sesemak-an zaman now taulah ya maksudnya "waras" *heuu)

Kenapa sih hampir selalu nanya kabar di setiap tulisan? 

Karena saya pengen mak reader yang setia nongkrongin blog saya selalu sehat jiwa raganya. Iya, yang setia makasih banyak ya udah mau meluangkan baca blog reremahan ini, semoga ada manfaatnya walau sedikit.

Kita para emak emang kudu seterong jasmani dan rohani karena setiap hari berjibaku dengan pekerjaan rumah tangga yang seperti sambung menyambung tidak ada habisnya, berjibaku pula dengan bocah-bocah yang sepertinya tidak pernah lelah bereksplorasi (baca: menghambur rumah beserta isinya). Cukup? Belum... Karena masih harus ditambah lagi dengan perang opini "working mom vs stay at home mom" atau "sufor vs ASI" atau "caesar mom vs normal mom" (Ok, yang terakhir agak ngaco kayanya). Tapi setuju kan jadi emak kudu seterong?

Gimana mak supaya seterong? Jaga pola makan, jaga ruhiyah, dan jaga pola pikir supaya hormon kortisol pemicu stress bisa stabil, yess! Opini-opini yang suka membenturkan dan bernada nyinyir abaikan saja walaupun aslinya sukses bikin baper. Reframing aja, ambil bagian positifnya, buang jauh-jauh sisi negatifnya. OK?! #mirrortalk

Karena sehatnya emak, cerianya emak, senyumnya emak itu adalah bahagianya semua anggota keluarga. Betul tidak???

Ini kenapa ya koq sepertinya auranya membara sekali?πŸ”₯

Maklum ini kan bulan Oktober sistah, bulannya sayah, jadi semangat banget! sesemangat nerima hadiah *eh 

Abaikan, ga penting....

Karena ada yang jauh lebih penting dan  jauh lebih spesial lagi dari sekedar itu. Hal yang bikin saya menulis awfully blogpost kali ini? Apaan tuh?


FBB is turning ONE this month! Yeaaahh 🎊

Sebelum lebih jauh lagi melangkah dan ada yang salah kaprah mengira FBB seperti organisasi dunia macam PBB, saya akan menjelaskan sedikit apa itu FBB secara so much so hard and so constantly.

FBB adalah singkatan dari Female Blogger Banjarmasin. Sesuai namanya grup ini adalah tempat bergabungnya blogger-blogger perempuan Kalimantan Selatan. Mau mahasiswi atau mommy-mommy, mau singlewati atau sudah merit semuanya boleh gabung asal punya blog dan aktif menulis di blognya. 

Nggg...nganu, emak kan ga domisili Kalsel lagi kan yah?

Huaaaaa
😿Iya nih, udah ga di Kalsel lagi, tapi hati aku kan masih di sana sampai kapan pun *eaaaa

FBB juga punya kepengurusan inti loh yang terdiri dari ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan public relation. Walaupun kami ga punya markas tapi setiap ada event yang memungkinkan berkumpul kami akan mengusahakan untuk itu.
Ok, kali ini markasnya di emol yak 😁

Di dalam FBB terkumpul berbagai jenis blogger dengan nichenya masing-masing. Ada beauty blogger yang update (pake banget) masalah make up dan skincare, ada travelling blogger yang lihai menggiring pembaca seolah-olah berada di tempat yang sama seperti yang dia kunjungi, ada juga yang food blogger yang sukses membuat reader ngiler di tempat. Ada juga lifestyle blogger yang suka berbagi apa saja, mulai dari tutorial, tips, resep, bahkan sampai nyurcol pun ada. Menurut saya niche yang terakhir ini paling aman untuk saya gunakan, karena you know lah betapa gado-gadonya blog emak satu ini, hahahah.

Awalnya FBB hanya beranggotakan 3 - 5 orang yang sekarang menjadi pilar kokoh kepengurusan inti. Tanggal 6 Oktober 2016 kemudian dipilih menjadi hari lahirnya komunitas ini. Masih baby, masih piyik, masih imut-imut tapi sudah cukup solid dan kuat kebersamaannya, setidaknya itu yang saya rasakan. Setahun sudah FBB berdiri dan anggotanya mulai bertambah secara bertahap sampai sekarang berjumlah 13-15 orang.
Hello, my wonderful baby!
Kalo salah satu dari kalian ada yang blogger asal Kalimantan Selatan dan mau ikutan gabung komunitas ini, bisa banget! Atau kalian yang mau tau seputar kegiatan anggota FBB juga bissaa bangett! Caranya? Follow aja twitter dan instagram FBB yak.

Nah, sekarang saya mau flashback sedikit ke beberapa bulan lalu, di mana saya mulai bergabung ke dalam komunitas ini. Saya masuk menjadi anggota FBB sekitar bulan puasa tahun ini tepatnya bulan Mei, hmm masih baru banget kan? Waktu itu blognya masih di wordpress dan belum punya domain sendiri.  Kalo dilihat-lihat dari semua anggota yang aktif di grup sepertinya sayalah yang paling newbie, hehe. Gimana ga newbie di saat anggota lain sudah 2 3 tahun yang lalu ngeblog saya baru hitungan bulan. Di saat yang lain udah bisa menghasilkan sesuatu dari blognya (dengan menerima job review dari agen atau jadi buzzer) saya masih berkutat dengan konten blog dan segala tetek bengeknya. Hmmm, kasian deh eykeeh πŸ˜‚.

Sebenarnya sih, saya sudah berkenalan dengan dunia blogging sekitar 2 tahunan lalu, tapi waktu itu dalam proses pembuatan blog perdana saya masih random banget. Maksudnya?? Ya, si mamak gaptek stadium 3 ini entah masuk darimana tiba-tiba berhasil membuat satu dua akun dan menulis blogpost  di dalamnya.

Tapi ya karena niatnya belum terlalu kenceng ditambah tujuan ngeblog ga jelas saya lantas lupa sama sekali kalo saya punya blog yang harus diurus dan akibatnya saya lupa bagaimana caranya masuk ke akun saya sendiri, wkwkwk *gaje banget *minta ditabok.

Dan singkat cerita, -demi melihat ipar saya yang akhirnya punya blog juga- awal bulan April saya lantas memulai lagi petualangan jemari saya and finally got my own domain on August.

Yeaay, I have a real blog, learn to build it and wanna be a mommy blogger....  Semoga ga lupa lagi sama passwordnya yah....

Sejauh ini sepertinya saya menyukai dunia blogging. Dunia menulis yang menautkan saya dengan berbagai blogger di seluruh tanah air, berbagi cerita ke orang lain dan menyimak cerita juga dari orang lain. Dari blogging saya juga belajar berinteraksi dengan banyak orang walaupun lewat dunia maya, menyerap berita dan informasi dari berbagai pandangan untuk kemudian menyaringnya dan menyimpannya di kepala.

Dari blogging saya juga terpaksa belajar ilmu TI (Teknologi Informatika) yang selama sekolah adalah sesuatu yang paling tidak saya sukai. Saya yang buta TI ini benar-benar harus belajar secara otodidak, mulai dari cara memasang template, memilih template yang SEO dan responsive, mengatur menu navigasi, membaca Google Analytics, sampai sok bisa mengedit-edit kode script di HTML dan berujung super panik karena gagal memasukkan codingnya *muahaha. Benar-benar memacu adrenalin saya yang gaptek ini.

Dan lebih jauh dari itu semua, blogging menjadi salah satu self-healing saya atas Post Partum Depresion (PPD) yang saya alami setahun lalu. Ok, mungkin saya akan menceritakannya lain kali. Setelah mencoba memasuki dunia menulis ini perlahan perasaan bergejolak selama PPD saya mulai tertata walau masih harus belajar lagi untuk bab "Sabar". Tapi, jujur saya merasakan ketika menulis ada emosi yang tersalurkan dengan baik. Dan saya mengakui saya lebih baik dari diri saya setahun lalu, biidzniLlaah....Dan saya sangat mengamini kata-kata mba Alaika.

Writing is one of self-healing (Alaika Abdullah, Blogger Perempuan)

Beberapa saat lalu saya dengar ada yang berkata bahwa "profesi" blogger sedang naik daun dan (ada yang men-judge) banyak yang ber-blog ria karena aji mumpung alias menjadi blogger hanya sebatas "kekinian", tapi saya pilih untuk tak ambil pusing. Cukup karena menulis bagi saya adalah sebuah terapi saya akan tetap menulis sampai kapanpun, insya Alloh. If you have one specific passion you will understand what my "why" .


🌺🌺🌺

Oya, saya juga mau ngucapin makasih yang sebanyak-banyaknya buat orang-orang yang sudah mendukung saya di sini, pertama dan yang terutama adalah suami saya, yang sudah ngerti banget kalo istrinya sekarang adalah blogger amatir, yang memberikan kelonggaran waktu, yang perlu me time sebentar di depan komputer untuk mencurahkan segenap uneg-uneg di kepala. Jazakalloh ya jauzii atas pengertiannya πŸ’•.

Terimakasih banyak juga kepada mba Aswinda FBB alias ipar sayah yang mengenalkan grup keceh ini *kiss. Makasih teramat sangat juga kepada Mba Ruli ketua FBB yang sedari awal saya recokin masalah template melulu (sabar ya Mba punya anak buah macam sayah, ampuun). Teribble thanks also for my older sistah, mba Gita FBB yang sudah sabar dan ga bosan melayani segala kerempongan adiknya ini, sharing ini itu, tanya ini inu, dan sebagainya (adik?? Sejak kapan?? mba Gita said πŸ˜‚). Mba Antung FBB juga yang sudah bersedia menjawab keresahan dan kegalauan saya waktu transisi platform blog, makasih ya Mba padahal sendirinya repot sama kerjaan kantor dan anak pula *bighug. Daaann semua pengurus serta member yang selalu mendukung satu sama lain sampai si baby ini berumur setahun dan akan menyelenggarakan event bareng...........Wardah.

What???  Wardaah!??



Siapa yang ga kenal Wardah? Produk kecantikan ter-femes di Indonesia dan masih satu-satunya yang membuat muslimah tidak ragu untuk memakainya. Dan untuk sekelas komunitas seperti FBB yang notabene masih sangat muda ini bisa kerjasama bareng produsen besar macam wardah bikin saya tertegun, tercengang, sambil mulut ternganga mengucap "WOW" koq bisa?

Ok, secara resmi saya mau pay respect buat pengurus yang mengusahakan ini semua. Kereen bangett. Two thumbs!πŸ’ (Mudahan ga lebay ya)

Selain ngadain Blog Competition, FBB bersama Wardah juga ngadain Beauty Class gratis! Kamu yang berdomisili di Banjarmasin bisa ikutan banget, tenaaang ini tempatnya tertutup jadi aman mau buka kerudung buat facial dan make up-an. Mau ikutan? Menangin give awaynya dulu yuk. Caranya ada di instagram saya atau buka official instagram Female Blogger Banjarmasin.

Gratis buat pemenang. Lakasi umpatan give away nya luh! 😍


Hayuukk yang di Banjarmasin ikutaaan. Ada beauty class gratiss dari Wardah tanggal 22 oktober plus dapat goodie bagnya jugaak 😭 aku mauu, tapi ga bisa datang, jauuuhh 😩 kamu ikutan yuk. Ya ampuun, ini ga usah mikir 2x kalo aku di Banjarmasin dan sekitarnya #Repost @femaleblogger.bjm (@get_repost) ・・・ Mau ikut Beauty Class GRATIS bareng Wardah dan Hadiah Menarik buat 2 orang pemenang? Yuks ikuti Giveaway Female Blogger Banjarmasin dalam rangka merayakan Ulang Tahun yang PERTAMA. (Khusus daerah Banjarmasin dan sekitarnya). Rules : *Follow instagram @femaleblogger.bjm, @wardahbeauty dan @wardah_banjarmasin serta like fanpage facebook Female Blogger Banjarmasin *Repost foto kemudian pada caption kamu bisa tulis ucapan selamat ulang tahun, kritik, saran dan harapan untuk FBB dan ceritakan produk Wardah favorite kalian beserta alasannya * Tag juga IG FBB dan IG Wardah pada banner saat kalian me-repost *Mention 5 orang teman kalian untuk mengikuti giveaway ini. *Jangan lupa gunakan hastag #GiveawayFBBxWardah #FBBTurn1xWardah Note: *Komentar DONE jika sudah melengkapi semua syarat *Akun jangan diprivate agar kami bisa cek postingan kamu *Pemenang dipilih berdasarkan caption terbaik dan random dari pihak Female Blogger Banjarmasin *Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat. *Unfollow setelah giveaway ini berakhir akan di block untuk giveaway berikutnya. Periode Giveaway ini dari tanggal 3 Oktober - 17 Oktober. Pengumuman dilakukan pada tanggal 20 Oktober. . . #bloggerindonesia #bloggerbanjarmasin #giveawaybanjarmasin #banjarmasin #banjarmasinbungas #bloggerbjm #giveaway
Sebuah kiriman dibagikan oleh Latifika Sumanti (@latifika_sumanti) pada


Ngomong-ngomong tentang Wardah, pasti donk saya juga punya produknya di rumah. Dan yang paling saya suka dari semua produknya adalah lipstiknya. Yeaah, hahaha. Akhirnya ya emak yang ga bisa dandan mulai perawan ting-ting ini bisa lipstikan juga akhirnya. Iya donk, sekarang udah ga malu lagi pakai pewarna bibir, kaan udah punya suami, hihihi.

Andalan: Long lasting peach dan Matte Nude
Apa alasan saya memilih lipstik Wardah? Apalagi kalo bukan karena sertifikat halalnya. It's priceless. Kalo teregistrasi dari BPOM sudah pasti kan yah, tapi mengantongi label halal dari MUI, hmmm ga semua bisa. Secara lipstik itu di bibir jadi rentan banget tertelan walau sangat sedikit jadi saya pilih yang aman di bibir dan nyaman di hati.

Saya paling syukaa sama yang warnanya peach, warna antara orange-pink gitu. Karena seger aja kalo liat orang make warna orange dan kelihatan lebih muda aja. Iya, saya emang mau keliatan segeran dan mudaan, wkwkwk. Maklumin ya.... karena saya memang masuk dalam barisan "emak-emak melawan tua", *eaaaa *lempar gincu

🌺🌺🌺

Well, di akhir tulisan ini saya berharap semoga FBB bisa lebih maju lagi, lebih cetar lagi, lebih solid lagi, lebih berfaedah lagi buat banyak orang, lebih banyak lagi berkontribusi bagi banua, dan kami di dalamnya bisa dapat ilmu blogging lebih banyak lagi, karena menulis tidak hanya semata untuk urusan dunia tapi juga akhirat.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih banyak bagi yang sudah membaca dari awal sampai habis.

Salam love, peace, and gaull *halah




Continue Reading


Assalamu'alaikum

Berawal dari niat saya di awal tahun 2017 tadi yang ingin sehat (terutama dari radang sendi kaki) dan niat saya yang ingin "mengurusi" suami yang sampai saat ini entah kenapa ga kurus-kurus juga, tapi justru istrinya yang loss weight almost 10kgs (eaaaaa, kaga ada yang nanya bu -_- *timpukpakemouse), di sanalah saya bertemu dengan suatu komunitas gaya hidup sehat yang dari sana saya belajar sangat banyak tentang ilmu kesehatan. Yah, walaupun saya belum bisa nyemplung 100% tapi banyak hal yang bisa saya adaptasi dari sana, salah satunya tentang minyak goreng.

Bagi saya sendiri pembahasan ini cukup menarik karena setiap hari kita bersinggungan dengan minyak sehingga mau tidak mau harus lebih aware memilih minyak goreng bagi keluarga terlebih suami saya yang memiliki riwayat trigeliserida tinggi. Akhirnya, saya coba mencari informasi tentang minyak goreng yang biasa kita gunakan, minyak goreng kelapa sawit.

Ada apa ya dengan minyak goreng yang biasa kita pakai? Langsung aja baca 4 fakta yang saya kumpulkan dari berbagai sumber. Hmm, faktanya jelek atau baik untuk dikonsumsi? Udaah... baca aja dulu sampai habis ya mak πŸ”

1. Luas lahan sawit

Beberapa tahun belakangan di negara kita terjadi ekspansi besar-besaran lahan sawit, baik yang asalnya tanah kosong ataupun tanah yang sebelumnya sudah ditanami tanaman lain. Lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tanah Indonesia yang subur dengan matahari yang muncul sepanjang tahun membuat negara kita dilirik grup taipan berpengaruh (konglomerat Asia).

Total luas lahan sawit yang sudah dibuka sampai 2015-2016 sekitar 11,6 juta hektar. Hanya selisih 1 juta hektar lebih kecil dari Pulau Jawa yang luasnya 12,8 juta hektar. Pembukaan perkebunan sawit paling banyak terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang cenderung bertanah gambut karena pohon sawit konon menyerap air tanah lebih banyak dari tanaman apapun.

2. Asal minyak goreng sawit
Tahukah kalian dari bagian buah sawit yang manakah minyak goreng dihasilkan? Mungkin banyak yang tidak tahu, termasuk saya awalnya. Minyak yang dihasilkan berasal dari daging buah sawit. Sedangkan biji sawitnya atau biasa disebut kernel digunakan untuk indutri kosmetik dan pembuatan sabun dan juga detergen. Ada sekitar 60% minyak yang dihasilkan dari daging kelapa sawit dan hanya 11% yang berasal dari biji kelapa sawit, dimana minyak yang dihasilkan masuk dalam kategori high quality

Actually, minyak kernel lebih bagus dibanding minyak dari daging sawit

3. Proses pembuatan minyak goreng
Proses pembuatan minyak goreng dimulai dari pengambilan buah, perebusan, perontokan, pemerasan sampai penyaringan minyak. Tapi bukan kapasitas saya bicara di sini tentang semua proses itu secara gamblang dan saya tau pasti kalian akan bosan sekali membacanya, bukan begitu? (Ga boleh su'udzon buπŸ˜‚)

Ok, lanjut ya

Di antara semua proses tersebut saya tertarik mendalami proses penyaringan yang diterapkan. Jadi, dari proses pemerasan yang dilakukan oleh mesin ekstraksi akan didapat minyak kasar yang masih bercampur antara serabut, kerikil, pasir, dan kotoran lainnya. Setelah itu baru disaring.

Selesai sampai di situ? Ooh, tidak, masih cukup jauh lagi perjalanannya. Rasa-rasanya tidak ada yang ingin memakai minyak goreng berwarna merah pekat seperti ini, bukan?
CPO, hasil penyaringan minyak sawit pertama, belum ditambah zat kimia apapun

Ini adalah CPO atau Crude Palm Oil. Inilah wujud minyak sawit asli, berwarna merah. Ada yang mau mengonsumsinya? Hahaha, siapa yang berani? Di dalam CPO terkandung 95% trigeliserida, zat besi, dan tembaga ((tembaga)). Lalu untuk mengubah warnanya digunakanlah asam fosfat. Yas, asam f o s f a t. (Kalo kalian mendengar fosfat asosiasinya kemana?).

Setelah ditambahkan asam fosfat -yang gunanya untuk mengikat warna merah dari CPO-, minyak-sawit-on process berubah warna menjadi putih susu karena masih mengandung olein dan stearin. Sampai di sini dilanjutkan proses deodorizing alias penetralan aroma kelapa sawit. Dan hasilnya adalah RBD PO atau Refined Bleaching Deodorizing Palm Oil alias Minyak sawit hasil saringan yang diputihkan dan dihilangkan baunya.

Ternyata ga cuma keti aja ya yang dipakein deodorant πŸ˜‚.

RBD PO, hasil sulingan setelah ditambah zat kimia pengikat warna merah dan penetral bau

Singkat cerita, RBDP PO ini kemudian mengalami (lagi) proses pemisahan antara olein dan stearin, dimana olein akan menjadi minyak yang berwana kekuningan dan stearin wanna be margarin atau minyak padat. Yeaah, bener banget, margarin adalah hasil produksi dari minyak kelapa sawit.

Fiuuh, panjang betuul ternyatah. Dan sepanjang proses pemurnian minyak sawit, sepanjang itu pula zat-zat kimia ditambahkan *eengg.

4. Frekuensi pemakaian yang disarankan
Menggunakan minyak goreng kelapa sawit yang disarankan adalah 2 - 3x pemakaian dengan minyak yang sama. Tapi, jika sekali pemakaian minyak sudah berubah menjadi gelap, kental, dan berbau tengik maka gantilah dengan yang baru. Hal ini ada kaitannya dengan proses oksidasi yang terjadi karena pemanasan si minyak sehingga menyebabkan perubahan gugus senyawa penyusunnya. Memakai bahan-bahan yang sudah teroksidasi sangat berbahaya bagi tubuh. Sel tubuh akan mudah berubah menjadi radikal bebas karena terpapar oksidasi. Saya pernah menjabarkan sedikit tentang radikal bebas, oksidasi, dan teman-temannya di artikel beberapa waktu lalu.

(Baca juga tentang radikal bebas di sini)


Pemandangan lazim di pedagang gorengan *errrrr
Sumber: Tribunnews
Sering beli gorengan di luar? Mulai sekarang sambil dilihat-lihat lagi yak minyaknya. Seenak apapun  jajanannya tetap perhatikan kesehatan. Beberapa pedagang masih ada koq yang tetap mengutamakan kualitas bahan yang dipakai.
🌺🌺🌺

Intinya, fakta di atas murni hanya menyampaikan dan tidak bermaksud mengajak untuk apapun. Karena saya yakin banyak yang tidak tahu terutama proses pembuatan minyak goreng padahal di setiap dapur kita bertengger satu dua botol minyak goreng. Kalo saya sendiri gimana? Nah, jawaban pertanyaan ini akan saya berikan di artikel kesehatan saya selanjutnya. So, it will be continued. Stay tune on my blog πŸ“Œ

Semoga bermanfaat mak🌱



Referensi:
https://www.soilindo.com/perkebunan-kelapa-sawit-terbesar-indonesia/
http://www.golco.co.id/resource/



Assalamu'alaikum....

Yuhuuu, kali ini kita coba buat mie ayam sendiri yuk. Bagi kalian pecinta mie ayam ini wajib dicoba karena ternyata bikinnya gampang banget. Ga percaya? Hehehe, saya aja sampai terbengong-bengong pas awal eksperimen. Loh gini doang? Yakin? Eh pas dirasain, enak (banget) ternyatah, mirip kaya mie ayam langganan.
(astaghfiruLloh, moga ini ga termasuk sombong 😢)

Walaupun begitu, resep mie ayam ini ga bisa dibilang homemade juga ya karena saya ga pakai mie bikinan sendiri. Pengen sih sebenarnya menghadirkan yang benar-benar homemade di meja dapur untuk keluarga kecil saya, tapi nanti, mungkin 2 3 tahun lagi saat bocah-bocah mulai belajar mandiri *Uh  πŸ˜˜ 

Anyway, ini sudah percobaan mie ayam yang ke 5 atau 6 terhitung sejak saya mencoba membuatnya 1.5 tahun lalu. Artinya saya termasuk sering me-recook mie ayam. Soalnya kalo lidah lagi kangen pengen beli tapi kebayang-bayang pikiran "itu minyak wijennya halal ga ya? saus tiramnya? ayamnya tiren ga? mienya ga berformalin?" dan pikiran-pikiran suudzon lainnya *eh, akhirnya daripada was-was bikin sendiri aja.

Eh, ini beneran.... minyak wijen dan saus tiram jadi titik kritis kehalalan jajanan ini. Bagi penjual yang ga mau tau soal ini mereka akan lebih memilih bumbu-bumbu yang lebih enak dengan harga yang lebih murah walaupun itu harus mengabaikan prinsip agama (aduh mak, mulai berat ngomongnya ya *BHAY)

Sudaaaah...coba bikin sendiri aja . Gampil bingit ini, yess!

Oya, resepnya ada yang rempong dikit dan ada yang simple. Mau yang mana? Karena biasanya saya eksekusi yang resep simple jadi kali ini saya pengen nyoba yang agak rempongan dikit, mau tau aja gimana rasanya.

Ok, siap mak cyint?! Cusss lah kalo begituh....

Bahan-bahan kuah ayam:
  1. Dada ayam 2 buah, potong dadu
  2. Telur rebus 3 butir
  3. Bawang bombay kecil 1, cincang
  4. Bawang merah 6 siung, cincang
  5. Bawang putih 4 siung, cincang
  6. Daun jeruk 4 lembar
  7. Daun salam 2 lembar
  8. Jahe 1 ruas, geprek
  9. Lengkuas 2 ruas, geprek
  10. Ketumbar bubuk 1sdt
  11. Saus tiram 1 sdm
  12. Minyak wijen 1 sdm
  13. Kecap manis 5 sdm
  14. Garam, merica secukupnya

How to:
  1. Tumis triplet bawang sampai layu dan harum
  2. Masukkan duo daun, jahe, lengkuas, ketumbar, tumis sebentar
  3. Masukkan air dan biarkan mendidih
  4. Masukkan dada ayam
  5. Tambahkan saus tiram, minyak wijen, tunggu sampai air reduce sedikit
  6. Masukkan telur, kecap manis, garam merica. Biarkan bumbu meresap
  7. Koreksi rasa. Sisihkan
Bahan-bahan minyak ayam:
  1. Kulit ayam dari hasil fillet dada dan beberapa bagian yang lain
  2. Bawang putih 1 siung, cincang 
  3. Minyak goreng kelapa atau olive oil 3 sdm
  4. Garam secukupnya
How  to:
  1. Tumis bawang putih
  2. Masukkan kulit ayam dan tumis sampai mengeluarkan minyak dari kulitnya
  3. Sisihkan
Bahan-bahan kuah kaldu:
  1. Tulangan ayam sisa fillet
  2. Bawang putih 1 siung
  3. Garam merica secukupnya
  4. Air secukupnya
How to:
  1. Masukkan air ke dalam panci dan didihkan
  2. Masukkan tulangan ayam, bawang putih, dan garam
  3. Rebus beberapa menit hingga reduce sedikit
  4. Sisihkan
Cara Penyajian:
  1. Mie keriting direbus hingga agak lunak. Bilas mie dengan air matang beberapa kali hingga airnya tidak lagi kuning. Rebus lagi sampai dirasa cukup lunaknya.
  2. Masukkan mie ke dalam mangkuk
  3. Tuang 1 sdm minyak ayam
  4. Masukkan kuah kaldu beberapa sendok, jangan tergenang. Ini bukan bakso ya mak 😘
  5. Tata ayam, telur, dan rebusan sayur
  6. Sajikan hangat

Oya, kenapa saya milih mie keriting Cap Kijang? Karena menurut saya hanya mie itu yang teksturnya mendekati mie basah. Mie itu juga yang saya pake buat bikin bakso tempo hari. Eh, yang mau resep bakso homemade bisa baca juga tulisan saya.

Baca juga: Resep Bakso Lezat Ala Dapur Emak


Resep mie ayam yang ini versi agak rempongnya. Yang simplenya? Biasanya saya skip kuah kaldu dan minyak ayam. Setelah saya icip-icip ternyata rasanya sama saja antara versi ribet dan versi simple. Gimana versi simplenya? Cukup bikin kuah ayam dengan porsi kuahnya dilebihin, agak banyak. Kuah ayamnya itu nanti yang menggantikan kuah kaldu.


Tapi apapun versinya, ini super yummi umamiiii! πŸ˜‹. Yuuk, bikin sendiri di rumah mak. Semoga bermanfaat




Assalamu'alaikum...

Masih ada stok daging sapi sedikit di kulkas ditambah harga daging ayam lagi murah di pasar, hayuklah kita bikin bakso homemade.

Kebetulan beberapa hari lalu saya membaca resep bakso di facebook. Demi membaca klaim atas resep tersebut, saya yang masih belajar masak ini merasa tertantang untuk membuktikannya. Hmm, apa sih klaimnya? Di resep itu bilang kalo rasanya 99% mirip dengan bakso jualan abang-abang. Saya yang masih dalam pencarian resep bakso yang pas di lidah dan di hati langsung men-skrinsyut resepnya itu. Beberapa saya modifikasi berdasarkan bahan yang ada di dapur dan pengalaman-pengalaman sebelumnya mencoba berbagai resep bakso ((berbagai)).

Ok, now it's time to prove it!

Bahan-bahan:
  1. 1/4 kg daging sapi
  2. 1/4 kg daging ayam
  3. 1 butir kemiri goreng
  4. 5 siung bawang merah goreng
  5. 3 siung bawang putih goreng
  6. 1 butir telur
  7. 5 balok es 
  8. 6 sdm tepung kanji
  9. 2 sdm minyak goreng
  10. 1 sdm garam
  11. 1 sdt gula
  12. 1 sdt saus tiram
  13. merica secukupnya

How to:
  1. Giling semua bahan menjadi satu. Karena malas keluar jadi giling pakai blender di rumah saja. Kalo mau giling pakai blender masukkan sedikit-sedikit ya. Minyak berguna untuk melicinkan proses pencampuran
  2. Didihkan air kaldu yang dibuat dari tulangan sapi. Resep di bawah ya
  3. Setelah mendidih, kecilkan api. Buat adonan kecil-kecil dan masukkan ke dalam rebusan
  4. Tunggu sampai mengapung beberapa saat
  5. Sajikan

Dengan resep tersebut menghasilkan 40 biji pentol bakso ukuran sedang. Oya, resep ini sama sekali ga pakai kaldu bubuk sapi tapi rasanya AlhamduliLlah, joss gandooss bambang gulindang! πŸ˜‚.

Perpaduan kaldu yang keluar dari tulang ditambah rempah-rempah yang kaya rasa mampu menciptakan bakso gurih yang lezat. Saya suka sekali cita rasanya, pas banget di lidah. Beneran seperti makan bakso jualan abang-abang, tapi bedanya kita bisa mengontrol MSGnya dan ga bikin kena "Chinesee Restaurant Syndrom" yang biasanya saya alami setelah menyantap jajanan berkuah. Apa itu? Gejala mual dan pusing setelah makan-makanan ber-MSG, konon katanya makanan bercita rasa Cina tinggi kadar MSGnya. Bener ga ya?

Kalo di resep ini mungkin ada sedikit dari saus tiramnya, tapi cincay lah bisa ditolerir, dikit (banget) itu.

Recook? Yess aaah....

Resep air kaldu
Sebenarnya ini adalah sup tulangan bening yang saya buat tanpa sayur.

Bahan-bahan:
  1. 300 gr - 500 gr Tulangan daging
  2. 1 buah bawang bombay cincang
  3. 2 buah bawang putih cincang
  4. Sejumput kayu putih bubuk
  5. 1 ruas jahe geprek
  6. Bunga sisir 1 biji
  7. Cengkeh 3 biji
  8. Air untuk merebus, sesuaikan
  9. Garam, merica secukupnya
How to:
  1. Rebus tulangan dengan api besar sebentar untuk membuang darah dan kotoran
  2. Ganti air dan rebus tulangan kembali, didihkan
  3. Setelah mendidih dengan api sedang masukkan semua bumbu-bumbu
  4. Koreksi rasa

Ini resep bakso yang paling enak yang pernah saya coba. Kalo saya amati dan membandingkan dengan resep sebelumnya sepertinya beberapa poin yang bikin enak adalah; penambahan kemiri, saus tiram (padahal cuman 1 sdt aja sih untuk 1/2 kg adonan), dan yang jadi tersangka utamanya adalah air untuk merebus pentol baksonya yang berasal dari sup tulangan.

Hayukk lah maak, coba juga di rumah. Ini endes surendess! 😚

Semoga bermanfaat!





Assalamu'alaikum...

Panasnya hari membuat saya tergoda lagi untuk membuat es krim dung-dung favorit sejak zaman kecil. Es krim dengan rasa santan yang kental. aroma pandan bercampur vanila. Hmmm, aduhaaii lezatnya.

Resep ini perbaikan dari resep sebelumnya yang saya buat beberapa hari lalu. Tapi resep sebelumnya berhasil juga koq. Yang mau liat resepnya boleeh banget.

Baca juga Resep Ice Cream Super Simple

Resep kali ini saya pakai santan segar perasan pertama, supaya kental dan nendang di mulut. Saya juga pakai emulsifier, tapi entah kenapa ga ngembang kaya resep sebelumnya. Memang sih stepnya saya ubah sedikit, dimixer setelah adonan es dimasak, kalo resep sebelumnya dimixer setelah adonan es membeku / setengah beku. Tapi soal rasa jangan ditanya, let the pick talk.

Loh koq pakai agar-agar? Kenapa pakai emulsifier? Naah, penjelasannya sudah saya tulis di resep sebelumnya ya. Mangga.....

Bahan-bahan:
  1. Santan kelapa kental 600 mL
  2. Gula 7 sdm
  3. Tepung jagung 2 sdm
  4. Agar-agar sepertiga sachet
  5. Emulsifier 1 sdt
  6. Daun pandan 2 lembar 
How to:
  1. Masak santan kelapa, gula, tepung, agar-agar di dalam panci. Pastikan tidak bergerindil, aduk-aduk sampai mengental
  2. Tim emulsifer dan campurkan ke dalam adonan es yang baru dimasak. Mixer
  3. Setelah dianginkan, siap masukkan ke dalam freezer
  4. Setelah beku, keluarkan mixer lagi sampai lembut
  5. Bekukan lagi dalam freezer. Sajikan
Entah kenapa pas dimixer pertama ga ngembang. Jadi, hasilnya ga sebanyak resep pertama. Gulanya mungkin kurang banyak untuk ukuran makanan dingin, tapi ini opsional, kalian bisa menambahkan 2-3 sdm lagi kalo mau lebih manis.

Tapi ya apapun itu tetap yang judulnya "es krim" akan selalu dinikmati anak-anak. Si sulung sampai bilang "ummi terimakasih" berkali-kali saking senangnya si mamak bikinin dia es krim kesukaannya. Tapi, sayang ga boleh sering-sering ya naak, cukup di saat raga perlu pelipur lara karena gerah yang luar biasa seperti ini aja. Hihihi....

Yuk, coba juga di rumah juga maak. Ini melted!



Disclaimer: Tulisan ini sarat akan subjektivitas dan dominansi perasaan. Dilarang keras bagi calon reader yang punya sensitivitas negatif tinggi untuk meneruskan membacanya karena hanya akan berujung pada nyinyir dan sinis. Ini adalah cerita tentang seorang "saya" dengan kondisi depresi saat itu dan untuk sekarang semua sudah berlalu dan untuk orang-orang di dalamnya sudah tidak ada masalah sama sekali. Let's istighfar together before. 

Assalamu'alaikum....


Ini adalah sekeping kisah dariku, yang mulai belajar tentang arti memaafkan untuk kemudian bangkit.


Setahun lalu, aku mengalami hal yang ditakutkan oleh semua ibu-ibu baru di dunia.

Baby blues syndrom dan depresion post partum yang selama ini hanya aku baca ceritanya dari portal berita online ternyata menyapaku sebentar, selama 5 bulan....

Awalnya aku tidak menyadari apa yang terjadi denganku. Aku pikir ini hanya kelelahan biasa yang pasti dialami oleh semua ibu-baru-melahirkan. Apalagi ini adalah kondisi post partum yang kedua dengan jarak lumayan dekat ditambah tidak ada sanak keluarga yang bisa membantu. Aku pikir ini hal yang wajar, sangat wajar. 

Aku pikir kelelahanku itu masih normal, mudah marah dan gampang sakit juga sesuatu yang harus dimaklumi. Tapi lama kelamaan aku merasa dadaku rasanya sesak, pikiran tidak bisa jernih, kacau, kewalahan menangani situasi, hingga rasa kecewa yang meledak-ledak membakar diriku saat itu.

Awalnya di saat hamil aku merasa aman karena ada tetangga (walaupun satu-satunya) dan seorang temanku di perantauan. Aku pikir mereka bisa membantu. Bahkan salah satu dari mereka menawarkan diri untuk menolong nanti ketika anak kedua sudah lahir. Tapi mana??? Di mana mereka saat anakku menangis menjerit 15 menit tidak henti? Tidak mendengarkah mereka? Atau TV di rumah mereka terlalu keras??? 15 menit anakku menangis dan aku masih menyiangi ikan karena aku lapar, tidak ada makanan dan anakku yang pertama juga harus makan.

Aku semakin terpuruk dalam kekecewaan yang sangat dalam. Mana yang katanya mau membantu kerepotanku, hah!?? Omong kosong!

Satu dua kali rasa kecewa itu menggores lagi saat aku sakit demam karena masitis dan abses (radang karena pembengkakan di payudara). Hai temanku satu-satunya di kota perantauan, semoga tidak sama sekali kau merasakan hal yang sama sepertiku. Ini menyakitkan!

Aku melewati satu dua kali demam dengan sambil merawat anak-anak dan hanya ditemani suamiku yang saat itu disibukkan dengan kegiatan penilaian di kantornya. Dia sangat sibuk saat itu tak menyadari istrinya ini sudah termasuk pasien jiwa. Tetangga? Teman? Lupakan mereka.

***
Kalian tau, bahkan aku sempat memasang dua kali profil picture di whatsap dengan tulisan, "I'm seeking a new mom and a new wife for my lovely children and husband".

Yaah, aku ingin mencari pengganti untuk menggantikan tugasku menjadi ibu dan istri. Aku merasa sudah tidak sanggup lagi menyadangnya. Lebih tidak sanggup lagi setiap menyaksikan diriku sendiri melemparkan barang sambil berteriak histeris saat melihat suamiku bersiap-siap berangkat kerja di hari Ahad, setiap pekan. Aku tidak sanggup lagi melihat diriku sendiri hampir setiap hari membentak anak pertamaku saat dia melakukan kesalahan yang dia sendiri tidak tahu itu salah. Aku muak dengan diriku. Aku ingin enyah saja dari hadapan mereka!

Tidak ada tempat berbagi saat itu. Dadaku semakin sesak, tingkah lakuku semakin tidak terkontrol. Kalimat-kalimat kekecewaan aku tumpahkan di media sosialku. Tapi apa yang aku dapat! Intimidasi dari beberapa orang untuk menghapus status-statusku. Bukannya menanyakan "Ada apa Fika? Kenapa? Sini cerita sama aku". Satu dua menyerangku secara terbuka, sisanya -aku tau pasti- menjatuhkan penilaian negatif.

Tidak terpikirkan di kepala mereka untuk menyapa jiwaku, alih-alih justru menganggap apa yang aku lakukan memalukan mereka yang mengenalku lantas menyuruhku ini dan itu. Sama sekali tidak ada simpati apalagi empati. Kalian tidak tau apa yang aku rasakan, kan??! Itu adalah kondisi yang menghantarkan banyak ibu-baru-melahirkan membunuh bayinya atau membunuh dirinya sendiri. Kalian tau rasanya hah?? Tidak, tidak akan. Kalian tidak akan tau rasanya sebelum kalian merasakannya sendiri.

Huufh, maafkan aku yang terlampau emosi menuliskannya. Sebenarnya sedih sekali bila ingat episode kehidupan terburukku. Tapi aku menulis ini untuk berbagi dan menjadikannya pelajaran untukku sendiri.

Bagaimana aku melalui 5 bulan mengerikan itu?

Suatu hari terbaca olehku kata-kata bijak. Aku tidak tau dari siapa quote ini aku baca, yang pasti setelah membacanya, aku merenung. Dari sinilah aku belajar membalik semuanya -biidzniLlah-

Bersandar pada manusia akan berujung pada rasa kecewa. Bersandarlah, berharaplah pada Alloh SWT semata. Hanya Dia yang tidak akan mengecewakanmu.

Seperti tertampar, aku pelan-pelan memperbaiki mind-set ku yang selama ini terlalu mengharapkan bantuan orang lain. Benar, bergantung pada orang lain hanya akan berujung pada kekecewaan, maka bergantunglah kepada Sang Pemilik Hidup, Alloh Azza Wajalla. Perubahan pola pikirku itu seperti membawa kekuatan tersendiri. Aku mulai bisa mengontrol diri, meletakkan masalah, mencari solusi terbaik, sampai memaafkan orang-orang tersebut. Perlahan tapi pasti aku memperbaiki diri.

Satu hal yang pertama aku dapatkan, kembalikan semua pada Alloh, Sang Pemilik Kekuatan, maka kalian tidak akan pernah kecewa.



Lalu, bagaimana selanjutnya?

Setelah merasakan titik balik dalam diriku, ada semacam semangat baru yang mulai aku rasakan gemericiknya. Aku mulai mencari-cari hal apa yang bisa membuatku senang. Aku memilih berkebun, membaca dan mengumpulkan novel, serta menulis. Ya, blog ini muncul dari situ. Blog ini sebagai penyaluran emosiku, for me writing is one of my self-healing.

Aku tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut kenapa bisa begitu, mungkin ini hanya bisa dipahami oleh sesama orang dengan writing-passionate. Di blog ini aku bisa berbagi banyak hal, mulai dari yang bermanfaat seperti tutorial dan tips sampai hanya sekedar curcolan ala emak-emak sepertiku. Entah kenapa aku merasa senang dengan ini. Sekali lagi ini mungkin hanya bisa dimengerti oleh kalian yang punya passion yang sama.

Writing is my self-healing, just it. So don't judge me as like as you want.

Hei, membaca dan mengumpulkan novel juga menjadi hobi baruku sekarang. Tapi aku termasuk yang picky, pemilih. Sementara ini aku hanya ingin mengoleksi dari penulis yang aku ingin sekali berkata "Damn! That's so inspiring novels" Yang pernah sekali saja membaca novel Tere Liye pasti tau betapa berbeda tulisan-tulisannya dengan penulis novel yang lain.

Dari sana aku belajar banyak hal, prinsip hidup (edisi Pulang), semangat hidup dan kemanusiaan (edisi Tentang Kamu dan Bidadari-Bidadari Syurga), ekonomi, sosial, politik (Negeri Para Bedebah, Negeri di Ujung Tanduk), ilmu parenting (serial Anak Mamak, Ayahku Bukan Pembohong), kekuatan agama (novel Islami Rindu), bahkan ilmu fisika, kimia, biologi dalam khayalan fantasi (Bumi, Bulan, Matahari, Bintang), dan masih belasan lagi yang belum aku baca. Mungkin beberapa teman ada yang menganggapku berlebihan, lebay, tapi coba baca satu saja maka kalian akan tau kenapa aku begitu terobsesi dengan novel-novelnya.

Semoga aku tidak terlihat sebagai sales buku Tere Liye ya, hahahah 😝

Dua tiga hal yang bisa saya petik dari sini, lakukan apa saja yang menjadi hobi kalian, passion kalian, maka rasakan betapa energi negatif akan lepas dan emosi akan tersalurkan dengan cara yang tepat. 

Bagaimana menemukan passion yang tepat? Lakukan apa saja yang membuatmu senang dan bersemangat melakukannya, lakukan jika itu bermanfaat bagi dirimu dan orang lain.

Kenapa bisa terjadi baby blues syndrom dan depresi pasca lahiran?

Perubahan hormon yang drastis antara jeda mengandung dan melahirkan dituding sebagai penyebab utamanya. Hormon yang tidak stabil menyebabkan ibu yang sebelumnya sudah "maraton" kelelahan menjadi sangat rentan terpuruk kesehatan raga dan jiwanya. 

Baby blues menimpa 50 - 85% para ibu di dua pekan pertama setelah melahirkan. Jika baby blues tidak tertangani dengan baik maka akan berlanjut pada depresi pasca lahiran dengan presentasi sebesar 10 - 20% para ibu di satu tahun pertama setelah melahirkan.

Di diriku sendiri, selain faktor hormon yang labil dan kelelahan yang bertubi-tubi, penyakit osteoarthtitis alias radang sendi yang aku sandang selama 1,5 tahun menjadi penambah beban BBS-PPD yang aku alami. Sakit yang menyebabkan aku seperti orang yang tidak berguna sebagai istri dan ibu benar-benar memperpuruk kondisi saat itu. Aku menjadi seperti tidak ada artinya.

Sampai di sini sebenarnya sudah sangat jelas bahwa aku terkena PPD, tapi aku terlalu takut mengakuinya saat itu. Baru setelah kondisi membaik seperti sekarang aku mencoba untuk mencari tau apa yang terjadi denganku waktu itu dan benarlah ternyata aku sempat mengalami depresi pasca lahiran.

Inner child. Ada beberapa masa laluku yang belum tuntas dan dia mau tidak mau membentuk karakterku selama ini. Inner child yang bermasalah menyumbang parahnya depresiku. Tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan dan menutupnya sedalam-dalamnya.

Tetangga dan karib yang tidak peka ikut berperan (besar) kenapa BBS-PPD bisa terjadi. Tidak ada yang bisa menutup rasa kekecewaanku yang sungguh sangat membuncah itu, awalnya. Tapi rupanya begitu cara Alloh mengingatkan kesalahanku. Dan kini aku juga memutuskan untuk memaafkan mereka dan membuka lembaran baru.

Suamiku? Dia sangat sibuk sekali. Sungguh, aku tidak pernah melihat dia begitu mengabaikan kondisi istrinya seperti saat itu. Aku paham pekerjaannya sedang banyak-banyaknya, tugas-tugasnya menumpuk, dan aku tau dia tipe orang profesional yang berusaha sekali untuk menyelesaikan amanahnya dengan benar. Tapi, jujur ada retakan di hatiku yang makin lama makin besar ketika aku merasa dia mengacuhkanku. Walaupun aku tau tidak mungkin rasanya dia sengaja melakukannya. Ya dia tidak sengaja karena pikirannya habis tervorsir pada pekerjaannya.

Tetapi itu kejadian kemarin, 10 bulan yang lalu. Seakan tau, kini suamiku berusaha menyelesaikan lemburannya di kantornya. Tidak seperti dulu yang membawa setumpuk berkas ke rumah yang menghalangi mata dan telinganya dari istrinya. Kini suamiku lebih banyak menyentuh istrinya dibanding kertas-kertas tugasnya. Padahal aku tidak pernah cerita padanya bahwa aku depresi. Aku tidak pernah berbagi cerita kegilaanku pada siapapun, hanya satu orang waktu itu dan itupun aku hanya minta didoakan. Lidahku berat mengisahkan semuanya.

Terimakasih atas pengertiannya, suamiku... dan itu benar-benar membawa perubahan positif pada jiwa istrimu ini.

That's my pieces of story, dari PPD aku belajar banyak hal, dari PPD aku bisa menggali passionku, dan dari PPD aku menemukan kebenaran Cinta yang hakiki.

****

Berbagi itu indah, berbagi itu menyemangati diri sendiri. Maka aku akan selalu berbagi untuk hidup ku di "masa depan".








Assalamu'alaikum. . . .

Lagi musim kemarau ya, hawanya panas banget, di tempat saya sampai dibikinkan hujan buatan loh. Koq tau? Iya, habis helikopter bolak-balik lewat terus malamnya byuurr, hujaaan. . . .

Karena cuacanya panas inilah saya tergoda untuk membuat es krim. Apa? Rempong? Ga sama sekali. Ini super simple, ga percaya? Laah, saya kan sukanya yang cepet kalo apa-apa satset satset bereess, xixixi. Jadi percaya aja ya kalo ini bener-bener es krim super simple.... *maksa ih

Karena saya suka es krim dung-dung jadi resep ini menggunakan santan, saya skip susu kental manis atau susu bubuk.

Bahan-bahan:
  1. Santan 600 mL (air matang 600 mL + santan kental 100 mL)
  2. Gula 7 sdm
  3. Tepung jagung 3 sdm (biasa pakai merk Maizena)
  4. Agar-agar bubuk setengah sachet
  5. Emulsifier 1 sdt (pelembut kue, misalnya merk; SP, Ovalet, TBM)
How to:
  1. Masukkan santan, gula, tepung, agar-agar ke dalam panci, lalu aduk rata
  2. Nyalakan api, didihkan sambil terus diaduk. Tunggu sampai mengental dan meletup-letup. Matikan
  3. Angin-anginkan adonan dalam wadah, setelah dingin masukkan dalam freezer
  4. Tim emulsifier dengan cara memanaskannya sampai mencair, dinginkan.
  5. Keluarkan adonan es krim lalu campur dengan emulsifier, mixer sampai mengembang
  6. Masukkan ke dalam kulkas dan tunggu sampai mengeras.
Hasilnya?
Es krim nya lumerrr, lambat dikit udah mencair lagi dia. Khas es krim dung-dung banget lah pokoknya. 

Ada beberapa poin yang mau saya ulas sedikit di sini, mungkin salah satunya terpikirkan di benak emak-emak sekalian.

Kenapa pakai emulsifier? Karena saya belum berhasil bikin yang tanpa bahan itu. Pernah bikin dengan skip emulsifier, hasilnya malah kaya es keroo 😭 ga ada spesial-spesialnya blas....

Sebenarnya bisa saja tanpa si Mr.E ini, dengan cara tradisional atau dengan menambahkan whiped cream bubuk. Cara tradisional adalah dengan menggunakan es balok besar ditambahkan garam krosok untuk menurunkan titik bekunya sambil diputar-putar di dalam tabung. Saya? Ga ku-kuu mau bikin kaya ginian yaah πŸ˜‚.
Es dung-dung asli menggunakan 2 tabung, yang besar untuk es balok dan garam krosok dan yang kecil untuk adonan esnya serta ada pemutarnya

Atau dengan menambahkan whiped cream untuk membentuk tekstur es krimnya, hmmm bisa juga, tapi saya sendiri kurang sreg sama rasanya, kurang fresh aja di lidah saya.

Oya, penting banget mendapatkan emulsifier yang berlogo halal MUI yah, karena titik kritis halal Mr. E ini nyata sekali, jadi pastikan yang emak pakai di rumah itu yang halal ya.

Kenapa pakai agar-agar? Karena saya mau menambahkan aroma vanili di es krim buatan saya. Berhubung mencari vanili bubuk yang berlogo halal MUI nya agak susah jadi saya memanfaatkan agar-agar untuk menambah aroma dan rasa.

Sengaja ga bikin es krim rasa cokelat atau buah, emang pengen yang putih vanila, lagi pengen nostalgia ke jajanan masa kecil. Oya, yang saya baca juga bubuk agar-agar bisa membantu agar es krim tidak cepat meleleh setelah terkena suhu ruang.

Kenapa pakai santan instan? Karena eh karenaa saya emak-emak rempong jadi santannya yang anti rempong, hihihi. Tenang, santan instan yang kental (bukan yang bubuk) itu ga pakai zat pengawet koq maak, mereka cuma pakai sistem pasteurisasi buat mematikan bakteri penghasil jamur. Tapi ya itu kekurangannya, santannya ga segar dan agak bau tengik. Sebenarnya saya kurang suka. Kalo mak rajin pakai santan segar aja dicampur daun pandan ngerebusnya. Itu dijamin lumer dan enyaaakkk. 

Ok, sekian resep es krim sederhana dari emak Muth ya, silakan coba sendiri di rumah😍.
\





Assalamu'alaikum....

Haloo, apa kabarnya maak? Mudahan selalu diberi kesehatan dan kewarasan oleh Alloh yak. Jadi emak itu kudu sehat dan waras emang, emak sakit semua anggota jadi terlalaikan. Gimana biar ga sakit? Jaga pola makan dan gaya hidup. Gimana menjaga kewarasan? Jangan terlalu bergantung pada manusia karena akan berujung pada kecewa, minta saja pada Alloh semua akan selesai karena Dia punya invisible hand yang akan melakukan apa saja di luar kuasa kita. Ada lagi? Jangan lupa me time mak, lakukan apa saja yang jadi hobi kalian. Itu membantu banget buat menjaga kewarasan kita. Menyalurkan hobi = menyalurkan emosi dengan cara yang tepat, misalnya saya dengan menulis. Dan ini work banget di saya, biidzniLlah.

Kalo emak hobinya apa?  Traveling,  kuliner, nonton film,  atau berkebun, memasak, crafting? ? ?  Ayoo lakukan dan rasakan refreshnya otak setelah itu.
Taman maze aka taman labirin Pelaihari, kalimantan selatan



Ini apa ya, koq prolognya ga nyambung sama judul?? Maafkeun, maafkeun yak. Sebenarnya ada nyambungnya sih. Ini cara saya untuk menjaga kewarasan, salah satunya dengan berbagi hal yang saya rasa bermanfaat. Saya senang ketika saya melihat postingan orang lain yang membuat saya terinspirasi dan termotivasi. Dan sayapun juga akan senang ketika apa yang saya tulis dan saya upload bisa menginspirasi orang, karena niat saya hanya itu, supaya orang terbantu dengan postingan saya (semoga Alloh menjaga niat kita semata hanya karena-Nya). Sebab apa? Sebab di hari akhir nanti semua amal kita dihisab berdasarkan niat -dan cara-, jadi kalo niat salah maka amal yang dilakukan cuma Z-O-N-K, ga dapat apa-apa selain capek. Rugi banget kan??

Ok, ini kayanya kelewat ngelantur. Kalo diterusin bisa-bisa ga akan terwujud  maksud dan tujuan diadakannya tulisan ini *halah 😁

Lanjut yaa....

Apa itu maze?
Maze dalam bahasa Inggris artinya membingungkan. Permainan maze biasanya berbentuk labirin dengan jalan berliku dan berkelok, kadang berujung dengan jalan buntu. Permainan ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar yang benar entah itu dengan jalur panjang atau pendek. 

Pertama kali mengenalkan maze ketika Muthia umur 2 tahunan, dengan maze gambar di kertas, bukan maze papan dengan knob. Waktu itu dia tidak tertarik sama sekali, hmm ya sudah pikir saya, mungkin memang belum saatnya.

Maze papan knob. Bagus buat pengenalan awal
Maze papan knob ini bagus banget buat pre-writing, latihan jemari anak sebelum belajar menulis. Sayangnya saya melewatkan mengoleksi ini buat Muthia. Oke lah nanti akan dibeli untuk si dede.


Kedua kali mengenalkan kemudian adalah sebulan lalu, saat buku cerita yang saya pesan datang, ternyata di belakangnya ada maze dan dia antusias! Dan sepekan lalu coba saya bikinkan maze buat dia main, ngambil di google juga sih, hehe. Ga nyangka dia ketagihan, minta lagi dan lagi. Udah kaya Maze Runner aja saya bilang, huehehe. Tau kan filmnya, mak?

Ini contoh maze printable yang saya berikan ke anak saya

Manfaat permainan maze banyak, diantaranya:
  1. Melatih kesabaran
  2. Mencari solusi
  3. Melatih kemampuan klasifikasi (maze papan knob)
  4. Melatih motorik halus
  5. Melatih alur berpikir logis
  6. Pre-writing (maze papan knob)
  7. Melatih imajinasi
Walaupun dia suka banget main maze bukan berarti ada yang dia tidak bisa. Kadang kala kalo dapat maze yang baginya terlalu sulit dia bakal marah dan melempar pensilnya. Benar-benar melatih kesabaran kan -_-
Dia minta lagi dan saya nge-print lagi dan lagi 

Lagi ga mood maksa main begono hasilnya, bingungi, hahaha.

Yang bisa saya evaluasi dari Muthia adalah ternyata dia masih kurang latihan pre-witing nya terbukti dari goresan pensilnya yang masih sangat tipis sehingga beberapa ada yang saya tebali. Poin penting yang lain adalah berikan maze saat anak dalam keadaan jiwa yang stabil alias mood yang bagus. Karena main maze sangat membutuhkan konsentrasi tinggi bagi anak-anak.

Penting juga bagi mamak-mamak sekalian memberikan maze dengan urutan yang paling mudah dulu sebagai pengenalan cara mainnya. Kalo dia tertarik dan minta lagi boleh diberikan maze yang lebih rumit secara bertingkat sesuai dengan kemampuan logikanya, karena kalo dikasih yang sulit duluan anak akan cenderung stress dan malah ga tertarik untuk melanjutkan.

Di postingan ini saya berbaik hati akan membagikan printable maze yang coba saya urutkan dari yang mudah. 











Maze ini yang dia ga mau nyoba sama sekali setelah gagal. Ono opo to nduk?

Ini semua saya ambil dari google. Sumber utamanya lupa semua, hahaha*plaak. Maaf ya kalo ada yang merasa gambarnya diambil, semoga jadi amal jariyah karena mazenya bermanfaat πŸ’–

Ok, maak. Mainkan maze untuk ananda yuk!