Resep Pentol Bakso Ayam (and Little Storry About My Passion)


Saya adalah penggemar makanan bakso. Semasa kuliah dulu tiap kali pulkam selalu minta jajan bakso sama mama. Bikin sendiri?  Nay, ga bisa. Sebenarnya saya bukan orang yang pandai masak, tapi entah kenapa dari dulu suka banget liat acara masak-masak di tv. Bagian yang paling saya sukai adalah ketika chef nya meracik bahan. Saya yang waktu itu belum tau secara pasti apa aja yang sedang dipotong atau dimasukkan ke dalam wajan tetep enjoy menikmati acaranya sampai akhir. Ga tau suka aja gitu...




Dulu waktu masih perawan ting-ting saya punya big dream. Bukan, bukan pengen punya warung bakso atau rumah makan besar. Simpel aja. Saya dulu membayangkan punya keluarga kecil yang masakannya diolah di dapur sendiri, yang bahan-bahannya didapat dari kebun pribadi, dan semua dikerjakan dengan tangan ibu peri? Bukan donk, tangan saya lah, tangan sang ratu rumah tangga *eaaaa

Tapi agak-agak ga nyambung ya antara harapan vs realitanya karena faktanya saya ga bisa masak. Ingat banget dulu sampai bingung ngebedain kencur dan jahe, kemiri dan ketumbar selalu kebalik dan bahkan masak nasi selalu kelembekan! Pernah satu ketika awal-awal nikah saya mau bikin sambel trasi buat suami, nanyalah saya ke mama lewat sms, bukannya resep yang didapat malah saya kena damprat 😭 Mama bilang "bikin sambel trasi aja ga bisa! makanya kalo mama masak diliatin, dibantuin" bla bla bla.... Habis itu saya kapok nanya beliau😄 Untungnya ya mak, kita hidup di zaman generasi Z dimana kalo anda kebingungan cukup bertanya dengan uncle gugel, cincay lah urusan *hahaay

Lalu mulailah saya belajar masak dari "masterchef" bernama internet. Mau resep apa -adaaaa,  mau masakan luar negeri -keciiiiilll, bahkan mau resep yang katanya anti gagal juga banyaaakk berseliweran (walaupun pas saya coba hasilnya banyak juga yang mendarat di tong sampah *nasib*)

AlhamduliLlahnya, saya dijodohkan dengan orang yang legowo banget sama masakan istrinya, ga neko-neko deh, apa aja yang saya masak dimakannya. Kalo ga suka ya dikit habisnya, kalo suka ya nambah. Dan selama 4 tahun menikah saya merasa skill saya di bidang perdapuran lumayan bagus. Mulailah saya merasa haus ilmu masak, mulai dari resep, pengetahuan tentang bumbu, tips and trick, sampai asal muasal nama makanan itu (penting? Ga juga sih). Tapi sayangnya --dengan kesibukan mengurus anak dan rumah- passion masak yang membuncah itu perlahan redam walaupun terkadang kalo lihat resep antik dan pas sayanya lagi mupeng  tangan ini gatal ga ketulungan, pengen nyoba! Hiks.. Oke lah, akan ada saatnya nanti saya bebas berkreasi lagi dan bisa jadi tangan-tangan kecil itu yang nanti membantu 😘

Naaah.... Kebetulan suami juga syukaa banget ngebakso. Selama ini kalo pusing nentuin mau jajan di luar ujung-ujungnya mentok juga ke warung bakso. Bhahahaha. Tapi ya itu, secara saya pernah liat langsung tempat penggilingan daging yang kurang higienis saya jadi rada illfeel. Sampah plastik berceceran bercampur dengan lumpur, tempatnya becek, penggilingannya juga keliatan kotor dan bercak-bercak entah karat atau bukan. Belum lagi yang pedagang pentol minta adonannya dicampur sama puli (garam bleng/borax) dan setelah itu penggilingannya dipakai buat ngegiling daging punya kita. Hmmm, can you feel my feeling mak? (Walaupun jujur kadang perasaan itu hilang manakala perut keroncongan, hari hujan, dan kantong kering kerontang, alhasil ngacir juga kami ke warung bakso deket rumah)
Inilah kenapa saya pengen banget semua makanan dan bahan masakan saya berasal dari rumah. And that's my passion. 
Resep pentol ayam ini adalah resep kesekian yang dicoba. Saya masih gonta-gati sih, belum dapet yang ngeklik di hati karena lidah belum berkata nyummii... 

Resep ini pakai bubuk agar-agar untuk mendapatkan tekstur kenyalnya.  Kalo mau diskip boleh ya karena after taste pentol versi ini masih ada rasa vanili dari bubuk agarnya (walaupun si pemilik resep mengklaim ga ada rasa agar di pentolnya).

Resep ini didapat dari grup Langsung Enak
Bahan:
  1. 250 gr daging ayam cincang kasar
  2. 5 sdm tepung kanji
  3. 3-4 butir bawang putih goreng
  4. 1 butir telur
  5. Garam merica secukupnya
  6. 5 balok es
  7. 1 bungkus agar
Blender daging ayam, balok es, dan bawang putih. Setelah itu, campur adonan tadi dengan sisa bahan yang ada. Diamkan di kulkas 1 jam.
Rebus air dengan garam dan bawang putih. Setelah air mendidih matikan kompor. Adonan pentol tadi kita bikin bulat-bulat dengan ukuran semau kita. Setelah semua pentol udah nyemplung nyalakan kompor dengan api sedang sampai semua pentol mengapung tanda masak. Tiriskan dan hidangkan. Kalo saya sebagian ditaruh di freezer buat stock.
Owya, saya juga coba bikin yang besar tapi gagal, pengennya ada belahan-belahan seksinya kaya yang dijual paman-paman bakso tapi jadinya malah keliatan kaya pentol bantet 😂. Oke lah, nanti kita belajar lagi ya maaak 💪
Recook?  Iyess, tapi mungkin agar-agarnya dikurangi😄 . Bikin pentol yang kenyal tanpa puli bisa koq. Dan sebagai koki andalan di rumah emak emang kudu belajar sampai bisa.
Bikin pentol memang agak tricky ya. Penggunaan es batu dan garam juga bukan tanpa maksud loh. Berdasarkan hasil searching saya  ada beberapa bahan yang jadi aktor utama yang kudu diperhatikan selain tentunya daging.
  1. Garam.  Penambahan garam selain bertujuan untuk memberikan cita rasa juga sebagai bahan pengawet. Mekanismenya; karena garam bersifat higroskopis, maka garam akan menyerap air dari adonan sehingga meminimalisir pertumbuhan bakteri. Selain itu dia juga bersifat osmotik dimana sifat ini membuat dinding sel bakteri menjadi pecah. Garam adalah senyawa yang terdiri dari atom Na+ dan Cl- dimana Cl- menjadi toksin bagi mikroba.
  2.  Es batu. Penggunaan es batu ternyata sebagai pengganti air untuk melarutka adonan. Kenapa harus es batu?  Karena es batu bisa menurunkan suhu panas akibat gesekan antara alat gilingan dengan adonan. Adonan yang panas akan merusak protein daging sehingga akan sulit dibentuk.  Selain itu juga suhu penggilingan di atas 16°C berpotensi membuat ketidakstabilan emosi, eh emulsi maksudnya. Sehingga tidak bisa disimpan dalam waktu lama. Suhu yang rendah juga bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Ada teori terpercaya yang mengatakan bahwa semakin banyak es maka adonan semakin kenyal karena pati yang kita gunakan semakin banyak. Implikasinya jumlah pentol juga akan lebih banyak (duilee,  implikasi dia kate 😄)
  3. Pengenyal. Pengenyal di sini ada yang food grade ada yang tidak. Yang non food grade jelas ya macam borax.  Sedangkan yang food grade kita bisa temukan di rumput laut yang kemudian diekstraksi menjadi karagenan. Ya, mak... anda betul kalo anda membayangkan bubuk agar-agar. Untuk skala rumahan kita bisa pakai bubuk agar-agar yang lazim dijual di warung-warung, sebut aja merk Swallow atau Bola Dunia. Tapi sekelas pengusaha bakso mereka pakainya tepung karagenan yang memang diperuntukkan untuk bakso. Selain karagenan ada juga sodium tripolyphospat food grade, mixphos / phospat blend, dan mix karagenTapi nampaknya saya tidak antusias membahasnya karena sulit didapat dan tidak bakal dipakai jikapun ada... Hihihihi
Jadi inti yang saya dapatkan, membuat pentol kenyal itu ada di komposisi daging, es batu, garam, dan patinya. Kalo mau mem-bal banget silakan pakai salah satu pengenyal food grade di atas.
Okeh, salaam mentol homemade makmak😘


Tidak ada komentar:

Posting Komentar