Review Glutaskin (Proyek Inner Skincare bagian 2)




Sudah masuk pekan kedua proyek inner skincare saya. Ngefek banget sih belum ya, karena baru 2 soft capsule vitamin E yang diminum, tapi saya ngerasain kulit jadi ga sekering sebelumnya padahal belum pakai body lotion (Cerita lengkapnya sudah ada disini ya). Semoga bisa istiqomah mak, mohon doanya 🙏.

Entah kebetulan apa ga, beberapa hari lalu saya menang giveaway pertama dari temen saya. Saya dapat apa coba? Glutaskin 😍😍😍. Cocok bener kan dengan niatan saya. Alloh memang sebaik-baiknya pengatur.

Saya emang udah lama ngelirik minuman beginian, maksudnya yang ada kandungan kolagen dan glutathionenya. Tapi demi melihat harganya yang lumanyun (hahaa) niatan saya itu hanya saya pendam hingga lubuk hati terdalam. Mending buat susu Muthia atau popok Hanzo deh. Hihi...
Saya juga pernah coba produk semacam ini, namanya Gluberry, yang harganya 168ribu sekotak, kebetulan temen kecil saya jualan. Harganya lebih murah dari merk MLM yang lain. Kesan pertama bagus banget, muka bener-bener jadi glowing dan kalo produk itu diklaim sebagai ASI booster itu betul banget. ASI saya yang emang udah deras jadi tambah deras sampai-sampai saya harus diinfus gegara masitis yang bikin saya drop. Setelah itu saya kapok, hiks. Padahal hasilnya juara lo saya akui.
Mungkin lain waktu saya akan coba review produk ini lebih detil karena hasilnya cukup mengesankan.

Lima bulan setelah kejadian itu saya pengen lagi tapi mau cari produk lain. Akhir-akhir ini timeline saya penuh dengan tawaran skincare luar yang lagi booming, katanya bagus banget, botanical based, testimoninya saya rasa ga overclaim, hampir-hampir pengen nyoba dan beberapa kali mau izin beli sama suami tapi maju mundur syantiik. Harganya bikin saya mikir 100x. Hehe, maklum lah emak ngirit. Kalo yang horang kayah atau wanita pekerja yang butuh aktualisasi diri lebih tinggi ya monggo, sah-sah aja koq. Saya yang cuma reremahan ini rasanya pengen ngelirik yang lain aja yang sesuai dengan kemampuan saya.

(No baper yang jualan ya, saya ga nyebut merk loh. Hihi.  Peace ah 😘)

Selain skincare luar ada juga berseliweran produk minuman kecantikan yang kemudian hari saya menang kuis dari sellernya. Yeeey, sekotak Glutaskin isi 5 sachet cukup buat jadi tester.

Gambar di atas kayanya gambar lawas ya. Soalnya setau saya yang 1 kotak isi 10 ga diproduksi lagi dan label halalnya udah resmi dari MUI.

Ga seperti produk sejenis lainnya, Glutaskin ini nonMLM, jadi soal harga sangat membantu lah. Kalo mau membandingkan, 100gr Gluberry 168k & 100gr Glutaskin 100-125k. Harganya variatif ya, tergantung tempat karena dipengaruhi ongkir. Berbeda dengan produk MLM yang manajemennya menjaga kestabilan harga sampai ke tangan konsumen.

Ok, coba sekarang kita coba bahas komposisi Glutaskin yang terdiri dari dua bahan utama, kolagen dan glutathione.

Saya mengambil referensi dari berbagai sumber terpercaya. Di sana di jelaskan bahwa kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaannya kurang lebih mencapai 30% dari seluruh protein yang terdapat di tubuh. Dia adalah struktur organik pembangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit. Tapi, seiring dengan faktor usia, polusi, pola makan, dan gaya hidup termasuk di dalamnya stress management, maka kolagen yang dihasilkan tubuh menjadi sangat sangat kurang untuk melawan itu semua. Alhasil karena terjadi penurunan jumlah dan kualitas kolagen maka yang akan terjadi; kulit menjadi keriput karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan bintik pigmen kecoklatan / flek. 

Oya, kalian tau radikal bebas? Yang anak kimia dan biologi atau yang kuliahnya jurusan kesehatan pasti sudah pada ngeh banget ya.

Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron. Akibatnya suatu molekul akan terpecah menjadi radikal bebas yang mempunyai elektron tak berpasangan. Elektron memerlukan pasangan untuk menyeimbangkan nilai spinnya, sehingga molekul radikal menjadi tidak stabil dan mudah sekali bereaksi dengan molekul lain, membentuk radikal baru.

Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat pemicu radikal dalam makanan dan polutan lain. Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan antioksidan. Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker.
Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya. Jadi bisa dibilang antioksidan ini mengorbankan dirinya until melemahkan radikal bebas dengan meminjamkan elektronnya.
Sayangnya Glutathione ini mulai usia 20tahunan akan semakin berkurang sedangkan di sisi lain tingkat stress semakin bertambah seiring bertambahnya usia.

Jadi paham ya kenapa kalo tambah usia penyakit banyak bermunculan. Itu sebabnya kenapa kita harus menjaga pola makan dan pola hidup kita agar antioksidan alami dalam tubuh kita tetap bagus. Tapi itu saja tidak cukup kan? Makanya perlu booster dari luar, bisa dari makanan atau asupan tambahan seperti Glutaskin ini.

Dari penjelasan yang sudah coba saya jembrengin di atas kayanya saya mulai paham  kenapa produk ini mengklaim seperti ini. Kalo kalian?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar