Jangan Ada Valakor di Antara Kita

Assalamu'alaikum maak....

Agak telat nih mau bahas ini, kemaren-kemaren cuma berani liatin status orang-orang yang hilir mudik ngebahas kasus pelakor yang kebetulan ada di kota kami. Pekan kemaren traffic nya sih masih tinggi ya, soalnya itu itu mulu yang muncul di timeline. Sekarang udah mendingan lah bahasannya udah mulai berganti topik. Mungkin ini saatnya saya yang beraksi ya *nghahahaha.

Eh ga taunya temen sekolah saya, temen sekota, temen ngeblog, temen sesama emakmak bikin status di BBM mau bahas masalah pelakor. Oke lah, akhirnya kita yang sama-sama pada telat ini bikin duet maut #curcolanfikawinda *tsaaaah

Kalian bisa juga baca ulasannya di blognya Mba Winda ini ya :)

Pelakor atau valakor sih? 
Istilah asalnya sih dari kata pelakor, perebut laki orang, tapi ada juga yang memplesetkan menjadi valakor, karena pelakor ini macam valak, nakutin, nyeremin, nganggu ketentraman dan sebangsanya itu. Iya bener, kaya hantu valak yang di film Conjuring itu. Jadi emakmak yang anti banget sama kaum pelakor inipun menamainya dengan valakor, mungkin biar tambah greget syeremnya. Hihihi....

Hi introduce me, my name is Valak.....or

Di dalam agama saya pernikahan adalah bagian yang sangat diatur pelaksanannya, jelas perkaranya, terang pembagiannya, dan adil urusannya. Hanya saja kami penganutnya ada yang mengambilnya sebagian dan menyampingkan yang lain. Tidak mudah memang menjalankannya dengan sistem yang tidak mendukung seperti sekarang ini.

****

Jujur banget ni ya, mau nulis ini nih kudu bolak-balik hapus karena sadar ini issue yang sangat sensitif apalagi untuk para kaum sensitif (red: emakmak )


Saya ingin mencoba menguraikan secara imbang baik dari kacamata laki-laki dan perempuan. Kalo ada masukan positif boleh ya saya dibisikin supaya tulisan ini lebih berkembang, berarti, dan bermakna *eaa

Teman saya pernah mengingatkan, sebut saja namanya mak Yunse, bahwa hak suami yang perlu dipenuhi istri adalah mata, perut, dan di bawah perut (?). Hak mata adalah memandang yang indah-indah, maka para istri wajib mempercantik penampilannya, memperhatikan pakaiannya, menghiasi dengan senyum dan sapa. Hak perut adalah memenuhinya dengan makanan yang sehat dan halal supaya dia yang baru pulang kerja bisa mengisi lagi tenaga untuk bercengkrama dengan anak istri di rumah. Dan hak di bawah perut yang tidak lain adalah hasrat biologisnya adalah dengan dilayani keinganannya saat para suami menginginkannya.

Maka, di dalam agama saya, agama rahmatan lil 'alamiin, suami istri harus saling mengetahui hak dan kewajiban masing-masing agar mata tak lagi lapar memandang yang lain, perut tenang karena sudah diisi,  hasratnya pun sudah tertunaikan, jika sudah seperti itu maka sangat kecil terbuka pintu kesempatan suami jajan banyak di paman pentol atau bahkan "jajan" kegatelan di tempat lain.

Gimana mau jajan kalo semua sudah dipenuhi di dalam rumah?  Keluar rumah fokus untuk bekerja dan sudah dalam kondisi kenyang lahir batin, insyaa Alloh tidak akan siwah ke lain.

Jadi ya makmak, tidak ada salahnya dengan temen kalian yang mati-matian berdiet, ke salon saban bulan, ke gym sekali sepekan, jangan dinyinyirin kalo toh itu semua demi suaminya tercintah dan bukan buat dipamerin di medsos *catet. Karena emang sudah dari sononya, sudah fitrahnya laki-laki diciptakan suka dengan keindahan wanita secara fisik maka para istri juga wajib memeliharanya supaya suami tetap bersama kita.

Oke bapak-bapak, apakah tulisan di atas sudah mewakili harapan kalian?? Saya harap sudah.  Dan sekarang giliran saya membahas dari kacamata perempuan (Hai kalian para suamiihh!!! dengarkanlaaah suara hati kamii...)

Selain suami, istri juga punya hak yang harus dipenuhi para suami dan otomatis itu menjadi kewajiban suami. Hak istri adalah mendapatkan nafkah lahir batin, memperoleh bimbingan agama, kasih sayang, dan kasih amplop.

Yang terakhir sebenarnya ga salah, karena perempuan erat sekali dengan materi (uang)  karena di tangannyalah pengelolaan keuangan rumah tangga. Istri lah yang memikirkan alokasi bulanan agar uang yang diterima dari suami mencukupi, dimana sekarang justru harga-harga sangat menguras emosi. Di tengah-tengah keadaan yang makin susah ini, istri juga harus pintar-pintar menghemat agar keluarga kecil kalian juga punya tabungan. Istri pula harus bisa menyisihkan keperluan perawatan buat dirinya sendiri (Perlu ya?  Laaaah, katanya mau istri lebih cantik dari siapapun, ya dimodalin atuh kang)

Kalo dipikir memang ya hak para suami dititik beratkan pada kebutuhan biologisnya dan hak para istri pada kebutuhan materinya. Dan dari sana lah awal ujiannya. Suami diuji dengan perempuan lain dan istri diuji dengan uang. Kalo istri diuji dengan materi banyak contohnya ya, karena memang kaum kami ini suka banget yang namanya shopping window alias jelalatan, kalo ada uang gatel beli ini itu, ada juga yang brandholic, gila merk, sampai ada istilah BPJS -budget pas-pasan jiwa sosialita- yang memaksakan diri saat kemampuan materi ga menyanggupi. Ya, begitulah para wanita itu diuji.
Tapi, kalo suami diuji dengan perempuan lain contohnya banyaak jugaaa....  Yang terbaru yang terpanas dan yang tercyduq kali ini adalah warga kota kami sendiri. Ga usah diceritakan di sini ya, kayanya udah pada kenyang neguk berita itu mulu saban hari, ya kan?

Ujian wanita; gaya mewah, brandholic, komunitas jet set. This is it, ibu-ibu sosialita
Wanita fitnah (ujian) terbesar pria

Hmm sini-sini emak kasih tau ya,
Perempuan itu kalo sudah nikah apalagi melahirkan dia akan banyak mengalami perubahan terutama perubahan fisik. Mungkin dia tidak akan secantik dulu waktu dipinang suaminya, wajahnya tidak sebening dulu waktu awal-awal menikah, dan yang paling terlihat adalah badannya yang tidak sebugar dulu waktu zaman sekolah.

Did you know para suami?
Mengandung, melahirkan, dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang bagai ular naga panjangnya tidak ada habis-habisnya itu sangat menguras tenaga dan emosi jiwa raga. Jelas fisik perempuan jauh lebih cepat tua dibanding laki-laki. Coba hitung, berapa banyak istri yang usia sebenarnya di bawah suami tapi setelah berpuluh tahun menikah sekarang wajahnya nampak lebih tua dari suaminya. Banyaak! Karena banyak hal yang dipikirkan istri, mulai dari membereskan rumah, mencuci pakaian, menjaga anak, bermain dengannya, memasak untuk keluarga, mengatur keuangan, dan semua hal dari bangun tidur sampai kembali tidur semua dalam pengaturan istri.

Jadi, bukan salah istri sepenuhnya kalo dia terlihat lebih jelek dan tidak semenarik teman-teman kerja wanita di tempat Anda. Istri Anda bermandi peluh, membereskan rumah yang entah berapa kali diberantakkan oleh anak-anak saat Anda kerja, menyiapkan makan sambil mencuci setumpuk piring supaya meminimalisir pemandangan tidak menyenangkan ketika Anda pulang kerja. Mungkin Anda tidak terlalu tau pengorbanannya, tapi biarlah Alloh yang membalas tiap peluh lelahnya dengan pahala. Mungkin istri Anda ingin juga menyambut hangat Anda pulang dengan tampilang yang tidak kalah menarik dengan wanita kantoran di luar sana, apalah daya saat detik-detik kepulangan Anda justru dia disibukkan dengan teriakan anak sulung yang minta dicebokin atau si bungsu yang merengek ngantuk minta disusuin.

Tapi, kalo Anda para suami tetap menginginkan istri Anda tetap kinclong lagi harum mewangi sepanjang hari maka tidak ada salahnya Anda memakai jasa ART untuk meringankan beban pekerjaannya. Tidak apa keluar sedikit uang tapi Anda mendapat pelayanan VVIP dari istri Anda karena energinya tidak lagi terkuras mengerjakan pekerjaan rumah. Mungkin Anda bisa mencontoh Ardi Bakrie yang menyiapkan 15 pembantu untuk istrinya Nia Ramadhany yang walaupun sudah "turun mesin" 3x tapi fisiknya tetap terlihat Nia yang dulu sebelum menikah (15 gaesss, 15!!! *sigh*)


Itu kalo bisa, kalo tidak bisa ya tidak apa-apa. Tapi jangan tuntut istri kalian melakukan pekerjaan rumah plus lainnya secara sempurna. Tapi, heii.....kalian bisa membantu pekerjaan istri kalian bukan? yang ringan saja, seperti menemani anak bermain misalnya atau mencuci piring sendiri sehabis makan. Itu romantis loh. Sama seperti yang dicontohkan lelaki paling romantis sepanjang masa pada istrinya, Rasululloh SAW.

Ok, mungkin saya rasa tulisan sepanjang ini sudah cukup mengimbangi suara kaum Mars dan Venus.
Intinya, istri wajib memenuhi semua hak suami sehingga tidak ada alasan para suami mencari pemenuhan di tempat lain. Bagaimana caranya kalian sendiri ya makmak sholihah yang tau caranya, saya ga perlu ngejembrengin di sini secara jelas, nyata, tajam dan terpercaya karena nanti saya bakal tercyduq jadi pembuat baper jomblowan-jomblowati yang masih menanti di manakan gerangan separuh hati berada *LOL.  Sebaliknya pun sama, suami wajib memenuhi hak istri secara ma'ruf, kasih sayang dan kasih amplop itu tadi (hihihi, maafkeun...tapi ini bukan materialistik ya, baca lagi pelan-pelan di atas yah)


Tapi tapi tapi....
jika di antara kalian berdua tetep ada yang tergoda dengan orang lain di luar pernikahan kalian, cobalah ingat-ingat lagi bagaimana dulu kalian berdua di awal menikah, saat ekonomi belum mapan, saat suami terseok-seok mencari pekerjaan, saat suami hanya bisa menghadirkan seadanya, saat istri kalian menemani bagaimanapun kondisinya, saat istri mendukung dan tidak pernah lelah berdoa untuk kelancaran pekerjaan suaminya, dan saat kalian mulai menapaki tangga kehidupan yang silih berganti senang dan sedih, ingat lah itu semua. Pasangan yang baik tidak akan menyakiti pasangannya, apatah lagi yang bersaksi di hadapan orangtuanya dan mengguncangkan arsy Alloh dengan mitsaqon gholizah.



Akhirnya saya katakan pada suami sambil menggenggam tangannya, "Jangan ada valakor di antara kita ya ayang beibh dadar guling pipi gembil" *remetremetpipi

Ok, yang ini lebay 😂😂😂

Akhirul kalam, saya ucapkan terimakasih buat para bapak-bapak, ibu-ibu, singlewan, singelwati yang bersedia membaca postingan ini dari awal sampai akhir. Saya pribadi masih harus banyaaak belajar lagi, semoga kita sama-sama dimudahkan mengamalkan ajaran agama kita dengan baik. Semoga bermanfaat....


20 komentar:

  1. Wanita diuji saat pria tidak punya apa2 dan pria diuji saat punya segalanya. Betul bangeeettt.. Makanya jangan ada valak valak diantara kitaa... Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalem banget ya quote-quote begini, mewakili ratusan kata

      Hapus
  2. Aduh, tulisannya ngena banget nih *jleb

    Memang idealnya suami-istri saling memahami hak dan kewajiban masing2. Tapi, seringnya lupa 😅 Yah, pokoknya, apa pun yg terjadi, semoga selalu dijauhkan dari pelakor-valakor. Amiiin ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. akupun nulisnya ketar-ketir mba Gita, hiks....sadar diri ilmu masih jauh apalagi aplikasinya

      Hapus
  3. Dalem nh pembahasannya mba :)) nulis yg keya gini susah dan harus bener2 hati2 dlm memakai kata2, salut dah Sma mba.

    BalasHapus
  4. Iya mba, sebisa mungkin harus objektif, tapi agak susah juga krn kebawa perasaan... Huhu

    BalasHapus
  5. Au ga ngerti banget lah ya masalah rumah tangga tetapi kalau masalah pelakor ini, aduh kayak udah merajalela gitu. Ngeri banget cewek-cewek kayak gini, kayak kagak ada cowok lain aje terus kadang malah merasa benar. Aiihhh

    www.rima-angel.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nini-nini aja dapat yang bujang ya kan Rima. Masa kalah sama nini-nini....

      Hapus
  6. Iya nih. Kadang aku merasa para wanita yang setelah melahirkan tiba-tiba terlihat jauh lebih tua dari umurnya jadi miris sendiri. Seolah-olah melahirkan itu langsung menguras kemudaan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Krn sakitnya kontraksi konon melewati ambang rasa sakit yg bisa disandang manusia mba, belum lg merawat anak. Luar biasa energinya sambung menyambung. Jadi harus dibahagiakan kita nih krn rawan terlihat tua...hihihi

      Hapus
  7. Tadinya aku bingung kenapa pelakor gambarnya setan. Eh ternyata iya itu si Valak. Plesetannya jadi Valakor yak. hehe (maaf komentarnya malah soal Valak).

    BalasHapus
  8. Yang pada masih single pasti bingung ya krn blum tergambar,, anggap aja ini gambaran ttg realita pernikahan. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asli ulun bingung. hihihi

      Hapus
    2. Ecaaaa, bingungnya dimana??? :D sini ibu guru jelasin :D

      Hapus
  9. valakor 😂. Lagi hits banget mba diceritakan sama temen 😂. Masih belum mengerti sepenuhnya tentang pernikahan Karena masih sendiri 😂. Tapi ga papa ini bekal, makasih mba Fika 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ini pasti susah dipahami kaum single. so complicated pokoknya Aya kalo kita udah nikah, ilmu dari buku kayanya ga cukup harus diimbangi sama praktek jadi tau aplikasi dalam hidup itu gimana (ini ngomong apaan yak?)

      Hapus
  10. Ya Allah kaget fotonya -_- banyak laKi-laki diluar sana nikah lg karena alasan mengikuti nabi, mudahan mereka2 yg ada niatan kyak itu baca artikel ini dan mengurungkan niatnya wkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo poligami aku nocomment Sekar, ga berani, beraaatt. hihihi.... Ini mah cuma ngomongin gimana meminimalisir orang ketiga illegal supaya ga bisa masuk :D

      Hapus
  11. Assalamualaikum mbak... MasyaAllah tulisannya jadi pembelajaran banget.. Trima kasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam mba... sama2 mba. mudahan saya bisa mengaca dari tulisan saya sendiri

      Hapus