Eksperimen Membuat Gunung Berapi

http://belajar.indonesiamengajar.org/

Assalamu'alaikum maak....

Pekan ini saya pengen sharing khusus tentang permainan sains sederhana yang pernah saya mainkan bersama si anak 3 tahun saya. Kali ini seperti yang sudah tertulis di judul kita akan bereksperimen membuat gunung api mainan.

Bahan-bahannya gampang banget didapat jadi ga ada alasan untuk ga bikinin ini buat anak ya (Kecuali kalo emang malas, biar bahannya gampil surampil tetap aja ga kebikinan *cermin mana cermin πŸ˜‚)

πŸ” Bahan dan alat;


  1. Playdoh (semacam plastisin tapi biasanya bikin sendiri bisa juga dari pasir)
  2. Nampan
  3. Cuka
  4. Baking soda
  5. Pewarna merah
  6. Diorama (supaya berasa feeling gunung apinya)

πŸ”“How to;


  1. Buat playdoh atau pasir menyerupai gunung berapi, tengahnya dilubangi.
  2. Masukkan baking soda dan pewarna merah
  3. Tuangkan cuka dan rasakan pemandangan yang wonderfull *lebay πŸ˜„


Anak saya selalu excited kalo mainan begini. Tuang lagi, lagi, dan lagi. Ga pernah bosan. Berhentinya kalo soda kuenya habis atau cukanya ga bereaksi lagi, nah saat itu dia akan jejeritan nangis seakan-akan mau bilang "aku mau main lagi pliis, jangan sudahi sampai di sini" *eaaaa (tolong deh ini garing banget mak, aseli -.-")

Mainan ini 90% sama dengan mainan "meniup" balon tanpa meniup yang pernah saya bikin juga sebelumnya, dimana bahan utamanya cuka dan baking soda ditambah balon untuk menampung hasil reaksi cuka dan baking soda, yaitu gas karbondioksida.

Baca juga: Mari "Meniup" Balon Tanpa Meniup


Tapi entah kenapa yang gunung berapi lebih heboh dianya main. Mungkin karena ada efek kejut dari kawah gunung itu kali ya, tiba-tiba menyembur cairan merah dari dalam. Saya pun suka lihatnya.
Rusanya tumbang setelah dihantam lahar bertubi-tubiπŸ˜…

πŸ’¬Bagaimana menjelaskan kepada anak?

Huhuy, ada yang  punya pertanyaan yang sama ga? Gimana menjelaskan fenomena ini ke anak? Pasti anak banyak tanya ya karena melihat sesuatu yang baru dan dia belum pernah tau ditambah lagi ini adalah sesuatu yang sangat menarik baginya, gimana ga menarik kalo "air" yang ditumpahkan ke lubang gunung bikin isi di dalamnya meleber, warnanya merah, dan ada bunyi cessss! Permainan sains begini memang memancing rasa ingin tahunya dan membuka pola pikirnya bahwa sains itu menyenangkan karena aplikasinya nyata dalam kehidupan.

Jujur ya, sampai saat ini saya masih bingung menjelaskan ke Muthia bagaimana itu bisa terjadi. Saya hanya menjelaskan bahwa soda kue dan cuka sifatnya saling berlawanan makanya mereka "bertengkar". Cukup sampai di situ aja? Iyess! Karena saya ga mungkin menjelaskan reaksi netralisasi antara asam (cuka) dan alkali (soda kue) yang masuk dalam proses endoterm karena ditandai hasil reaksi yang suhunya dingin, kan?? (Ah, emak sok pinter ih, makanya dulu belajar kimia bener-bener yess? wkwkwk)



Lubang gunung berapinya buat kecil aja ya, kalo saya di atas terlalu besar jadi efek semburnya kurang dahsyat.


Untuk usia preschool seperti Muthia mungkin tidak terlalu bisa spesifik menjelaskannya dan kalopun dijelaskan sedikit aja -pun- mana dia ngerti kan? *yaiyalaah πŸ˜‚. Terus gimana? 


Kita alihkan saja fokus mereka di luar proses reaksi cuka+bakingsoda tapi tetap berhubungan dengan gunung berapi, misalnya; siapa yang menciptakan gunung? kenapa gunung diciptakan? kenapa ada gunung meletus? bagaimana yang terjadi dengan alam sekitar jika gunung meletus? Kita ceritakan saja masalah sosial lainnya akibat gunung meletus. Tidak hanya membuka pintu keingintahuannya, kita juga bisa menanamkan aqidah dan melatih sisi empatinya.

Gimana mak? Kita sharing lebih lanjut yuk di komentar?

***
Yang mau nonton videonya di instagram klik di sini ya

10 komentar:

  1. Farisha baru aja didongengin ttg gunung berapi.. *emaknya baru dpt buku pengetahuan doraemon zaman SD dulu..
    Bisa nih dipraktekin buat nerangin wujud larva ya.. Soalnya dia nanya mulu.. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. lahar maksudnya kali ya. Iya, bisa banget Win, coba aja. Pasti dia ketagihan...siap-siap 5 botol cuka aja deh, heheheeeee

      Hapus
  2. Oh iyaa.. Larva.. Eh lahar.. Haha.. :D
    Maklum emak keseringan bacain buku serangga itu.. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lava cairan memijar yang masih di dalam perut bumi sampai hampir keluar kawah, lahar kalo sudah meluber ke luar kawah (kalo ga salah sih begituu *sokpinter), kalo larva itu yang perut keroncongan minta makan itu bukan??

      Hapus
  3. Ini kok seru ya diblog ini. Hihi banyak eksperimen yang biaa dicobain. :*
    Aku sukaaaaa ;)

    www.rima-angel.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. bekal nanti kalo udah punya anak ya mba Rima. hihihi....

      Hapus
  4. Aku suka beliin play doh..nanti nyoba ah klo emaknya rajin πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  5. Ohh ternyata cuka plus baking soda ya, hehe. Saya baru tahu. Mantap nih, saya suka sama eksperimen sains. Dulu pas SD sering bikin2 yang serupa, dari bakar2 koran untuk balon udara, bikin periskop, dll. Nice sharing Mba! Bolehlah suatu saat buat main sama adek2 dan atau anak kelak, hihi. Apalagi bahannya gampang dicari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mainan kaya gini bisa menumbuhkan intelectual curiosity anak2 sejak dini...ajak main aja, walaupun esensinya belajar sains

      Hapus
  6. Aku mau coba ah mumpung bahannya ada

    BalasHapus