Eksperimen Menyedot Air dengan Gelas


Assalamu'alaikum....

Hari ini sampai beberapa pekan ke depan kayanya postingannya bakal tentang DIY games ya, maklum pan dah jadi emak anak dua. Sering bikinin mainan buat anaknya ya? Ngg...ga juga sih. Cuman kalo pas emang rajin suka share aja ke medsos, mana tau bisa menginspirasi orang tua lainnya untuk bikinin juga buat anaknya. Pamer nih ye? wkkwkk.... itu sih terserah orang aja dah liatnya, dalamnya hati siapa yang tau, ya kan? 

Just for giving them an inspiration. Karena saya pun juga merasakan sendiri betapa terbantunya ketika melihat postingan orang, ketika bingung ga ada ide melanda, pas liat postingan orang sering banget mencontoh.

Oya, saya pernah update eksperimen kecil ini di facebook saya dan instagram, disana lebih on time updatenya karena ga mesti panjang kali lebar begini nulisnya, wkwkwk.

Seperti biasa ya emakmak, eksperimen sederhana ini mengambil bahan yang sederhana. Kita hanya perlu;

🔏 Bahan dan alat

  1. Lilin kecil
  2. Nampan kecil plastik
  3. Air berwarna
  4. Korek api
  5. Gelas

🔩 How to;

  1. Letakkan lilin di tengah nampan
  2. Tuang air perlahan
  3. Nyalakan lilin
  4. Tutup dengan gelas
  5. Perhatikan yang terjadi

👀 Apa yang terjadi?

Lilin padam dan seketika air langsung masuk menerobos ke dalam gelas. Adalagi? Coba angkat gelasnya. Taraaa.... piringnya juga terangkat! 
Airnya tersedot masuk menyisakan sedikit beberapa di luar gelas
Bukan sulap bukan sihir 

🔍 Penjelasan? 

Lilin mati sesaat setelah ditutup gelas karena lilin kehabisan oksigen sedangkan oksigen adalah bahan utama dari pembakaran. Keadaan gelas yang hampa udara membuat tekanan udaranya menjadi nyaris nol. Dibanding dengan udara di luar jelas tekanannya berbeda sangat signifikan. Itulah mengapa air tersedot masuk ke dalam gelas (air mendapat tekanan dari udara luar sehingga masuk ke dalam gelas yang bertekanan sangat rendah). Semakin banyak lilin di dalam gelas atau semakin besar nyala apinya, efek sedotnya juga semakin besar, air yang masuk semakin tinggi. Hal ini karena kita memperbesar perbedaan tekanan udara di luar dan di dalam gelas. 

Oya, sekalian tips ya buat makmak supaya berhasil, apinya dinyalakan agak lama ya jangan langsung ditutup gelas begitu dinyalakan, karena semakin panas lilinya daya sedot airnya semakin kuat.

Piringnya juga terangkat? Ya, jika memakai piring kecil plastik. Kalo pakai piring besar apalagi kaca jangan harap akan terjadi "sulap" ini. Hehe... Saya pakai piring kecil plastik supaya ada kesan "woow" nya untuk anak saya. Hihi.... (Pernah saya upload videonya di instagram saya @latifika_sumanti).

Kalian tau vacuum cleaner kan? Nah, benda itu memakai prinsip kerja seperti ini juga. Bagian dalam alat tabung dibuat supaya bertekanan nol sehingga apapun yang berada di luar dekat moncong penyedotnya akan terhisap masuk ke dalam.

🙋 Bagaimana menjelaskan ke anak?

Saya sih seperti biasa, menjelaskan ala kadarnya. Lah, masih 3 tahun ini kan? hehe.... Saya cuma memberitahu bahwa api padam karena kehabisan oksigen. Sama kaya manusia, hewan, dan tumbuhan bisa mati juga kalo ga ada oksigen. Penjelasan selanjutnya bisa kita arahkan kepada Sang Pencipta Oksigen, bagaimana caranya bersyukur, bagaimana tidak sehatnya udara kotor (kebakaran hutan dan dekat dengan perokok) dan bisa juga menghantarkan penjelasan lebih lanjut (nanti) kepada paru-paru dan organ lainya yang bertanggung jawab dalam masalah pendistribusian oksigen. Ya ampuun, beraaaat maak! wkwkwk.... Sebisanya dan semampunya anak kita aja lah ya mak, ga usah dipaksain ngerti banget. Yang penting dia antusias dalam eksperimen semoga suatu saat nanti mereka jadi ilmuwan yang berguna bagi dunia dan akhirat.

Ok, Semoga bermanfaat....

“Melakukan eksperimen adalah pintu yang paling asyik untuk memasuki dunia sains. Kalau dilakukan di masa kanak-kanak, maka ia berpotensi besar untuk menjadi memori masa kecil yang menyenangkan. Saat bertambah usia dan tiba waktunya mereka mendalami sains dengan disiplin yang lebih 'serius', maka memori masa kanak-kanak itu akan bermetamorfosis menjadi sebentuk persepsi, bahwa sains itu menyenangkan!
Manfaat lainnya adalah memberikan kesempatan bereksperimen kepada anak-anak berarti mendorong mereka untuk berani mencoba. Suatu sifat mental yang kini amat berharga dan langka di dunia orang dewasa. Banyak sungguh orang dewasa yang terpenjara oleh ketakutan dan kecemasan yang diciptakan oleh pikiran sendiri. Amat sering kita jumpai orang-orang yang tak berani mengambil risiko, memilih diam, menghamba kepada kemapanan. Jikalau kesempatan untuk berani mencoba terus menerus diberikan kepada anak-anak, maka sangat mungkin kelak mereka tumbuh menjadi manusia penempuh risiko, sang pembuka jalan, sang pencatat sejarah.
Kemampuan sains yang paling penting untuk dimiliki oleh anak-anak adalah kemampuan mengamati dan bertanya. Setelah eksperimen, orangtua tidak usah menjabarkan dengan penjelasan-penjelasan. Biarlah penjelasan itu mereka ketahui ketika mereka besar. Karena tanpa itu pun sesungguhnya mereka sudah belajar banyak, diantaranya mereka sudah melakukan pengamatan atau observasi.” Bapak A. Muzi Marpaung (pemilik Rumah Sains Ilma)

12 komentar:

  1. Wah anak-anak pasti tertarik banget ya sama eksperimen ini. Moga nanti aku cukup rajin buat bikin diy buat anakku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba semangat ngumpulin bekal ide buat si kecil nanti ^^

      Hapus
  2. Ih. Seru deh main-main kayak begini. �� Baru tau banget lah, nanti cobain ah. Hihi

    www.rima-angel.com

    BalasHapus
  3. Rajin emang amah fika mah.. ��
    Kalo emak farisha males n moody.. Haha..
    Nanti deh kalo rajin ikutan bikin ahh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini sama aja kaya bikin DIY skincare kan, kalo ga rajin mager abess. wkwkwk

      Hapus
  4. Okelah, kayanya mudah, nanti Mau Coba juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, si Qowiy cobain bikinin ini

      Hapus
  5. Daku mau coba juga ah. Aktifitas yang pasti bakal seru bila dilakukan bareng anak-anak. Tengkyu sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mba. terimakasih kunjungannya ^^

      Hapus
  6. ini keren banget. saya belum pernah bikin diy sains buat anak, padahal anak saya homeschool.
    very inspiring...coba ah, biar dikira sulapan hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow, homeschooling, keren! saya masih bingung nerapkan di rumah gimana. Iya mba, ini seru dicoba di rumah bareng anak, berasa main sulap, hoho

      Hapus