4 Fakta Tentang Minyak Goreng Kelapa Sawit



Assalamu'alaikum

Berawal dari niat saya di awal tahun 2017 tadi yang ingin sehat (terutama dari radang sendi kaki) dan niat saya yang ingin "mengurusi" suami yang sampai saat ini entah kenapa ga kurus-kurus juga, tapi justru istrinya yang loss weight almost 10kgs (eaaaaa, kaga ada yang nanya bu -_- *timpukpakemouse), di sanalah saya bertemu dengan suatu komunitas gaya hidup sehat yang dari sana saya belajar sangat banyak tentang ilmu kesehatan. Yah, walaupun saya belum bisa nyemplung 100% tapi banyak hal yang bisa saya adaptasi dari sana, salah satunya tentang minyak goreng.

Bagi saya sendiri pembahasan ini cukup menarik karena setiap hari kita bersinggungan dengan minyak sehingga mau tidak mau harus lebih aware memilih minyak goreng bagi keluarga terlebih suami saya yang memiliki riwayat trigeliserida tinggi. Akhirnya, saya coba mencari informasi tentang minyak goreng yang biasa kita gunakan, minyak goreng kelapa sawit.

Ada apa ya dengan minyak goreng yang biasa kita pakai? Langsung aja baca 4 fakta yang saya kumpulkan dari berbagai sumber. Hmm, faktanya jelek atau baik untuk dikonsumsi? Udaah... baca aja dulu sampai habis ya mak πŸ”

1. Luas lahan sawit

Beberapa tahun belakangan di negara kita terjadi ekspansi besar-besaran lahan sawit, baik yang asalnya tanah kosong ataupun tanah yang sebelumnya sudah ditanami tanaman lain. Lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tanah Indonesia yang subur dengan matahari yang muncul sepanjang tahun membuat negara kita dilirik grup taipan berpengaruh (konglomerat Asia).

Total luas lahan sawit yang sudah dibuka sampai 2015-2016 sekitar 11,6 juta hektar. Hanya selisih 1 juta hektar lebih kecil dari Pulau Jawa yang luasnya 12,8 juta hektar. Pembukaan perkebunan sawit paling banyak terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang cenderung bertanah gambut karena pohon sawit konon menyerap air tanah lebih banyak dari tanaman apapun.

2. Asal minyak goreng sawit
Tahukah kalian dari bagian buah sawit yang manakah minyak goreng dihasilkan? Mungkin banyak yang tidak tahu, termasuk saya awalnya. Minyak yang dihasilkan berasal dari daging buah sawit. Sedangkan biji sawitnya atau biasa disebut kernel digunakan untuk indutri kosmetik dan pembuatan sabun dan juga detergen. Ada sekitar 60% minyak yang dihasilkan dari daging kelapa sawit dan hanya 11% yang berasal dari biji kelapa sawit, dimana minyak yang dihasilkan masuk dalam kategori high quality

Actually, minyak kernel lebih bagus dibanding minyak dari daging sawit

3. Proses pembuatan minyak goreng
Proses pembuatan minyak goreng dimulai dari pengambilan buah, perebusan, perontokan, pemerasan sampai penyaringan minyak. Tapi bukan kapasitas saya bicara di sini tentang semua proses itu secara gamblang dan saya tau pasti kalian akan bosan sekali membacanya, bukan begitu? (Ga boleh su'udzon buπŸ˜‚)

Ok, lanjut ya

Di antara semua proses tersebut saya tertarik mendalami proses penyaringan yang diterapkan. Jadi, dari proses pemerasan yang dilakukan oleh mesin ekstraksi akan didapat minyak kasar yang masih bercampur antara serabut, kerikil, pasir, dan kotoran lainnya. Setelah itu baru disaring.

Selesai sampai di situ? Ooh, tidak, masih cukup jauh lagi perjalanannya. Rasa-rasanya tidak ada yang ingin memakai minyak goreng berwarna merah pekat seperti ini, bukan?
CPO, hasil penyaringan minyak sawit pertama, belum ditambah zat kimia apapun

Ini adalah CPO atau Crude Palm Oil. Inilah wujud minyak sawit asli, berwarna merah. Ada yang mau mengonsumsinya? Hahaha, siapa yang berani? Di dalam CPO terkandung 95% trigeliserida, zat besi, dan tembaga ((tembaga)). Lalu untuk mengubah warnanya digunakanlah asam fosfat. Yas, asam f o s f a t. (Kalo kalian mendengar fosfat asosiasinya kemana?).

Setelah ditambahkan asam fosfat -yang gunanya untuk mengikat warna merah dari CPO-, minyak-sawit-on process berubah warna menjadi putih susu karena masih mengandung olein dan stearin. Sampai di sini dilanjutkan proses deodorizing alias penetralan aroma kelapa sawit. Dan hasilnya adalah RBD PO atau Refined Bleaching Deodorizing Palm Oil alias Minyak sawit hasil saringan yang diputihkan dan dihilangkan baunya.

Ternyata ga cuma keti aja ya yang dipakein deodorant πŸ˜‚.

RBD PO, hasil sulingan setelah ditambah zat kimia pengikat warna merah dan penetral bau

Singkat cerita, RBDP PO ini kemudian mengalami (lagi) proses pemisahan antara olein dan stearin, dimana olein akan menjadi minyak yang berwana kekuningan dan stearin wanna be margarin atau minyak padat. Yeaah, bener banget, margarin adalah hasil produksi dari minyak kelapa sawit.

Fiuuh, panjang betuul ternyatah. Dan sepanjang proses pemurnian minyak sawit, sepanjang itu pula zat-zat kimia ditambahkan *eengg.

4. Frekuensi pemakaian yang disarankan
Menggunakan minyak goreng kelapa sawit yang disarankan adalah 2 - 3x pemakaian dengan minyak yang sama. Tapi, jika sekali pemakaian minyak sudah berubah menjadi gelap, kental, dan berbau tengik maka gantilah dengan yang baru. Hal ini ada kaitannya dengan proses oksidasi yang terjadi karena pemanasan si minyak sehingga menyebabkan perubahan gugus senyawa penyusunnya. Memakai bahan-bahan yang sudah teroksidasi sangat berbahaya bagi tubuh. Sel tubuh akan mudah berubah menjadi radikal bebas karena terpapar oksidasi. Saya pernah menjabarkan sedikit tentang radikal bebas, oksidasi, dan teman-temannya di artikel beberapa waktu lalu.

(Baca juga tentang radikal bebas di sini)


Pemandangan lazim di pedagang gorengan *errrrr
Sumber: Tribunnews
Sering beli gorengan di luar? Mulai sekarang sambil dilihat-lihat lagi yak minyaknya. Seenak apapun  jajanannya tetap perhatikan kesehatan. Beberapa pedagang masih ada koq yang tetap mengutamakan kualitas bahan yang dipakai.
🌺🌺🌺

Intinya, fakta di atas murni hanya menyampaikan dan tidak bermaksud mengajak untuk apapun. Karena saya yakin banyak yang tidak tahu terutama proses pembuatan minyak goreng padahal di setiap dapur kita bertengger satu dua botol minyak goreng. Kalo saya sendiri gimana? Nah, jawaban pertanyaan ini akan saya berikan di artikel kesehatan saya selanjutnya. So, it will be continued. Stay tune on my blog πŸ“Œ

Semoga bermanfaat mak🌱



Referensi:
https://www.soilindo.com/perkebunan-kelapa-sawit-terbesar-indonesia/
http://www.golco.co.id/resource/


29 komentar:

  1. soal memakai minyak 2 sampai 3 kali itu rada susah ya kayaknya diterapkan kalau buat para penjual gorengan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena prinsip oknum pedagang "modal sekecil2nya, laba sebesar2nya" heu

      Hapus
  2. Kata mamaku, dulu goreng2 itu pake minyak kelapa mbak, jadinya sehat.
    Kemaren coba2 bikin sendiri dirumah, dan dari 4 biji kelapa tua cuma dapat 2 botol kecil. Paling 150-200ml an. Kalau dikonversi ke kelapa sawit pasti modal kemaren itu dapat berliter-liter ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli aja mba, memang 2x lebih mahal tapi minyak kelapa ga pakai zat zat kimia kaya minyak sawit, begitu dipanaskan langsung dapat minyak kletik, bening, sehat, wangi pula. Kalo bikin ya itu capek, pernah beberapa bulan lalu mencoba habis itu give up karena jadinya dikit dan capek banget.. Hihi

      Hapus
  3. Kalo aku cara pakenya supaya ttp sehat makenya dikit2.. Jd 2-3x udah masuk ke 'jatah penggorengan minyak buat ikan kucing' hihi.. *maafkan cing umurmu ga panjang2 amat jg kan.. Haha.. Nice artikel mba fik.. Aku tunggu yg versi sehat selanjutnya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah kesebut di atas eh πŸ™ˆ ok, tapi tetap akan ditulis, biar lengket ilmunya

      πŸ˜€

      Hapus
  4. Aku lagi berusaha mengurangi konsumsi minyak goreng sawit dan beralih ke minyak kelapa. Tapi susah yak, secara harga minyak kelapa itu ehem banget ya cyiin TT___TT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi minyak kelapa bisa sampai 6x pakai ga hitam mba... Jadi jatuhnya sama aja sama minyak sawit...

      Hapus
  5. Bener mba, aya aja kalau jajan gorengan di luar selalu di marahi Mamah πŸ˜‚, katanya minyak goreng nya di masak beberapa kali πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah Aya gitu, bikin aja sendiri mah klo gorengan yah 😘

      Hapus
  6. Minyak jadi sesuatu yg tidak bisa kita hindari ya... Setidaknya di rumah kita bisa mengatur apakah minyak masih bisa dipakai atau tidak.
    Kadang bingung juga banyak minyak bekas diapain ya...?
    Sayang kalau dibuang aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tau bisa diapain selain dibuang mba... Karena kalo dilihat dari proses pembuatan nya aj sudah banyak tambahannya, ditambah kita pakai melewati proses pemanasan... Entah apa masih ada zat2 yg baiknya atau ga

      Hapus
  7. Asik makan Gorengan. Enak Dan lezat. Buat tambahan di makanan juga bisa seperti donut atau pastel. Irit mentega kata tukang jajanan

    BalasHapus
  8. Nice info mba, baru pertama kali liat kelapa sawit. Ternyata prosesnya panjang juga yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, panjang.. Saya juga baru tauu lo

      Hapus
  9. Serba salah sih kalau untuk para pedagang. Pada akhirnya ya kurangi saja deh jajan di luar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, bikin sendiri lebih terjamin

      Hapus
  10. Nah salah satu yang sering pake minyak goreng sampai berkali-kali itu ya pedagang gorengan ya.. Sampe item banget seringnya.. Hmmm jadi pr banget nih buatku berarti mbak, ngurangin jajan di luar hihihi >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keseringan beli jajan yg ga sehat kaya gorengan dengan minyak hitam gitu bahaya banget mba, kalo kasus yg aku tau bisa menyebabkan radang empedu :(

      Hapus
  11. Penambahan zat kimia jadinya membuat oerubahan yg signifikan ya mba untuk warna minyaknya. Hmmm jaod nambah banyk ilmu. Aniwei memang semaramg masuh banyak ya yg ga jetat dalam menggunakan minyam masih aja dipakai ampe hitam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, prinsip ekonomi kapitalis biar dapat untung gede dg modal sedikit

      Hapus
  12. Baru tau awalnya kalau saringan minyak sawit sepekat itu, tapi di kita yg nyampe beningnya ya mbak.
    Wah saya nih penyuka gorengan. Makanya kdng kalau beli gorengan pas bukaan warung hehe. Tapi bgmnpun jg emang sebaiknya jaga kesehatan, goreng snediri kali ya :D
    TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waa... ada mba April :* iya begitulah mba prosesnya, hihi..makanya kan di kemasan tulisannya 3x pemurnian 2x penyaringan blablabla, nah itu maksudnya kali mba

      Hapus
  13. Aku penasaran sama CPO ini kandungan lemak jenuhnya tinggi nggak ya Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum sampai kesana mba ilmunya.. Tapi next time mau saya lengkapi khusus kandungan gizinya :) makasih sudah mampir

      Hapus
  14. heuuu minyak di penjual gorengan itu yang serem. Sampai hitam masih aja dipakai. Malah ada yang bilang itu minyak dari bekas resto fast food.

    BalasHapus
  15. Jadi fokus ke gambar minyak goreng pedagang gorengan, klo lihat minyaknya itu bikin ga jadi beli..ngeri,pasti sudah jadi racun karena proses panas berkali-kali

    BalasHapus