Aku dan (Hiatus) Medsos

Assalamualaikum . . . .

Haloo, apa kabar Bu ibu, Mak emak?

Ada kali ya 3 pekan ga nulis apapun di blog. Iya, saya lagi hiatus. Pengen menyepi sebentar. Medsos juga ada yang saya tutup dan sebagian hampir tidak pernah lagi disambangi. Bahkan saya menarik diri dari beberapa grup whatsaap yang di mana saya lumayan aktif di dalamnya.

Ada apa sih?

Mungkin teman-teman komunitas sebelumnya bertanya-tanya, kenapa? Ada apa?

Hmmm, ok. Saya minta maaf sebelumnya kalo dianggap tiba-tiba menghilang secara misterius.

Atau ada yang menganggap saya tidak tau "tanda baca", karena setelah berseru tiba-tiba saya membuat tanda tanya, dianggap hanya akan koma ternyata malah membuat titik.

Sungguh saya minta maaf membuat beberapa dari kalian terpaksa ber-dzon atas sikap yang saya buat. Maaf 😢

Hanya masalah sepele sebenarnya. Saya hanya ingin mengurangi "jam terbang"  medsos saya termasuk blogging di dalamnya. Walaupun menulis adalah salah satu self-healing saya tapi saya tidak bisa egois, ada amanah yang harus saya jaga betul-betul. Bukan, saya bukan mau bilang mommy blogger lain tidak amanah. Justru saya salute dengan mereka, bagaimana caranya mereka mengatur waktu yang sama-sama 24 jam ini? Padahal ada anak, suami, rumah - dan beberapa ada yang berkarier- yang harus diperhatikan. Tapi tapi tapi mereka masih mampu memanajemen semuanya dengan baik, blogpostpun masih bisa dikerjakan. Luar biasa. . . .

Saya apa kabar? 😢

Entah kenapa akhir-akhir ini pikiran saya selalu sekitar kematian dan kehidupan setelahnya. Lantas membuat saya berpikir, apakah saya sudah membawa bekal yang cukup? Apakah saya banyak dosa dibanding pahala? Apakah amal jariyah saya bisa membantu setelah saya meninggal?

Ya, amal jariyah. Amal apa yang sudah saya siapkan untuk menolong saya di alam barzah? Apakah menulis di sini sudah membawa manfaat bagi orang yang membaca? Sepertinya belum 😢.

Ada amal jariyah yang nyata di depan mata saya yang jelas bisa saya andalkan. Apa? Anak-anak saya. . . .

Anak-anak saya yang akan menjadi amal jariyah saya. Dari doa merekalah nanti kubur saya diterangkan. Dari kiriman pahala merekalah nanti dosa saya diringankan. MEREKA lah amal jariyah saya, mengalir walaupun sudah mati.

Bukan dari gadget saya, bukan juga dari yang lain.

Maka, sementara ini biarlah saya menikmati hiatus saya dengan sekedar menulis ringan tanpa dibebani target apapun. Dan sementara ini pulalah izinkan saya belajar memanejemen waktu, sikap, dan hati saya agar semua beriringan dengan baik tanpa mendzolimi satu sama lain. Anak-anak dan suami terlayani dengan benar, rumah terkondisikan dengan baik, ibadah juga tidak terseret-terseret atau bahkan terkalahkan dengan urusan "air seujung jari di atas samudera", dan tidak pula mengabaikan hak diri untuk mengembangkan sesuatu yang saya sebut passion.






3 komentar:

  1. Wah mba, bener katanya-katanya hehe kadang mikir juga banyak nulis, banyak yang saya dishare ga tau itu baik apa gak, tapi sepanjang yang saya liat, mba fika selalu nulis hal-hal yang bermanfaat bagi orang banyak. semoga bisa terus berkarya dan share hal-hal baik seperti sebelumnya ^_^

    BalasHapus
  2. Makasih mba Shovya sudah mampir 🙈

    BalasHapus
  3. Tujuan menulis bg emak rempong sebaiknya emg bkn tujuan utama mb fika.. Cm sbg penyaluran energi positif dikala ad waktu luang. Nah, klo g ad waktu luang gmn? Sementara anak butuh bgt kita nihh.. Ya, mgkn ak jg bkl kyk mb fika.. Hihi.. Semua akan indah pada waktunya.. Keputusan mb udah bagus.. :) ditunggu comeback tulisannya.. :*
    We miss u.. *from fbb..

    BalasHapus