Pasang IUD, Sakit Ga? [Review Nova T]

/ Februari 20, 2018
Assalamu'alaikum....

Setelah melahirkan anak kedua saya memutuskan untuk memakai KB secepatnya. Tapi, oleh suami hanya dibolehkan IUD atau mini pil. Mini pil itu semacam Yasmin kalo merk patennya, masih masuk KB hormonal tapi dengan kandungan hormon dosis rendah.

Sayangnya di saya minipil itu ga cocok, pernah haid sebulanan, sambung menyambung ga selesai selesai. Kulelah temans.

Jadi, hanya tersisa 1 kemungkinan yang bisa dan dibolehkan, yaitu....OMG 😱 IUD πŸ˜₯

Dilema banget lah ini kemaren mau masang apa ga. Pertama, konon katanya pasangnya sakit. Kedua, alatnya bisa melenceng kemana-mana bahkan ada yang harus dioperasi karena nyangkut di usus. Ketiga, diriku belum haid 18 bulan lamanya, gimana mau bisa dipasangkan?

Lengkaplah galaunya. Karena ga mau menambah kegalauan lagi, demi melihat perut yang semakin buncit, entah karena tekdung atau lemak, saya putuskan untuk ke dokter kandungan langganan secepatnya.

Hallo, mak. Kamu yang ga haid dan pengen haid bisa baca tulisan saya sebelumnya ya tentang rekayasa hormon.

Jadi, tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya sebelumnya.

Setelah menghabiskan tablet Norelut 1 strip akhirnya saya haid. Lumayan banyak keluar darahnya dan itu cukup bikin saya kliyengan karena anemia akut. Segera saya minum suplemen penambah darah.

Sudah haid kan nih. Tapi keragu-raguan kembali muncul lagi, antara pasang IUD atau ga. Propaganda positif dan negatif tentang IUD banyakan negatifnya, jadilah sayanya ketar-ketir memutuskan. Duh mama, kenapa anakmu plin-plan sekali sih, huhu.

Setelah hari ketiga saya mendapati darah haid tiba-tiba berkurang drastis, hampir selesai ini, waduh! Panik lah, sementara saya belum memutuskan untuk pasang IUD atau minum pil KB aja. FYI, kalo mau pasang IUD kudu haid dulu karena saat itu mulut rahim membuka, jadi masangnya ga sakit.

Akhirnya, entah kekuatan dari mana, 9 Februari 2018 kemaren ujug-ujug saya daftar via WhatsApp dan saya ajak suami ke dokter spesialis. Semua resah dan propaganda negatif saya halau. Bismillah...
(lebay amat yak, kaya mau perang aja, buk πŸ˜›)

Saat menunggu antrian...

Saat masuk ke dalam ruangan periksa....

Saat basa-basi sedikit dengan dokter....

Saat disuruh berbaring....tiba-tiba

"Bentar, dok. (Hoeekk)", kata saya sambil menahan mual yang kedua.

"Gugup dok, bentar", lanjut saya,  dokternya sambil menahan ketawa mempersiapkan alat-alat.

Ya ampuun, ih malu-maluuiin. Ketahuan nervous banget kan, huahaha.

Karena dokternya perempuanlah saya akhirnya nekat untuk pasang IUD. Dengan posisi mengangkang ketika proses pemasangan tentunya alangkah nyamannya kalo sesama perempuan saja yang melakukannya. Alhamdulillah, terimakasih Ya Alloh sudah menghadirkan dr. Menik di 2 tahun terakhir ini di kota kami. So thankfull.

Long story short. Akhirnya alatnya berhasil dipasang dan saya diresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi. Pulang ke rumah akhirnya dengan keadaan lega karena yang saya takutkan tidak kejadian. Yeah, it's not like my imagination.
Sumber: mediskus.com

Kalau kalian ingin pasang IUD tapi masih takut, mungkin beberapa poin di bawah bisa membantu sedikit menepis kegalauan kalian, isinya berdasarkan pengalaman dan jawaban dokter atas pertanyaan-pertanyaan saya.

1. Timing yang paling pas untuk pasang IUD adalah saat haid kita sudah mau habis. Jadi, jangan pas banyak-banyaknya ya karena pasti risih. Saat mau selesai masa haid itu darah sudah sisa sedikiiit saja dan mulut rahim masih lunak sehingga mudah eksekusinya. Jadi, sebenarnya saya sudah tepat mengajukan diri waktu itu, saat haid sudah mau selesai.


2. Sebelum kalian memutuskan untuk KB IUD pastikan rahim kalian tidak rendah, dengan USG tentunya. Rahim yang rendah dikhawatirkan akan membuat alatnya mudah keluar sewaktu-waktu. Ini kejadian sama ipar saya, pas sudah mau masang tiba-tiba dokternya mengeluarkan alatnya lagi dan bilang rahimnya rendah sehingga ga bisa dipasangi alat. Melayanglah duit  500 ribu untuk IUD yang tidak terpasang itu. Hiks, sayang ya.

3. Pastikan area kewanitaan sudah dibersihkan ya, hihihi.

4. Rileks, jangan tegang, lemaskan seluruh anggota badan walau hati dag-dig-dug ga karuan. Kirim afirmasi positif ke diri kalo ini ga akan sakit, just inhale-exhale, santai sesantai-santainya. Kalo saya boleh bilang pasang IUD ini ga sakit koq! Kalo kalian sudah pernah merasakan kontraksi adekuat saat lahiran, beuuuh dijamin sakitnya ga ada 1/10 nya! *SWEAR

5. Prosesnya agak lama tapi ga sampai 5 menit koq. Berawal dengan merebahkan posisi ala melahirkan, kaki diangkang, lalu dokter memasukkan alat bernama spekulum ke mulut rahim untuk menjaganya agar tetap terbuka selama pemasangan. Tak lupa dioles cairan antiseptik beberapa kali. Selanjutnya, akan dimasukkan alat 'penjepit rahim' bernama tenakulum.

Sakit ga dijepit? Saya sih ga ada merasa apa-apa ya. Atau karena pikiran saya sibuk menenangkan hati kali ya, jadi ga fokus sama prosesnya πŸ˜…. Setelah itu dimasukkan alat bernama sonde uterus yang berfungsi mengetahui kedalaman rahim dan arah tuba fallopi. Ok, dari situ saya dapatkan informasi bahwa tinggi rahim saya 6-7cm, sesuai dengan hasil USG 2 pekan lalu sebelum memutuskan untuk KB IUD.

Kemudian baru deh dipasang IUD nya.

Sudah, selesai maaaak πŸ€—

Kalian pasti sering dengar cerita tentang sakitnya pasang IUD, nah mungkin ketika alat spekulum ini masuk si ibu-ibu itu tegang, mengeraslah semua otot-ototnya termasuk otot daerah vagina, dan ini yang bikin sakit karena dokternya juga agak susah kan mau masuk. Rileks aja, katakan pada diri sendiri bahwa ini ga akan sakit. Terbukti, dr. Menik bilang kemaren smooth banget pas masangnya ke saya. Hehe, just doing positive afirmative, dears!
Spekulum untuk membuka "pintu masuk". Please, don't be scare
Sumber: alatkesehatan.id

6. Minum obat antibiotik yang diresepkan. Walaupun dalam prosesnya menggunakan alat-alat yang steril dan dengan no touch technique, and then dokternya juga pakai sarung tangan tapi tetap tetap ada kemungkinan infeksi walau 0.001%, dan atas nama SOP makanya diresepkanlah AB. "Yah, namanya juga masukin alat dari luar ke dalam, peluang infeksi pasti ada", kata dokternya menjelaskan. AB diminum 2x1 hari selama 5 hari.

Kalo ga diminum gimana? Ya, terserah sih ya, cuma dokter kan pasti nyuruh cari aman. Nah, saya kan termasuk yang bandel bin mak dudul kalo disuruh minum obat, jadi AB nya saya anggurin 2 hari. Besoknya keputihan hijau dan gatal. Suami bilang kayanya saya ada infeksi sedikit. Huaa, langsung deh minum AB sampai 5 hari ke depan.

7. Pasti banyak yang kepo ya rasanya gimana habis dipasang? Kalo yang saya rasakan sih semacam gejala PMS seperti nyeri pinggang dan keputihan. Wajarlah namanya juga ada alat asing di rahim, pasti adaptasi dulu. Nyeri pinggangnya sih tipis aja, tapi lumayan bikin libido menurun. huaahaha *minta ditoyor. Bukan karena hormon terganggu sih, kalo ini lebih karena ga nyaman aja, eh belum nyaman. Yah, kalian bayangin ajah masa-masa PMS, ngilu pinggang, nyeri daerah pubis, de el el, pasti ngefek ke libido kan?? Ini berlangsung hingga kira-kira 3-7 hari.

8. Dokter bilang akan terjadi siklus menstruasi yang tidak teratur dalam jumlah darah yang lebih banyak dari sebelumnya. Itu semua bukan karena tidak cocok dengan alatnya, tapi lebih karena masa adaptasi uterus yang kemasukan alat asing. Dan itu akan terjadi dalam 3 bulan pertama. Jadi, siapkan suplemen zat besi, ya, mak!

9. Apakah boleh angkat-angkat setelah pasang IUD? No problemo kata dokter mah. Mau gendong anak bahkan angkat galon juga ga masalah, kata beliau. Ga geser gitu? Ga lah, kata dokternya. Kalo pasangnya sudah pas insya Alloh ga bakal geser. Kalo udah pasang dengan bener, dengan ahlinya pula, dipantau per 6 bulan sekali tapi tetap geser, ada??? Ada juga. Nah kalo itu faktor rahasia Illahi. Lain lagi ceritanya.

10. Setelah pasang IUD kapan boleh berhubungan? Naah, ini. Pas pasang IUD saya lupa nanya. Duh, pas saya baca-baca pengalaman ibu-ibu ber-IUD ada dokter yang menyarankan 3 pekan setelah pasang IUD baru boleh berhubungan rasanya saya langsung lemes deh *ketauaan  hahaha. Jadi, pas konsultasi sepekan kemudian saya tanyakan perihal ini. Dokter jawab, "ga papa, ga masalah kalo langsung coitus, alatnya langsung efektif bekerja koq". Oh, begituu, jadi seperti ituuu....  *yesss πŸ˜†

11. Mungkin ada spotting sewaktu-waktu antara masa haid. Spotting itu semacam flek, keluar darah tapi cuman sedikit. Jadi, jangan kaget ya. Wajar, normal.

12. Setelah terpasang, lakukan pengecekan berkala ya. Sepekan setelahnya dan 6 bulan berikutnya secara berkala. Ini untuk memastikan posisi alatnya.

Sekilas tentang IUD Nova T

Dari tadi ngomongin IUD mulu yak. Emang sudah pada tau singkatannya?? πŸ˜†

IUD adalah singkatan Intra Uterine Device atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan biasa disebut emak-emak sebagai KB spiral. Koq spiral? Setau saya bentuknya T deh? πŸ€”

Ternyata dulu IUD bentuknya spiral, sekarang kebanyakan sudah ga dipakai lagi. Gantinya ya yang bentuk T ini. Tetep aja tapi ya ngomongnya "KB spiral", heheheh.

Sumber: doc.hadisome

KB IUD Nova T yang banyak dipakai ini diimpor dari Jerman, makanya harganya lumanyun alias bikin manyun πŸ˜….

Cara kerja IUD bagaimana? 

Alat ini berbahan plastik berbentuk huruf T dengan lilitan tembaga di bagian badannya dan juntaian benang di ujungnya. Dengan bentuk seperti itu praktis mencegah terjadinya sel sperma dan sel telur bertemu. Selain itu juga kandungan tembaganya membuat sel sperma tidak akan bertahan lama di dalam rahim. Dan jika sukses terjadi pembuahan pun, calon janin tidak bisa menempel di uterus.

IUD Penyebab Ca Serviks?
Hayoloh, pernah ga denger statement seperti itu??? Yang ngomong siapa? Ada background kebidanan atau ginekologi ga?? Atau cuma baca-baca doank tanpa telaah lebih lanjut?

Saya termasuk nih yang menelan mentah-mentah info ini. Lantas saya tanyakan pada dokter, benerkah? Beliau menegaskan IUD bukan pencetus kanker serviks. Jenis kanker itu hanya disebabkan oleh virus HPV, yang ditularkan melalui seks bebas.

Pros and Cons

Ok, dari panjang kali lebar nya tulisan saya ini, saya mau merangkum positif dan negatifnya KB IUD;

Positif
(+)  Tidak menganggu kerja hormon
(+)  Keluhannya hanya sebentar, sesaat setelah pasang, tidak sampai pusing-pusing, badan kurus atau malah gemuk
(+)  Tidak ribet karena mengingat jadwal harian seperti minum pil atau suntik bulanan
(+)  Relatif murah. Walaupun di awal sangat berat, tapi cukup sekali itu aja
(+)  Jika mau program anak lagi sangat mudah dan cepat karena tidak perlu penyesuaian hormon.

Negatif
(-)  Tidak cocok bagi yang alergi tembaga
(-)  Tidak cocok bagi  yang rahimnya rendah
(-)  Alat bisa melenceng. Bisa diminalisir dengan rutin USG per 6 bulan, pasang dengan ahlinya, dan tawakal 'alaLlohu

Walaupun tingkat keberhasilan KB ini cukup tinggi tapi tetap saja bisa' kebobolan'. Kasih tanda petik ya. Maksudnya, walau kita maunya nanti dulu punya anak, tapi ketika Alloh berkata "jadilah" maka tidak ada yang tidak bisa.

Baiklaah, mungkin cukup sekian tulisan kali ini. Semua pilihan selalu ada resikonya sekalipun pilihan terbaik. Banyak-banyakin informasi aja supaya ga gamang dan tepat menentukan pilihan.

Jadi perempuan itu susah ya, udah hamilnya lelah, melahirkannya "nikmat" bener, eh harus ditambah lagi mikirin masalah KB. Gini amat yak jadi perempuan πŸ˜₯

No, no, no.... Beban berat tetap ada pengimbangnya. Alloh Maha Adil. Bukankah Alloh janjikan kemudahan di atas semua itu. Janji Alloh untuk para wanita, dimudahkan masuk syurga dari pintu manapun, tanpa jihad, tanpa susah payah cari nafkah seperti lelaki, tanpa harus selalu sholat tahajud di tengah malam, tanpa rutin puasa sunnah.  Hanya dengan "taat suami, sholat 5 waktu, dan puasa Ramadhan", Alloh persilakan kita masuk syurga lewat pintu mana saja.

Semoga ikhtiar kita menjadi istri sholihah, ibu yang sabar dan pintar, pribadi yang sehat jiwa raga dimudahkan ya. Aamiin

Ok, sekian tulisan saya kali ini - yang isi dan penutupnya agak ga nyambung. Maapkaaan. Semoga bermanfaat πŸ€—



Assalamu'alaikum....

Setelah melahirkan anak kedua saya memutuskan untuk memakai KB secepatnya. Tapi, oleh suami hanya dibolehkan IUD atau mini pil. Mini pil itu semacam Yasmin kalo merk patennya, masih masuk KB hormonal tapi dengan kandungan hormon dosis rendah.

Sayangnya di saya minipil itu ga cocok, pernah haid sebulanan, sambung menyambung ga selesai selesai. Kulelah temans.

Jadi, hanya tersisa 1 kemungkinan yang bisa dan dibolehkan, yaitu....OMG 😱 IUD πŸ˜₯

Dilema banget lah ini kemaren mau masang apa ga. Pertama, konon katanya pasangnya sakit. Kedua, alatnya bisa melenceng kemana-mana bahkan ada yang harus dioperasi karena nyangkut di usus. Ketiga, diriku belum haid 18 bulan lamanya, gimana mau bisa dipasangkan?

Lengkaplah galaunya. Karena ga mau menambah kegalauan lagi, demi melihat perut yang semakin buncit, entah karena tekdung atau lemak, saya putuskan untuk ke dokter kandungan langganan secepatnya.

Hallo, mak. Kamu yang ga haid dan pengen haid bisa baca tulisan saya sebelumnya ya tentang rekayasa hormon.

Jadi, tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya sebelumnya.

Setelah menghabiskan tablet Norelut 1 strip akhirnya saya haid. Lumayan banyak keluar darahnya dan itu cukup bikin saya kliyengan karena anemia akut. Segera saya minum suplemen penambah darah.

Sudah haid kan nih. Tapi keragu-raguan kembali muncul lagi, antara pasang IUD atau ga. Propaganda positif dan negatif tentang IUD banyakan negatifnya, jadilah sayanya ketar-ketir memutuskan. Duh mama, kenapa anakmu plin-plan sekali sih, huhu.

Setelah hari ketiga saya mendapati darah haid tiba-tiba berkurang drastis, hampir selesai ini, waduh! Panik lah, sementara saya belum memutuskan untuk pasang IUD atau minum pil KB aja. FYI, kalo mau pasang IUD kudu haid dulu karena saat itu mulut rahim membuka, jadi masangnya ga sakit.

Akhirnya, entah kekuatan dari mana, 9 Februari 2018 kemaren ujug-ujug saya daftar via WhatsApp dan saya ajak suami ke dokter spesialis. Semua resah dan propaganda negatif saya halau. Bismillah...
(lebay amat yak, kaya mau perang aja, buk πŸ˜›)

Saat menunggu antrian...

Saat masuk ke dalam ruangan periksa....

Saat basa-basi sedikit dengan dokter....

Saat disuruh berbaring....tiba-tiba

"Bentar, dok. (Hoeekk)", kata saya sambil menahan mual yang kedua.

"Gugup dok, bentar", lanjut saya,  dokternya sambil menahan ketawa mempersiapkan alat-alat.

Ya ampuun, ih malu-maluuiin. Ketahuan nervous banget kan, huahaha.

Karena dokternya perempuanlah saya akhirnya nekat untuk pasang IUD. Dengan posisi mengangkang ketika proses pemasangan tentunya alangkah nyamannya kalo sesama perempuan saja yang melakukannya. Alhamdulillah, terimakasih Ya Alloh sudah menghadirkan dr. Menik di 2 tahun terakhir ini di kota kami. So thankfull.

Long story short. Akhirnya alatnya berhasil dipasang dan saya diresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi. Pulang ke rumah akhirnya dengan keadaan lega karena yang saya takutkan tidak kejadian. Yeah, it's not like my imagination.
Sumber: mediskus.com

Kalau kalian ingin pasang IUD tapi masih takut, mungkin beberapa poin di bawah bisa membantu sedikit menepis kegalauan kalian, isinya berdasarkan pengalaman dan jawaban dokter atas pertanyaan-pertanyaan saya.

1. Timing yang paling pas untuk pasang IUD adalah saat haid kita sudah mau habis. Jadi, jangan pas banyak-banyaknya ya karena pasti risih. Saat mau selesai masa haid itu darah sudah sisa sedikiiit saja dan mulut rahim masih lunak sehingga mudah eksekusinya. Jadi, sebenarnya saya sudah tepat mengajukan diri waktu itu, saat haid sudah mau selesai.


2. Sebelum kalian memutuskan untuk KB IUD pastikan rahim kalian tidak rendah, dengan USG tentunya. Rahim yang rendah dikhawatirkan akan membuat alatnya mudah keluar sewaktu-waktu. Ini kejadian sama ipar saya, pas sudah mau masang tiba-tiba dokternya mengeluarkan alatnya lagi dan bilang rahimnya rendah sehingga ga bisa dipasangi alat. Melayanglah duit  500 ribu untuk IUD yang tidak terpasang itu. Hiks, sayang ya.

3. Pastikan area kewanitaan sudah dibersihkan ya, hihihi.

4. Rileks, jangan tegang, lemaskan seluruh anggota badan walau hati dag-dig-dug ga karuan. Kirim afirmasi positif ke diri kalo ini ga akan sakit, just inhale-exhale, santai sesantai-santainya. Kalo saya boleh bilang pasang IUD ini ga sakit koq! Kalo kalian sudah pernah merasakan kontraksi adekuat saat lahiran, beuuuh dijamin sakitnya ga ada 1/10 nya! *SWEAR

5. Prosesnya agak lama tapi ga sampai 5 menit koq. Berawal dengan merebahkan posisi ala melahirkan, kaki diangkang, lalu dokter memasukkan alat bernama spekulum ke mulut rahim untuk menjaganya agar tetap terbuka selama pemasangan. Tak lupa dioles cairan antiseptik beberapa kali. Selanjutnya, akan dimasukkan alat 'penjepit rahim' bernama tenakulum.

Sakit ga dijepit? Saya sih ga ada merasa apa-apa ya. Atau karena pikiran saya sibuk menenangkan hati kali ya, jadi ga fokus sama prosesnya πŸ˜…. Setelah itu dimasukkan alat bernama sonde uterus yang berfungsi mengetahui kedalaman rahim dan arah tuba fallopi. Ok, dari situ saya dapatkan informasi bahwa tinggi rahim saya 6-7cm, sesuai dengan hasil USG 2 pekan lalu sebelum memutuskan untuk KB IUD.

Kemudian baru deh dipasang IUD nya.

Sudah, selesai maaaak πŸ€—

Kalian pasti sering dengar cerita tentang sakitnya pasang IUD, nah mungkin ketika alat spekulum ini masuk si ibu-ibu itu tegang, mengeraslah semua otot-ototnya termasuk otot daerah vagina, dan ini yang bikin sakit karena dokternya juga agak susah kan mau masuk. Rileks aja, katakan pada diri sendiri bahwa ini ga akan sakit. Terbukti, dr. Menik bilang kemaren smooth banget pas masangnya ke saya. Hehe, just doing positive afirmative, dears!
Spekulum untuk membuka "pintu masuk". Please, don't be scare
Sumber: alatkesehatan.id

6. Minum obat antibiotik yang diresepkan. Walaupun dalam prosesnya menggunakan alat-alat yang steril dan dengan no touch technique, and then dokternya juga pakai sarung tangan tapi tetap tetap ada kemungkinan infeksi walau 0.001%, dan atas nama SOP makanya diresepkanlah AB. "Yah, namanya juga masukin alat dari luar ke dalam, peluang infeksi pasti ada", kata dokternya menjelaskan. AB diminum 2x1 hari selama 5 hari.

Kalo ga diminum gimana? Ya, terserah sih ya, cuma dokter kan pasti nyuruh cari aman. Nah, saya kan termasuk yang bandel bin mak dudul kalo disuruh minum obat, jadi AB nya saya anggurin 2 hari. Besoknya keputihan hijau dan gatal. Suami bilang kayanya saya ada infeksi sedikit. Huaa, langsung deh minum AB sampai 5 hari ke depan.

7. Pasti banyak yang kepo ya rasanya gimana habis dipasang? Kalo yang saya rasakan sih semacam gejala PMS seperti nyeri pinggang dan keputihan. Wajarlah namanya juga ada alat asing di rahim, pasti adaptasi dulu. Nyeri pinggangnya sih tipis aja, tapi lumayan bikin libido menurun. huaahaha *minta ditoyor. Bukan karena hormon terganggu sih, kalo ini lebih karena ga nyaman aja, eh belum nyaman. Yah, kalian bayangin ajah masa-masa PMS, ngilu pinggang, nyeri daerah pubis, de el el, pasti ngefek ke libido kan?? Ini berlangsung hingga kira-kira 3-7 hari.

8. Dokter bilang akan terjadi siklus menstruasi yang tidak teratur dalam jumlah darah yang lebih banyak dari sebelumnya. Itu semua bukan karena tidak cocok dengan alatnya, tapi lebih karena masa adaptasi uterus yang kemasukan alat asing. Dan itu akan terjadi dalam 3 bulan pertama. Jadi, siapkan suplemen zat besi, ya, mak!

9. Apakah boleh angkat-angkat setelah pasang IUD? No problemo kata dokter mah. Mau gendong anak bahkan angkat galon juga ga masalah, kata beliau. Ga geser gitu? Ga lah, kata dokternya. Kalo pasangnya sudah pas insya Alloh ga bakal geser. Kalo udah pasang dengan bener, dengan ahlinya pula, dipantau per 6 bulan sekali tapi tetap geser, ada??? Ada juga. Nah kalo itu faktor rahasia Illahi. Lain lagi ceritanya.

10. Setelah pasang IUD kapan boleh berhubungan? Naah, ini. Pas pasang IUD saya lupa nanya. Duh, pas saya baca-baca pengalaman ibu-ibu ber-IUD ada dokter yang menyarankan 3 pekan setelah pasang IUD baru boleh berhubungan rasanya saya langsung lemes deh *ketauaan  hahaha. Jadi, pas konsultasi sepekan kemudian saya tanyakan perihal ini. Dokter jawab, "ga papa, ga masalah kalo langsung coitus, alatnya langsung efektif bekerja koq". Oh, begituu, jadi seperti ituuu....  *yesss πŸ˜†

11. Mungkin ada spotting sewaktu-waktu antara masa haid. Spotting itu semacam flek, keluar darah tapi cuman sedikit. Jadi, jangan kaget ya. Wajar, normal.

12. Setelah terpasang, lakukan pengecekan berkala ya. Sepekan setelahnya dan 6 bulan berikutnya secara berkala. Ini untuk memastikan posisi alatnya.

Sekilas tentang IUD Nova T

Dari tadi ngomongin IUD mulu yak. Emang sudah pada tau singkatannya?? πŸ˜†

IUD adalah singkatan Intra Uterine Device atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan biasa disebut emak-emak sebagai KB spiral. Koq spiral? Setau saya bentuknya T deh? πŸ€”

Ternyata dulu IUD bentuknya spiral, sekarang kebanyakan sudah ga dipakai lagi. Gantinya ya yang bentuk T ini. Tetep aja tapi ya ngomongnya "KB spiral", heheheh.

Sumber: doc.hadisome

KB IUD Nova T yang banyak dipakai ini diimpor dari Jerman, makanya harganya lumanyun alias bikin manyun πŸ˜….

Cara kerja IUD bagaimana? 

Alat ini berbahan plastik berbentuk huruf T dengan lilitan tembaga di bagian badannya dan juntaian benang di ujungnya. Dengan bentuk seperti itu praktis mencegah terjadinya sel sperma dan sel telur bertemu. Selain itu juga kandungan tembaganya membuat sel sperma tidak akan bertahan lama di dalam rahim. Dan jika sukses terjadi pembuahan pun, calon janin tidak bisa menempel di uterus.

IUD Penyebab Ca Serviks?
Hayoloh, pernah ga denger statement seperti itu??? Yang ngomong siapa? Ada background kebidanan atau ginekologi ga?? Atau cuma baca-baca doank tanpa telaah lebih lanjut?

Saya termasuk nih yang menelan mentah-mentah info ini. Lantas saya tanyakan pada dokter, benerkah? Beliau menegaskan IUD bukan pencetus kanker serviks. Jenis kanker itu hanya disebabkan oleh virus HPV, yang ditularkan melalui seks bebas.

Pros and Cons

Ok, dari panjang kali lebar nya tulisan saya ini, saya mau merangkum positif dan negatifnya KB IUD;

Positif
(+)  Tidak menganggu kerja hormon
(+)  Keluhannya hanya sebentar, sesaat setelah pasang, tidak sampai pusing-pusing, badan kurus atau malah gemuk
(+)  Tidak ribet karena mengingat jadwal harian seperti minum pil atau suntik bulanan
(+)  Relatif murah. Walaupun di awal sangat berat, tapi cukup sekali itu aja
(+)  Jika mau program anak lagi sangat mudah dan cepat karena tidak perlu penyesuaian hormon.

Negatif
(-)  Tidak cocok bagi yang alergi tembaga
(-)  Tidak cocok bagi  yang rahimnya rendah
(-)  Alat bisa melenceng. Bisa diminalisir dengan rutin USG per 6 bulan, pasang dengan ahlinya, dan tawakal 'alaLlohu

Walaupun tingkat keberhasilan KB ini cukup tinggi tapi tetap saja bisa' kebobolan'. Kasih tanda petik ya. Maksudnya, walau kita maunya nanti dulu punya anak, tapi ketika Alloh berkata "jadilah" maka tidak ada yang tidak bisa.

Baiklaah, mungkin cukup sekian tulisan kali ini. Semua pilihan selalu ada resikonya sekalipun pilihan terbaik. Banyak-banyakin informasi aja supaya ga gamang dan tepat menentukan pilihan.

Jadi perempuan itu susah ya, udah hamilnya lelah, melahirkannya "nikmat" bener, eh harus ditambah lagi mikirin masalah KB. Gini amat yak jadi perempuan πŸ˜₯

No, no, no.... Beban berat tetap ada pengimbangnya. Alloh Maha Adil. Bukankah Alloh janjikan kemudahan di atas semua itu. Janji Alloh untuk para wanita, dimudahkan masuk syurga dari pintu manapun, tanpa jihad, tanpa susah payah cari nafkah seperti lelaki, tanpa harus selalu sholat tahajud di tengah malam, tanpa rutin puasa sunnah.  Hanya dengan "taat suami, sholat 5 waktu, dan puasa Ramadhan", Alloh persilakan kita masuk syurga lewat pintu mana saja.

Semoga ikhtiar kita menjadi istri sholihah, ibu yang sabar dan pintar, pribadi yang sehat jiwa raga dimudahkan ya. Aamiin

Ok, sekian tulisan saya kali ini - yang isi dan penutupnya agak ga nyambung. Maapkaaan. Semoga bermanfaat πŸ€—



Continue Reading
Assalamu'alaikum...

Kalian pernah terbersit pertanyaan ini ga? Saya sering nih, teramat sering malah. Apalagi pas sudah berkeluarga dan sudah menetapkan pilihan akan berdiam di mana (setelah 3 tahun pertama nomaden)  lalu mencari-cari rumah untuk kami tinggali untuk selawasan.

Dalam proses pencarian rumah itu mata saya kaya lebih tajam dari biasanya, memperhatikan lebih detil, dan akhirnya menyimpulkan sesuatu yang sebenarnya sudah lazim dilihat.

Koq rumah yang ditinggalkan lebih cepat rusak ya?

Padahal kalo dipikir-pikir, rumah yang ga berpenghuni kan berarti ga ada orang yang beraktivitas di dalamnya, ga ada bocil yang "berkreasi" dengan dinding dan segala perabotan, ga ada tangan yang suka pasang paku di mana-mana. Intinya, rumah kosong bebas dari segala aktivitas itu. Tapi koq justru lebih cepat rusak??

Pertanyaan ini makin menguat tatkala saya menyaksikan sendiri rumah di sebelah saya yang dibangun tidak sampai setahun sudah terkelupas catnya di bagian luar. Rumah itu ada pemiliknya, tapi hanya ditinggali sebulan 3 4 hari saja, jadi lebih banyak kosongnya.

Sedangkan rumah saya 2 tahun lebih dulu masih lumayan awet catnya (walaupun sudah menunjukkan kekusaman tapi tidak mengelupas). Padahal di rumah saya ada 2 balita yang sedang asyik-asyiknya eksplorasi sana sini, mencap dinding dengan tangan berwarna-warni, dll. Harusnya yang banyak aktivitas di dalamnya lebih cepat rusak, bukan?

Baru setahun udah kena catnya, nanti bertambah tahun makin banyak yang rusak, bisa pintu, bingkai jendela, plafon, wc bocor, pipa tersumbat, dll. Ada apa dengan rumah kosong?

Setelah saya coba telisik lebih dalam, akhirnya saya paham faktor-faktor penyebabnya dan di bawah adalah 3 faktor terbesarnya, antara lain;

1. Rumah kosong berarti rumah yang tidak ada orang yang tinggal di dalamnya, otomatis tidak ada yang merawat. Sehingga debu, kotoran, kuman, bakteri dan sebangsanya menempel di mana-mana dan menggerogoti material bangunan.

2. Rumah kosong berarti tidak pernah dibuka jendela dan pintunya. Bahkan beberapa rumah juga tidak ada ventilasinya. Alhasil panas matahari di siang hari dan masuk ke dalam rumah itu hanya terkumpul di dalam tidak bisa keluar dengan mudah. Akhirnya,  panas dan lembab menjadi satu keadaan dengan energi endoterm yang cukup tinggi,  membuat rumah cepat lapuk dan catnya mudah terkelupas.

Kalo boleh dibahas dari ilmu Fisika, ini berkaitan dengan hukum III Termodinamika, dimana jika terjadi pemanasan terus menerus akan mengakibatkan entropi naik, dan kenaikan entropi akan menyebabkan progres kerusakan barang lebih cepat. Saya pernah bahas sedikit di tulisan sebelumnya. Mangga...

Baca juga: Barang-barang rumah yang bisa "basi" 

3. Genteng bocor saat hujan tidak lekas diperbaiki. Jika ada genteng bocor terlebih jika rumahnya ber- plafon, maka rembesan air di  akan cepat menjalar ke bagian plafon lain. Dengan keadaan basah dan lembab seperti itu, jamur akan mudah sekali tumbuh dan menyebar ke area lain. Dan lapuk berjamaah pun dimulai.

Ok, pembacaa, itulah 3 faktor yang menurut saya menyumbang peranan terbesar atas kerapuhan sebuah rumah.

 Jadi, semuanya karena ulah makhluk yang tak kasat mata, seperti kuman, bakteri, jamur, dan panas.  Eh, iya, bener kan?  mereka semua tak kasat mata kan? Ga cuman πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘» yang tak kasat mata loh.

Nah, itu kalo rumah ya. Kalo hati gimana? Bukan, bukan liver. Hati is qolbu I mean.

Iya, sama...  Kalo hati kita kosong 'ga berpenghuni' bisa banget lah rusak kaya rumah kosong tak berpenghuni. Rusak karena ga dirawat dengan kasih sayang, ga dibersihkan dengan wudhu, sholat, dan mengaji, ga diperbarui imannya dengan ilmu. Dibiarkan begitu saja, kosong melompong tanpa aktivitas ruhiyah.

Jadi, yuk, sama-sama isi rumah dan hati kita. Jangan biarkan kosong *mirror talk


Assalamu'alaikum....

Beraat ya judulnya?? πŸ˜… Jangan mikir tentang makhluk hidup hasil rekayasa genetika ya,  dududuuh kejauhaaan. Ini cuma tulisan emak galau yang hanya ingin "merekayasa" hormon.

Rekayasa hormon? 

Ok, masih bingung? Bagoooss. Lanjut bacanya sampai tuntas.

Pekan kemaren saya mendatangi dokter kandungan langganan saya. Terakhir ke sana 19 bulan yang lalu, saat USG terakhir kali sebelum pulang kampuang.

Ngapain ke sana? Cieee, hamil lagi emak! 

Gaaa laah πŸ˜… nanti nanti dulu. Udah, cukup dua ini aja dulu digedein, mandiri dulu masing-masing, nanti 4 atau 5 tahun lagi baru nambah lagi *EH

Jadi, ngapain ke dokter kandungan? kangen? 

10% karena kangen, 90% karena galau πŸ˜‚.

Jadi, sebenarnya "galau" lah yang membuat saya pergi memeriksakan diri. Galau karena 18 bulan ga haid-haid. Badan cepat lelah, sakit-sakitan, karena darah kotor ga bisa keluar. Galau karena perut ini koq makin lama makin buncit.

 Jangan-jangan saya hamil??

Katanya kalo ga haid ga akan hamil koq, santai aja. Jadi KB alami malahan kan? 


Ga haid, ga akan hamil. Benarkah? 

"Rahimnya di ukuran normal ya, bu. Rahim yang kosong itu ukuran 6 - 7 cm, punya ibu 6.2 berarti ga hamil ya", kata dr. Menik, Sp. OG menjelaskan sambil menatap ke layar.

Penjelasan dokter itu bikin saya menghembuskan nafas lega. Ga kebayang kalo misalnya saya kebobolan di saat belum siap mental untuk menerima anak ketiga, ini saja rasanya masih tertatih-tatih bangkit dari PPD (post partum depresion).

Maaf, saya bukannya tidak bersyukur diberi kemudahan memiliki anak, tapi sungguh saya tau kondisi saya bagaimana. Jadi, kalau saya boleh meminta saya ingin diberi kepercayaan saat saya sudah siap lahir batin, sehat jiwa raga.

Ok, balik lagi.

Jadi, setelah di USG, dr. Menik menjelaskan bahwa KB menyusui hanya efektif ketika 6 bulan. Jadi, setelah 6 bulan sudah bisa hamil lagi walau tanpa diawali menstruasi.

Ooow, saya baru tau! *swer

Sungguh, setelah mendapat penjelasan itu saya merasa ini keputusan yang tepat dengan segera memeriksakan diri. Karena selama ini saya beranggapan selama tidak menstruasi tidak bakal hamil. Ternyata itu SALAH.

Iya, kan kalo secara teori sepertinya anggapan saya benar, kan, kan, kan?

Teorinya, sel telur setiap bulan mengalami pemasakan di ovarium. Sel telur yang masak siap dibuahi akan bergulir ke tuba fallopi. Di sana dia menunggu pangeran berkuda nan tamvan (??) eh,  sel sperma maksudnya,  untuk menembus dinding sel telur untuk kemudian melebur bersama membentuk zygot, dari situlah kemudian seorang istri dikatakan hamil.

Tapi, jika tidak ada sel sperma yang membuahi, sel telur akan mati dan dinding rahim yang sebelumnya sudah bersiap-siap menerima zygot - dengan menebalkan dinding rahim, menipiskan dirinya sendiri, meluruh menjadi serpihan-serpihan darah yang kemudian kita kenal dengan darah haid atau mens.

Mens itu pertanda ovumnya sudah siap terjadi "pemasakan" lagi. Jadi, kalo belum mens sel ovum atau sel telurnya belum masak dan belum siap dibuahi.

Ternyata pemirsa itu teori lama dan tidak dipakai lagi. Karena kenyataannya, banyak yang sekali ibu-ibu yang ga haid tiba-tiba hamil, tiba-tiba udah besar aja perutnya.

Ok, balik lagi.

Selanjutnya saya bertanya tentang KB. Beliau menyarankan pasang IUD saja. Apaah?? Saya belum haid dan disuruh pasang IUD? Horor ya? Hahaha. Jadi, saya minta diresepkan saja obat yang bisa memicu haid baru kemudian pasang IUD. Konon katanya, pasang IUD itu bagusnya saat haid karena mulut rahim sedang terbuka dan masangnya jadi lebih mudah.

Akhirnya saya tebus obat yang diresepkan itu. Tulisannya Norelut. Kalo yang saya baca Norelut adalah salah satu merk paten yang sering diresepkan oleh dokter kepada pasiennya. Obat ini mengandung Norethis-terone. Kalo dilihat dari namanya, obat ini sudah pasti mengandung hormon. 

Norelut dan rekayasa hormon

Berbekal jurus andalan abad millenial, saya browsing kesana kemari mencari tau isi obat tersebut. Jadi, obat ini adalah obat yang berisikan hormon progesteron sintesis untuk mengintervensi kerja pituary gland.

Ya, sintesis, buatan, untuk merekayasa kerja hormon.

Pituary gland adalah bagian dari otak yang mengatur kerja hormon dalam tubuh

Sebagai emak-emak kita harus tau lah macam-macam hormon yang bekerja silih berganti di tubuh kita. Jangan cuma bisa nyalahin si hormon aja atas mood swing kita yang suka naik turun bak rooler coaster *siapa begini, siapaaa πŸ˜‚

Di sini saya akan coba bahas sedikit dalam tempo yang sesingkat-singkatnya tentang 3 hormon kewanitaan (3 aja, kaarena aslinya mah lumayan banyak kalo dijembrengin);

Pertama hormon estrogen, kedua hormon progesteron, dan terakhir hormon prolactin. Ketiga hormon ini saling mengalah ketika yang lainnya mendominasi. Misal, saat hamil hormon progesteron naik setinggi-tingginya, estrogen justru sedang turun serendah-rendahnya, dan hormon prolactin sedang mempersiapkan diri untuk muncul.

Dan saat menyusui aktif, hormon prolactin sedang berada di puncak menekan hormon progesteron dan estrogen.

Tapi, lain lagi ketika istri masih dalam masa-masa pengantin baru *ehm,  hormon estrogen lah yang jadi juaranya, mendominasi yang lain.

Tugasnya pun berbeda-beda.

Hormon estrogen untuk pematangan sel-sel telur, meningkatkan gairah seks. Sedangkan hormon progesteron untuk menyiapkan endometrium alias menebalkan dinding rahim agar siap menjadi tempat bersemayam janin, dan hormon prolactin jelas sudah untuk memproduksi segala hal yang berkaitan dengan ASI.

Jadi, dengan intervensi hormon progesteron sintesis diharapkan akan terjadi keseimbangan hormon dalam tubuh. Dan ketika progesteron nya bekerja dia akan menebalkan dinding rahim sekaligus akan meluruhkannya karena tidak ada zygot yang menempel. Saat itulah rekayasa hormon dikatakan berhasil.

Dosis Norelut

Untuk kasus saya (yang ingin haid) , dosis yang diberikan adalah 2x1 tablet. Diberikan dalam 2 strip yang masing-masing strip berisi 10 tablet. Dokter bilang reaksi setiap orang berbeda, ada yang 3 hari minum langsung haid, ada yang sepekan baru haid. Kalo dalam 2 pekan belum juga haid silakan datang lagi, katanya.
Sumber: medicastore.com

Dan akhirnya saya tepat menghabiskan 1 strip untuk mendapatkan haid saya kembali. Haid yang dinanti-nantikan 18 bulan lamanya.

Ini untuk kasus saya ya, yang nampaknya kelebihan hormon prolactin sehingga tidak kunjung haid karena hormon progesteronnya terdominasi. Kalau kasus yang lain tentu beda lagi. Karena ternyata, Norelut ga hanya untuk perempuan yang ingin haid, tapi juga bisa untuk menunda haid (biasanya yang mau umroh dan naik haji), juga bisa untuk terapi bagi yang suka singgugut kalo haid. Itu loh yang kalo pas haid darahnya banjir ga sekira plus suka pingsan saking sakitnya. Bahasa medisnya dismenore sekunder yang biasanya disebabkan karena endometriosis.

Jadi, sekali lagi bagi yang ingin haid atau bahkan menunda haid atau juga ingin terapi dismenore nya harus sesuai dengan resep dokter. Beda keluhan beda dosis tentunya kan...

Harganya? Hmm, lumayan mahal ya, sekitar Rp 75.000 untuk 1 stripnya. Karena memang setau saya obat hormonal itu memang lebih mahal dari jenis obat lain.

Ok, balik lagi.

Jadi, ceritanya saya sudah haid ni. Berarti sudah bisa pasang IUD, kan? Harusnyaaa, sekali lagi h-a-r-u-s-n-y-a. Tapi, saya takut pemirsaa. "Pamor" IUD sudah terkenal seantero jagad sese-mak-an sebagai KB ter-horor dengan bumbu cerita before dan after alias efek sampingnya. Jadi, yaa maklum donk saya juga keder jadinya. Hiks

πŸ’ŠπŸ’ŠπŸ’Š

Ok, sekian cerita tentang rekayasa hormon saya yang lumayan sukses. Apakah saya berani pasang IUD akhirnya? Kita lihat saja nanti.

Ngg, anu, mak, berarti perutnya buncit bukan karena hamil ya? 

BukaaanπŸ˜›karena lemaaakk ini mah. Yaelah pake ditanya lagi πŸ˜’




Sumber referensi
http://endocpa.com/pituitary-gland/



Assalamu'alaikum....

Februari ini FBB (Female Blogger of Banjarmasin) mengadakan kembali blog collab dan tema kali ini adalah "kisah romantis".

Hei, mungkin tulisan saya agak berbeda dengan yang lain. Saya tidak akan menuliskan romantis tentang "he and I" karena saya sudah pernah menggurat kenangan di postingan sebelumnya.

Baca juga How I Met My Soulmate

Eh, ga usah dibaca ya, Nanti saya malu, hahaha *minta dikeplak

Jadi.....

saya putuskan kali ini untuk menulis kisah romantis yang lain, greater than mine before.

Even be the greatest in the universe.

Rasio Emas, Apa Itu?

Ok, sebelum ke rasio emas saya mau memperkenalkan kalian dengan Fibonacci dulu. Fibonacci adalah sebuah deret angka yang ditemukan oleh ilmuwan Italia bernama Leonardo da Pisa, anaknya Bonacci atau dikenal dengan Fibonacci (dari kata  fillus Bonacci) dalam karyanya mengenai populasi kelinci.

Mari kita cari tau tentang karya Fibonacci - yang setelahnya menguak banyak misteri alam- berikut;

Di suatu wilayah ada sepasang kelinci, jantan dan betina, masing-masing tidak dapat bereproduksi dalam sebulan pertama. Bulan kedua mereka kawin dan pada bulan ketiga betina melahirkan sepasang kelinci, jantan dan betina, sehingga ada 2 pasang kelinci sekarang. Bulan keempat,  ibu kelinci melahirkan sepasang lagi, kini ada 3 pasang kelinci.

Pada bulan kelima,  ibu kelinci melahirkan sepasang lagi, sementara anak kelinci betina yang lahir pertama melahirkan pasangan kelinci pertamanya. Ada berapa sekarang kelincinya? Ya, ada 5 pasang kelinci. Begitu seterusnya.

Jika diasumsikan tidak ada kelinci yang mati maka deretnya akan membentuk pola seperti di bawah ini;
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233,377,dst

Ya, itulah deret angka Fibonacci. Perhatikan sekali lagi polanya.

Have you get the key? Yup, deretnya terbentuk dari penjumlahan dua angka sebelumnya. 

1,1,(1+1),(1+2),(2+3),(3+5),(5+8),(13+21),dst

Cuma deret angka? Apa spesialnya?

Deret tersebut mempunyai rasio yang sama, tepatnya setelah deret ke 5. Jika kalian mau sedikit bersusah payah mengambil kalkulator, kalian akan membuktikan bahwa deret tersebut akan menghasilkan perbandingan 1.6 dengan membagi angka yang berdekatan.

5/3, 8/5, 13/8, 21/13, 34/21, 55/34, dst

1.6 bukan hasilnya?? Ya, 1.6

Sebenarnya, kalo mau menghitung sampai nilai yang lebih tinggi lagi akan didapatkan pendekatan yang lebih akurat lagi, yaitu 1.618. Inilah yang kemudian diambil menjadi nilai tetapan untuk phi (Ø)

Haloo anak Fisika keguruan *kawaikawai Ternyata dari sini loh konstanta phi bermula, kita taunya nurunin rumus doank sih ya, ga tau filosofinya apalagi aplikasinya *eh (terus aku ditoyor temen-temen kuliah *LoL πŸ˜‚) 

Ternyata deret yang berasal dari perhitungan populasi kelinci tersebut tidak hanya digunakan untuk memprediksi anakan kelinci. Tapi, lebih dari itu.

Ini deret emas, rasio emas, tanda Illahi, tanda romantisme Tuhan sekalian alam.

Rasio Emas di Alam Sekitar

1. Tumbuhan

Ada banyak sekali "aplikasi" dari deret Fibonacci atau rasio emas di alam sekitar. Tumbuhan dan hewan salah satunya. Tentu, tumbuhan dan hewan tidak tahu menahu urusan Fibonacci atau sengaja bertumbuh dengan deret emas, kan?? Tapi, sungguh mereka semua tumbuh teratur seperti sudah dipola. 


Awalnya hanya satu batang pohon. Kemudian tumbuh membentuk cabang dan menghasilkan 2 titik tumbuh cabang baru. Batang pohon pertama kemudian membentuk cabang lainnya, menghasilkan 3 titik tumbuh, dan batang yang lain menghasilkan 2 lagi sehingga menjadi 5, begitu seterusnya.

Bunga-bunga juga seperti itu. Bunga tumbuh dengan "mengambil" salah satu angka di deret Fibonacci. Gambar di bawah menunjukkan jumlah mahkota bunga 1: bunga lili putih.  Jumlah mahkota bunga 2: euphorbia. Jumlah mahkota bunga 3: trilium. Jumlah mahkota bunga 5: columbine. Jumlah bunga 8: tapak darah.  Jumlah mahkota bunga 13: black-eye Susan. Jumlah mahkota bunga 21: aster
Diambil dari kompasiana.com yang ditulis oleh Siti Muawwanah

Ternyata setelah diteliti pola bertumbuh seperti itu adalah cara terefisien tumbuhan untuk berkembang. Dengan susunan cabang, pertumbuhan daun, dan juga pola kelopak bunga seperti itu membuat ruang maksimun untuk tumbuh karena menerima cahaya matahari yang optimal. 

Adalagi tumbuhan dengan pola Fibonacci. Yaitu bunga matahari. Susunan biji bunga matahari yang berbentuk spiral juga mengikuti deret emas ini.
Spiral kiri berjumlah 21, spiral kanan berjumlah 34
Sumber: Ardiyansyah.com 
Bunga matahari disebut-sebut sebagai contoh terbaik dari deret Fibonacci karena mempunyai dua deret berdekatan, yaitu 21 dan 34. Selain biji bunga matahari, pola serupa juga ada pada pucuk pohon pinus, kol, dan nanas.

2. Hewan

Deret Fibonacci juga terdapat pada spiral cangkang hewan mollusca, seperti siput dan kerang laut.

Selain pada mollusca, spiral dengan rasio emas juga ada pada tanduk hewan seperti kambing gunung.

3. Manusia

Jika hewan dan tumbuhan saja memiliki deret Fibonacci apalagi manusia yang tubuhnya sempurna. Sekarang siapkan penggaris dan coba ukur panjang-panjang anggota tubuhmu. 

Panjang tangan / panjang bahu - siku = 1.618

Panjang wajah / lebar wajah = 1.618

Panjang wajah / panjang dahi - hidung = 1.618

Panjang antara mulut - dagu / panjang antara mulut -  hidung = 1.618

Panjang mulut / lebar hidung = 1.618

Lebar hidung / jarak antara lubang hidung = 1.618




Mungkin dari kalian ada yang mencoba mengukur dan ga selalu pas dapat angka pembagiannya 1.618. Tapi, pasti ga jauh-jauh dari situ. 

Konon katanya, mahakarya maestro-maestro dunia memakai deret emas di dalamnya. Misal; lukisan Monalisa yang tiap jengkal presisinya berdasarkan deret emas.

Selain anggota tubuh bagian luar, organ bagian dalam kita ada juga yang mempunya pola rasio emas ini. Salah satunya adalah bronkiolus atau cabang di paru-paru. Tapi, saya sudah cukup ngos-ngosan untuk nulis ini semua πŸ˜…. 

Ok, mungkin sampai di sini saja ya tulisan saya. Walaupun pendek, tapi percayalah nulis ini butuh waktu berhari-hari πŸ˜….

Ngg, nganu buk, sisi romantisnya dimana ya? 

Sisi romantisnya adalah saat saya menyentuh badan suami saya untuk mengukur ruas jari-jarinya, proporsi wajahnya, dan anggota badan yang lain.  Romantis kan itu? Hahaha *terus ditimpuk bantal sama jomblowati

Kidding ya sis...

(Ok, yang ini serius) 

Romantisnya adalah saat dimana kita mengetahui bahwa alam sekita kita semua hidup dalam keteraturan. 

Kita pasti ga bakal ngeh dengan ukuran tubuh kita yang diciptakan secara proporsional. Kita pasti ga bakal paham kenapa  tumbuhan harus bertunas seperti itu. Dan kita ga akan mau tau berapa banyak kemunculan tunas daun dalam setiap pertumbuhan. Kita ga sadar dan akan memperhatikan sampai kita tau ilmunya. Kita melihatnya mereka tumbuh secara acak tanpa pola, tapi ternyata tidak, alam berjalan teratur dan berpola.

Siapa yang membuatnya dalam keteraturan??


Sesungguhnya Alloh menciptakan segala sesuatu menurut ukuran 
(QS Al-Qomar; 49)


Oke, mungkin sampai di sini tulisan saya. Tumben agak berat ya, sesekali gpp kan? Daripada curcol terus, kan ya? πŸ˜… Semoga ada manfaatnya ya main-main ke blog saya. Terima kasih sudah mampir. 


Next blogpost: 
Deret emas di dalam DNA, luar angkasa, dan Mekkah


***

Sumber referensi;

1. http://matematika-cahaya.blogspot.co.id/2014/03/fibonacci-dan-deret-fibonacci-dalam-alam
2. https://www.kompasiana.com/siti_muawanah
3. https://ardiyansyah.com/2014/06/kupas-tuntas-rasio-emas-rumus-terhebat.html


Assalamu'alaikum....

Kali ini saya balik lagi buat review buku, temans, dan ini postingan kedua saya terkait book review a.k.a resensi. Might I say "welcome to new label on my blog!"?  πŸ˜…

Baca juga Resensi buku How Master Your Habits

Btw, udah baca kan buku ust. Felix Siauw yang itu? Ih, rugi kali ga baca, hihihi.

Back to this topic



Kali ini saya ga hanya akan review satu buku, tapi dua buku sekaligus!

Yes, this is about something so I called battle book review πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Kenapa saya nge-battle-in?

Pertama, karena buku ini ditulis oleh penulis yang sama. Kedua, ketika baca kedua buku ini saya langsung dapat feeling yang sama. So, I do battle apple to apple, not apple to pineapple.

Okey, sekarang langsung aja capcus simak resensi kedua buku ini ya...

🍏🍏🍏

Buku 1: Tentang Kamu

Detail

Penulis    : Tere Liye
Editor      : Triana Rahmawati
Cover       : Resoluzy
Lay out    : Alfian
Cetakan I : Oktober 2016
Penerbit  : Republika

Plot
Plot atau alur cerita dalam novel ini adalah alur mundur. Diawali dari kisah seorang Zaman Zulkarnaen, seorang junior lawyer dari firma hukum di London ditugaskan untuk mencari tau siapa Sri Ningsih sebenarnya, yang pernah tinggal antara Inggris-Prancis dan berasal dari Indonesia, yang mempunyai harta warisan 19 Trilyun rupiah. 19 Trilyun!!! 

Tokoh 
Tokoh utama dalam cerita ini sebenarnya adalah Sri Ningsih. Tapi, dia diceritakan sudah meninggal dunia. Tokoh bernama Zaman Zulkarnaen kemudian mengambil perannya, menelusuri rekam jejak pemilik harta warisan tersebut. 

Sinopsis
Buku ini mengisahkan perjalanan seorang Zaman yang bekerja sebagai junior lawyer di firma hukum dengan reputasi terhormat. Tidak terkenal, tapi firma hukumnya berbeda dengan firma hukum lainnya yang sering menangani sengketa harta warisan klien-kliennya. Sir Thompson, sang penguasa tunggal Thompson & Co., tempatnya bekerja, pagi itu memanggilnya secara khusus untuk melakukan misi besar untuk menelusuri siapa sebenarnya Sri Ningsih, kliennya yang sudah meninggal beberapa hari lalu yang sempat mengirimkan surat-surat kepada Thompson & Co. untuk kemudian mempercayakn mereka membagi harta warisan Sri yang nilainya fantastis itu.

 Bagaimana Sri yang orang kampung dan nyaris tidak bisa mengecap bangku pendidikan bisa memiliki harta sebanyak itu? Apakah Zaman berhasil menemukan anak-anak Sri sebagai pewaris hartanya? Tuntaskan membaca novelnya dan kalian akan terhenyak. 

Ulasan
Dengan alur mundur seperti di novel ini sukses membuat saya hanya butuh 2 hari untuk menghabiskannya. Bagi saya ini rekor, dengan rutinitas IRT dua orang anak ditambah saat itu saya sedang sakit. Lewat novel ini Tere Liye sukses membuat mata saya berkabut bahkan sejak awal cerita kehidupan Sri Ningsih. 500 halaman dalam 2 hari ini rekor untuk level emak-emak seperti saya. May be, it's enough to proof you how fabulous this novel. Yess, saya berkaca-kaca di awal cerita dan berakhir dengan bulu kuduk yang berdiri ketika menamatkannya. 

Buku 2: Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Detail

Penulis : Tere Liye
Desain cover : Eja-creative14
Cetakan ke-33 : Juni 2017
Penerbit : Republika

Plot
Novel ini mengambil alur maju mundur untuk menguraikan cerita perjalanan kehidupan si tokoh utama. Satu bab satu alur maju mundur. 

Tokoh
Tokoh utamanya adalah Reyhan, anak yatim piatu penghuni panti yang berasal dari zero to hero. Hero? Sebenarnya tidak juga, dia tetap mengalami pasang surut ketika sudah di atas. Tokoh pembantu utama dalam cerita ini juga berganti-ganti, seiring pasang surut kehidupannya. Tapi, yang paling berkesan adalah tokoh istri Rey yang hanya sempat menemaninya di 6 tahun pernikahan mereka. Istrinya meninggal dengan membawa 2 orang anaknya. 

Sinopsis
Cerita ini dibuka oleh kisah anak perempuan kecil yang tinggal di panti. Saat malam hari raya Idul Fitri dia menyendiri, menarik diri dari keramaian di panti, bertanya siapakah ayah ibunya. Di tempat lain, seorang laki-laki tua dengan selang-selang penyambung kehidupan tergeletak lemas di ruang ICU. Gerakan tangannya yang tiba-tiba setelah 6 bulan lamanya koma, membuat perawat terkejut bukan main dan mengabarkan kepada dokter spesialis yang standby. Gerakan tangan si Reyhan tua itu sebenarnya adalah kesempatan yang diberikan Tuhan kembali ke dunia untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalunya, setelah sebelumnya dia diajak oleh seseorang berwajah menyenangkan berjalan ke masa lalu, melihat setiap episode kehidupannya, menjawab 5 pertanyaan yang mengganjal sepanjang hidupnya.

A pakah anak kecil itu adalah anak dari lelaki tua yang koma itu? Bukankah istrinya meninggal dengan "membawa" serta dua anaknya? 

Ulasan
Buku ini sukses membuat saya selalu menebak-menebak apa yang akan terjadi - namun selalu meleset. Novel ini mengisahkan kisah kerasnya kehidupan anak panti asuhan, mulai dari dipukul penjaga panti, berkelahi dengan preman terminal, berjudi, mabok, hingga menjadi pencuri berlian 1000 karat.

Pertanyaan-pertanyaan dari si tokoh utama sebenarnya mewakili pertanyaan banyak orang dan dengan menamatkan novel ini kita seperti diberi penyegaran rohani. 

Tere Liye dengan bukunya kali ini berusaha mengajak kita merenung banyak hal tentang kehidupan, menjawab pertanyaan banyak orang tentang keadilan Tuhan, kenapa harus dilahirkan di sini, dan kenapa harus ada takdir menyakitkan.


Battle Review

Ok, temans. Dari paparan yang saya tuliskan di atas untuk kedua buku itu, sudahkah kalian dapatkan cluenya??? 

Kalo belum, bagus. Berarti ada bagusnya kalian teruskan membaca review ini sampai tuntass tass tass.... 

Genre
Tentang Kamu dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu sama-sama bercerita tentang kehidupan. Bahkan, tokohnya sama-sama memulai dengan kisah hidup dari nol. Kita bisa menyaksikan pilunya kehidupan Sri Ningsih (Tentang Kamu) dan kerasnya hidup sebagai anak panti di cerita Reyhan (Rembulan Tenggelam di wajahmu).

Konsep
Nah di sini saya merasakan kedua novel ini berada pada konsep yang sama. Diawali dengan tokoh yang bukan siapa-siapa kemudian ditempa dengan hilir mudik ujian kehidupan dan pada akhirnya membuat mereka menjadi seseorang yang terpandang. 

Alur
Keduanya sama-sama dimulai dengan kejadian akhir. Ini membuat penasaran pembaca langsung berada di level maksimal. Tapi entah kenapa Tentang Kamu lebih juara penasarannya. 

Percintaan
Kisah romantis mereka sama-sama hanya sepersekian dari episode-epsiode kehidupan yang ditampilkan.  Namun, tetap memberikan efek terenyuh yang sangat ketika membacanya. Tokoh pasangannya sama-sama meninggal lebih dulu. Mengikuti bagian akhir kisah romantisme mereka bisa membuat hati kalian retak berkeping-keping, tapi sungguh banyak pelajaran yang bisa diambil dari situ. 

Feeling
Tentang Kamu sejak awal membacanya mata ini rasanya basah sudah. Sebagai sesama perempuan, getir kehidupan seorang Sri Ningsih sukses menyayat-nyayat hati. Apalagi di dalam cerita ini diselipkan kisah pembantaian G 30 S/PKI. Lengkaplah sudah. 

Rembulan Tenggelam di Wajahmu entah kenapa saya baru dapat feelnya setelah membaca separuh halaman. Di awal saya belum bisa menemukan gaya tulisan Tere Liye yang biasa saya nikmati. Terkesan kurang lepas. Namun, setelah separuh buku saya bisa mendapatkan kembali aura novel-novel Tere Liye seperti biasa ((auraaa)). Oya, untuk novel yang ini ada sedikit bau-bau Negeri Para Bedebah, mulai dari drama actionnya sampai cerita para taipan. 

Epilog
Keduanya berhasil mengakhiri cerita dengan membuat saya berembun di pelupuk mata, tapi Tentang Kamu lebih berhasil membuat saya lebih dari berembun. Berderai-derai dan berlanjut dengan merinding bulu kuduk. Entah sensasi apa ini. Tapi, bagian epilognya membuat saya menobatkan Tentang Kamu menjadi salah satu novel Tere Liye terfavorite. 

Rate
Dari segala macam ulasan yang saya coba tulis, akhirnya saya menjatuhkan nilai untuk keduanya.... 

Tentang Kamu 🌟🌟
9.75 dari 10

Rembulan Tenggelam di Wajahmu πŸŒŸπŸŒŸ 9.00 dari 10

Overall, keduanya sangat recomended   untuk dibaca, terutama yang suka novel lokal. Ga sekedar terhibur, kita juga banyak dapat pelajaran hidup dari sana. Kalo kalian suka novel apa, teman??

Note: dilarang keras komentar "pinjem bukunya donk mba". Maaf, cuma punya sebiji πŸ˜‚




Assalamu'alaikum....

This is my first blogpost about blogging, yeaaah πŸŽ‰ Dikarenakan masih level amatir, maka saya akan bahas yang paling gampang aja dulu.


Template atau tema blog adalah salah satu penunjang bagi blogger. Walaupun bukan yang pertama,  tapi urusan template punya peranan penting karena template ibarat cover buku, dari situ pembaca bisa mengira-ngira isi di dalamnya.

If the king is content, so the queen may be is template itself.

Mau pakai yang gratis atau premium bisa. Mau pakai template bawaan di menu dasbor atau download dulu juga bisa. Terserah.

Kalo saya pribadi sih suka pakai yang gratis dan download di situs penyedia template.

Karena apa? Karena saya orangnya suka bosenan dan takutnya kalo pakai tema berbayar hari ini, eh besoknya liat yang lebih yahud jadi gatel pengen ganti, sayang kan duitnya. Yaah, walaupun benefit template berbayar itu tampilan blog kita jadi ga pasaran.

Awal main blog saya juga masih pakai template bawaan dasbor tapi entah kenapa banyak yang ga sreg. Makin ke sini makin tau kalo ternyata template itu bisa didownload dan pastinya kita bisa milih sesuka hati dan sesuai dengan kepribadian kita.

Untuk hitungan blogger pemula, saya termasuk yang sering ganti tema. Sekitar Agustus - September 2017, awal baru beli domain, saya memberanikan diri utak-atik template. Sekali bisa, nagih, ga sampai sepekan pengen ganti lagi.

Ya ampun, kalo ingat masa-masa itu koq kayanya kerajinan banget sih gonta-ganti tema. Padahal waktu itu temanya yang ribet, washing time, ga friendly user karena kalo mau bikin menu navigasi blog harus otak-atik coding. Horor! Tapi namanya lagi pinisirin tingkat dewa, ya dicobalah.

Mungkin bagi orang lain ini mah kaya menjetikkan jari, tapi bagi dirikuh yang ga suka TI dan masuk barisan "emak-emak super kudet binti gaptek", bisa ganti template dan ngatur-ngatur menu kayanya sebuah pencapaian yang harus diapresiasi, hahahaha *lebay cronic *minta ditoyor

Kenapa ga minta pasangkan aja? Kan ada tuh jasa pemasangan template?

Karena saya sayang duit pengen juga bisa kaya emak-emak blogger kece di luar sana, jadi saya beranikan diri buat belajar otodidak, tanya sana-sini sama suhu di grup, sampe muyek *maafkaaan kakaks πŸ˜…

Pernah ganti template apa aja? 

Template nyomot di dasbor pernah, di awal-awal ngeblog.  Tapi koq kaku ya dan kesannya kaya old, ga kaya blog suhu-suhu yang sering dikunjungin? Ok, ganti.

Template kedua coba download gratis, dapat yang girly abis. Kusuka! Tapi kulelah karena bolak-balik baca tutorial mau bikin "Related Post" di bawah tulisan tapi ga bisa-bisa. Ealaaahh, ternyata memang templatenya ga mendukung untuk bikin "Related Post".
Ganti lagi.

Long story short, saya pernah punya blog yang desainnya macam-macam, yang background tulisannya kupu-kupu juga pernah. Saya pikir cantik dan ga pasaran. Akhirnya ketemu tulisan mba Shintaries tentang template.
Pakai ini sesaat sebelum baca tulisan mba Shinta. Backgroundnya rame banget
(sumber: BTemplate)

Persisnya sih saya lupa, tapi intinya mba Shinta bilang, template yang bagus itu bukan yang ada backgroundnya, keramean, dan inti dari tulisannya yang saya tangkap template kekinian adalah yang minimalis, clean and clear #langsung ngelirik blog sendiri dengan furniture dimana-dimana.

Dan akoh ngerasa ketabok level 15!

Akhirnya saya ganti LAGI template. Template ke 7 atau ke 8 kalo ga salah ingat. What??? Hahaha, iyah, sekarang udah deh, pokoknya pengen tobat urusan template. Bener-bener washing time banget. Kali ini bener-bener pengen dapet yang ga ganti-ganti lagi (kunaon?).

Daan Voilaa, akhirnya inilah penampakan blog terakhir dengan rekor paling lama, 3 bulan belum berganti πŸ˜‚. Kenapa? Karena baru ini nemu template yang mengakomodir semua yang saya inginkan. Apa aja? Nanti bakal dibahas koq.

Memang template yang bersih itu enak, ga banyak distraksi, jadinya fokus ke tulisan. Tapi eh tapi, yang banyak ornamennya juga bagus sih, intinya se-sreg yang empunya blog sih. Dan yang paling penting komponen "yang wajib ada" tersedia di template.

Template yang baik menurut saya yang pemula ini harus memperhatikan 3 kategori; memudahkan pembaca non blogger untuk membaca, memudahkan blogger lain yang ingin berkunjung dan pastinya harus memudahkan si empu blog.

Bagi kamu-kamu yang baru juga di dunia blogging, ada baiknya mempertimbangkan masak-masak sebelum memilih dan mengganti tema, terlebih bagi yang sudah Top Level Domain alias punya domain sendiri.

Why?

Karena kita yang sudah TLD pasti akan berkejaran dengan yang namanya Domain Authority (DA), apalagi yang job oriented. Di sini ada semacam perbandingan bahwa semakin tinggi DA akan semakin banyak tawaran job dan semakin sering ganti template maka akan semakin rendah DA nya *terrr-tabok 2 πŸ˜‚

Ok, gengs, now let me to share about 7 things needed when you will choose and change thema;

1. Jangan pakai background hitam, tulisan putih.

Plis, don't do that to your blog. Lieuurr! Pusing tau. Pernah ga nemu blog gitu? Di jamin ga betah lama-lama. Tulisan putih di atas latar hitam kalo dibaca dari layar gadget yang penuh radiasi sinar biru alias high-energy visible light membuat penglihatan mudah terdistraksi, pecah fokus, dan akhirnya pusing karena kelelahan otot mata yang terus-terusan.

2. Sediakan kolom "search"

Di era digital sekarang, orang sudah terbiasa praktis dan cepat. Maka, jangan lupa tambahkan kolom "search" supaya orang yang berkunjung dan ingin mencari tau sesuatu dari blog kita bisa langsung menuju ke kolom "search". Akan buang-buang waktu jika dia terpaksa scroll atau hunting arsip tapi ujung-ujungnya ga dapat.

3. Kolom komentar diatur untuk memudahkan blogger lain berkunjung

Nah, ini. Kadang kita mau meninggalkan jejak di blog lain, tapi kolom komentarnya susah diakses. Ada yang harus masukin chapta, ada yang harus join di "Disquss"  dulu (CMIIW tentang ini donk, mastah), dll. Saya kurang paham, mungkin mereka punya pertimbangan khusus kenapa harus begitu. Tapi, khusus bagi saya, lebih suka kalo kolom komentarnya sederhana aja, yang penting bisa nanam backlink *EH

4. Tersedia menu hover

Apaan? Menu hover? Atuhlah, plis mohon dimaklumi untuk newbie kelas teri ini kalo salah-salah ngambil istilah dunia blogging πŸ™ˆ. Maksud saya menu hover itu yang kaya menu navigasi yang ada fasilitas drop down, icon media social, dan sebangsanya. Nah, menu hover yang kece itu yang udah disediakan di menu utama di dasbor. Kan ada tuh template yang ribet banget, apa-apa urusannya mainnya di coding.

Template yang menyediakan menu hover adalah salah satu template yang friendly user, kita ga perlu repot utak-atik kode script yang membuat adrenalin meninggi setiap saat. Sekali lagi ini horor buat emak-emak!

5. Ada "Related Post"

Related post atau rekomendasi tulisan yang berkaitan dengan tulisan yang sedang kita baca. Ini salah satu komponen yang bagi saya wajib ada di blog saya. Makanya, pas nemu template yang desainnya cucok tapi dia ga menyediakan" related post" lebih baik saya skip. Pentingnya dimana? Adanya "related post" membuat pembaca betah nangkring di blog kita, karena setelah dia baca tulisan kita mereka akan menemukan tulisan-tulisan lain yang berkaitan dengan tulisan yang sudah dia baca. Alhasil, membuat bounce rate kecil dan traffic blog meningkat.
Sukak banget sama tema ini, sayangnya ga tersedia Related Post..
(sumber: BTemplate) 

6. Terbaca di Google Analytics

Ada emang template yang ga kebaca GA?? Adaaaa 😭.  Akoh pernah sebulanan ga nafsu nulis karena google analytics yang tiba-tiba NOL BESAR. Galaunya bukan main.  Sebab Google Analytics ini ibarat raport harian blog kita. Jadi, kita tau trafficnya apakah menurun atau meningkat. Saya termasuk sering mantau GA, walaupun jalannya kaya bekicot πŸ˜…, tapi ga tau suka aja mantengin GA.
Hello, null! 

Entah apa yang salah dengan tema tersebut atau sayanya yang ga tau dimana harus pasang kode GA yang benar di kode script.  Tapi, seingat saya waktu itu saya udah berusaha masukin kode GA dengan bantuan tutorial master-master blogging yang wara-wiri di internet. Tapi tetep aka ga terdeteksi trafficnya. Dan ternyata hal blogger-blogger lain juga ada yang mengalami.
Sesaat setelah ganti template baru coba langsung cek traffic blog di GA. Kalo tulisannya "tidak ada traffic dalam 24 jam" berarti alamat.... 


7. Mengakomodasi emoticon

Nah ini. Bagi saya template yang bisa memvisualisasikan emot yang ditulis di draft itu jadi poin lebihnya. Bagi saya yang orangnya lumayan ekspresif ini penting banget emoticon ini muncul, jadi ga sekedar bilang "haha, hihi, hehe, huhu" tapi ada smiley nya, macam πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†πŸ˜­πŸ˜°πŸ˜πŸ˜ͺ. Saya suka gini, teman, karena jadi tersalur bakat ekspresif terpendamku selama ini *eaaa (terus temen-temen kuliah yang lagi baca bilang "apaaah?? Fika ekspresif???) hahaha....

Baca juga: Ngeblog? Why Not? 

Oke gengs, itulah 7 hal yang wajib diperhatikan ketika memilih template bagi saya. Mostly, ini bicara  template dari sudut pandang blog yang ber-platform Blogspot. Kalo yang WordPress mungkin agak sedikit berbeda karena main di Plugin ya?  Atau kalian juga punya pertimbangan yang lain dalam memilih template? Share di komentar yuk ah....




Assalamu'alaikum....

Yuhuuu, kali ini kita coba buat mie ayam sendiri yuk. Bagi kalian pecinta mie ayam ini wajib dicoba karena ternyata bikinnya gampang banget. Ga percaya? Hehehe, saya aja sampai terbengong-bengong pas awal eksperimen. Loh gini doang? Yakin? Eh pas dirasain, enak (banget) ternyatah, mirip kaya mie ayam langganan.
(astaghfiruLloh, moga ini ga termasuk sombong 😢)

Walaupun begitu, resep mie ayam ini ga bisa dibilang homemade juga ya karena saya ga pakai mie bikinan sendiri. Pengen sih sebenarnya menghadirkan yang benar-benar homemade di meja dapur untuk keluarga kecil saya, tapi nanti, mungkin 2 3 tahun lagi saat bocah-bocah mulai belajar mandiri *Uh  πŸ˜˜ 

Anyway, ini sudah percobaan mie ayam yang ke 5 atau 6 terhitung sejak saya mencoba membuatnya 1.5 tahun lalu. Artinya saya termasuk sering me-recook mie ayam. Soalnya kalo lidah lagi kangen pengen beli tapi kebayang-bayang pikiran "itu minyak wijennya halal ga ya? saus tiramnya? ayamnya tiren ga? mienya ga berformalin?" dan pikiran-pikiran suudzon lainnya *eh, akhirnya daripada was-was bikin sendiri aja.

Eh, ini beneran.... minyak wijen dan saus tiram jadi titik kritis kehalalan jajanan ini. Bagi penjual yang ga mau tau soal ini mereka akan lebih memilih bumbu-bumbu yang lebih enak dengan harga yang lebih murah walaupun itu harus mengabaikan prinsip agama (aduh mak, mulai berat ngomongnya ya *BHAY)

Sudaaaah...coba bikin sendiri aja . Gampil bingit ini, yess!

Oya, resepnya ada yang rempong dikit dan ada yang simple. Mau yang mana? Karena biasanya saya eksekusi yang resep simple jadi kali ini saya pengen nyoba yang agak rempongan dikit, mau tau aja gimana rasanya.

Ok, siap mak cyint?! Cusss lah kalo begituh....

Bahan-bahan kuah ayam:
  1. Dada ayam 2 buah, potong dadu
  2. Telur rebus 3 butir
  3. Bawang bombay kecil 1, cincang
  4. Bawang merah 6 siung, cincang
  5. Bawang putih 4 siung, cincang
  6. Daun jeruk 4 lembar
  7. Daun salam 2 lembar
  8. Jahe 1 ruas, geprek
  9. Lengkuas 2 ruas, geprek
  10. Ketumbar bubuk 1sdt
  11. Saus tiram 1 sdm
  12. Minyak wijen 1 sdm
  13. Kecap manis 5 sdm
  14. Garam, merica secukupnya

How to:
  1. Tumis triplet bawang sampai layu dan harum
  2. Masukkan duo daun, jahe, lengkuas, ketumbar, tumis sebentar
  3. Masukkan air dan biarkan mendidih
  4. Masukkan dada ayam
  5. Tambahkan saus tiram, minyak wijen, tunggu sampai air reduce sedikit
  6. Masukkan telur, kecap manis, garam merica. Biarkan bumbu meresap
  7. Koreksi rasa. Sisihkan
Bahan-bahan minyak ayam:
  1. Kulit ayam dari hasil fillet dada dan beberapa bagian yang lain
  2. Bawang putih 1 siung, cincang 
  3. Minyak goreng kelapa atau olive oil 3 sdm
  4. Garam secukupnya
How  to:
  1. Tumis bawang putih
  2. Masukkan kulit ayam dan tumis sampai mengeluarkan minyak dari kulitnya
  3. Sisihkan
Bahan-bahan kuah kaldu:
  1. Tulangan ayam sisa fillet
  2. Bawang putih 1 siung
  3. Garam merica secukupnya
  4. Air secukupnya
How to:
  1. Masukkan air ke dalam panci dan didihkan
  2. Masukkan tulangan ayam, bawang putih, dan garam
  3. Rebus beberapa menit hingga reduce sedikit
  4. Sisihkan
Cara Penyajian:
  1. Mie keriting direbus hingga agak lunak. Bilas mie dengan air matang beberapa kali hingga airnya tidak lagi kuning. Rebus lagi sampai dirasa cukup lunaknya.
  2. Masukkan mie ke dalam mangkuk
  3. Tuang 1 sdm minyak ayam
  4. Masukkan kuah kaldu beberapa sendok, jangan tergenang. Ini bukan bakso ya mak 😘
  5. Tata ayam, telur, dan rebusan sayur
  6. Sajikan hangat

Oya, kenapa saya milih mie keriting Cap Kijang? Karena menurut saya hanya mie itu yang teksturnya mendekati mie basah. Mie itu juga yang saya pake buat bikin bakso tempo hari. Eh, yang mau resep bakso homemade bisa baca juga tulisan saya.


Resep mie ayam yang ini versi agak rempongnya. Yang simplenya? Biasanya saya skip kuah kaldu dan minyak ayam. Setelah saya icip-icip ternyata rasanya sama saja antara versi ribet dan versi simple. Gimana versi simplenya? Cukup bikin kuah ayam dengan porsi kuahnya dilebihin, agak banyak. Kuah ayamnya itu nanti yang menggantikan kuah kaldu.


Tapi apapun versinya, ini super yummi umamiiii! πŸ˜‹. Yuuk, bikin sendiri di rumah mak. Semoga bermanfaat



A
Assalamu'alaikum

WhatsApp? Kunanon eta teh? Eta emm, emm, emm....


Perlu dijelaskan ga? Ga usah kali yaa karena aplikasi ini sudah mainstream banget, parah, bahkan sampai level nenek-nenek juga udah biasa gunakan.

WhatsApp adalah salah satu media sosial berbasis chat. Jadi ga kaya Facebook atau Instagram yang sekali upload foto atau bikin status seluruh semesta follower mengetahui.

Katanya ga usah dijelasin -_-

Dibanding "kakak tingkat" nya, BBM, WhatsApp lebih banyak dipakai karena dianggap lebih friendly user dibanding BBM. Kenapa? Karena orang ga perlu lagi catet-catet pin terus invite untuk kemudian nunggu diapprove dulu supaya bisa chatting. Riweuh. Tapi, sekali kita punya kontak telepon orang dan selama dia menginstal WhatsApp di smartphone nya, maka otomatis akan terhubung juga. Praktis, kan?

Dan berikut 5 hal yang terjadi setelah ada aplikasi ini.

1. Say good bye BBM
Migrasi ramai-ramai dilakukan oleh pengguna smartphone sekarang dari BBM ke WA. Yang biasanya di timeline panjang berderet-deret status-status tetemanan, sekarang udah sepi macam pasar yang mau direlokasi *krik krik krik.  Tidak sedikit yang meng-uninstall BBM nya, pikir mereka toh banyak juga kawan-kawannya yang sudah ber-WA. Dan bagi yang masih mempertahankan BBM, bisa memanfaatkan kolom status untuk ngeluarin uneg-uneg alias nyampah di BBM "ah, palingan ga ada yang baca ini". Siava begini, siavaaa πŸ˜‚

2. Generasi old jadi new user
Perkembangan teknologi yang gila-gilaan zaman sekarang bikin orangtua dan orangtuanya orangtua kita (???) terpaksa mengikutinya. Apalagi yang berjauhan dengan anak dan cucunya, adanya WA menjadikan jarak tak berarti lagi. Gampanglaaah, kan ada video call *kibas poni

3. Grup alumnus sampai keluarga bertebaran
Heheii, yang ini ga bisa dihindari ya. Memang benar jargon "gadget mendekatkan yang jauh (dan menjauhkan yang dekat) real adanya. Teman-teman sekolah yang sudah bertebaran di muka bumi hingga pedalaman dikumpulkan lagi menjadi satu di tempat yang sama bernama grup alumnus dan pas kamu lihat anggotanya, "eh, ga cuma teman dink, ada mantan juga" πŸ˜ͺ
Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat

4. Dapat broadcast dari sesepuh
Ada yang suka dikirimin berita-berita ga, macam "Jangan makan mie dan cokelat bersamaan, nanti begini" atau "Hati-hati, ternyata ada pembalut yang sudah disuntikkan HIV Aids" atau ga "Tanaman ini mematikan, tapi justru ada di sekitar kita"

Kita-kita yang masih muda (((MUDAAA))) kayanya udah kenyang banget dengan berita-berita macam gitu. Awal main Facebook duluuu, sering tuh kemakan juga yang beginian, kadang main share aja, tapi banyak juga kemudian saya tanyakan ke temen yang sesuai disiplin ilmunya. Okeh, fix, hoax!  Jadi, rada maklum kalo dapat berita gini dari sesepuh. Ibarat kata mereka baru melek teknologi sudah dihujani informasi yang deras mengalir dan beliau-beliau fikir semua benar karena sebelumnya sama sekali ga merela ketahui. Apalagi kebanyakan berita (hoax) itu seputar masalah kesehatan yang artinya terkait hidup dan mati. Kumplit lah membuat hoax itu mudah sekali tersebar.

5. CLBK dengan orang lama
Oh my.... Sebenarnya malesin banget nulis yang terakhir ini, gengs. Tapi, fakta ini fakta. Berawal dari satu grup alumnus sekolah lalu reunian, ketemu, dan berlanjut di chat pribadi. Yang masih single sih ga masalah. Yang masalah itu kalo terjadi dengan yang sudah berumah tangga dan dilalah gayung bersambut, CLBK is coming. Sebenarnya ga cuman WhatsApp sih, tapi medsos pada umumnya membuka jalan CLBK aka selingkuh.  Bahkan di tahun 2017 angka perceraian di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya dan faktor perselingkuhan lewat media sosial menjadi faktor penyebab terbesarnya (sumber Liputan6.com)
Lagi viral pas puasaan kemarin nih.  Please, don't do 'pret' chat like him πŸ˜…

Hehei, bagi kalian yang sudah berumah tangga harusnya sudah clear dongs ah dengan masa lalu. Kalo belum clear ya plis atuhlah jangan diungkit-ungkit, hargai pasangan halal kalian yang sekarang. Jangan kaya Milea yang belum bisa move-on sampai ke detil-detil, hahaha.

Jadi temans, plis bijak dalam ber-WA yaw, jangan coba-coba buka pintu perselingkuhan dengan nostalgia dengan mantan, hiks. Ga penting. Sumvah....


Ya, itulah beberapa hal yang terjadi ketika ada WhatsApp. Aplikasi yang diakuisisi Facebook dengan mahar 19 juta dolar ini emang makin kesini makin kaya saudaranya, ga pure aplikasi chatting macam Telegram. Tapi, walaupun begitu  saya suka pakai aplikasi ini karena biasanya suka ada grup parenting, kajian, dan alumnus pastinya. Ditambah ga ada iklan lewat, ga berbayar, praktis, dan bisa nyetatus tanpa harus ke Facebook *eaaa teteup ya buk.







Jika anak kecil bisa bahagia dengan melihat gelembung-gelembung sabun berwarna-warni. Kita orang dewasa juga bisa bahagia melihat gelembung-gelembung warna-warni kehidupan dengan cara lain


Assalamu'alaikum

Berita tentang kasus-kasus kejahatan di Indonesia semakin lama semakin mengerikan ya, macam begal yang ga takut lagi membunuh sampai menyayat-nyayat tubuh korbannya atau kasus mutilasi karena tersulut emosi dengan korban. Bahkan ada juga yang dibakar.  Sadis!

Belum lagi kebijakan-kebijakan pemerintah yang kebanyakan tidak pro rakyat kecil, kenaikan harga listrik, penghilangan BBM bensin perlahan, harga sembako yang suka naik turun, hrrr menambah cenat-cenut kepala ye kan buk?

Ditambah berita tentang bunuh diri yang dilakukan oleh artis internasional karena stress sampai ibu-ibu rumah tangga yang terkena post partum depresion, depresi paska melahirkan. Semuanya seakan membuat sesak dan menambah beban pikiran.

Koq makin hari makin langka berita yang membahagiakan sih?? 

Kembali ke ibu yang mencoba bunuh diri dan membunuh serta ketiga anaknya, ini bukan pertama kali  terjadi. Sudah sering didengar belakangan ini. Saya tidak mau menghakimi diri mereka karena saya tau persis bagaimana rasanya mengalami depresi paska melahirkan walau tidak separah dia.

Tidak ada tempat berbagi, menanggung kelelahan mengurus anak seorang diri, memikirkan suaminya yang tak kunjung datang, memikirkan kebutuhan hidup yang semakin susah dijangkau, memikirkan nasib ketiga anaknya, sempurna membuatnya seperti orang yang linglung dan tertekan luar biasa.

Maka, bersyukurlah wahai ibu-ibu muda yang suaminya standby dan menafkahi dengan benar.

Bicara tentang syukur, memang di zaman sekarang kita harus menjadi hamba yang pintar bersyukur. Di tengah lautan hedonis, kepungan kehidupan nan materialis kapitalis secara perlahan menggerus rasa syukur itu.

Melihat feed instagram teman berplesiran ke pulau seberang dan kita hanya bisa berjalan-jalan di dalam kota, kita mengeluh. Melihat teman maya upload foto OOTD syar'i dengan hijab branded melambai-lambai,  sedang kita? hanya puas dengan baju syar'i yang sejak awal menikah tidak pernah diupdate, lalu kita mengeluh dan membandingkan. Apalagi? Banyak, masih banyak hal-hal lainnya. Hingga ke masalah tumbuh kembang anak pun membuat kita menjadi ibu yang kurang bersyukur kala melihat status teman yang senantiasa menceritakan kelebihan-kelebihan anaknya,  "anakku koq ga sepintar itu ya?"  

Kufur nikmat? NaudzubiLlah

Sebenarnya, tulisan ini terinspirasi dari mba Windi Teguh yang baru saja membuat daftar yang membuatnya bahagia. Menurut saya ini bagus sekali, mengajak kita untuk melihat kembali ke dalam diri kita, menemukan hal-hal sekecil apapun yang membuat kita layak bersyukur atas itu. Thanks mba Windi, aku ikutan bikin tulisan serupa ya, ehhee.

Kita yang sudah menjalani peran multitasking (baca: IRT) rentan sekali terkena stress dan dampaknya. Tidak ada yang sanggup melihat rumah berantakan dari ujung ke ujung, setumpuk cucian piring, segunung baju kotor yang melambai-lambai, rengekan anak yang berebut atau sekedar minta tolong, tak lupa ceceran nasi yang kesana kemari karena proses makan mereka yang belum sempurna. Itu adalah pemandangan yang biasa di hadapan kita. Tidak ada yang sanggup menjalaninya, kecuali si makhluk multitasking itu.

Stress?
Sudah pasti....

Tapi kita bisa mengurangi level pressurenya dengan mencari-cari celah syukur.  Karena rumusnya,  banyak bersyukur = mengurangi stress.

Honestly, saya adalah tipe orang dengan tingkat stress yang cukup tinggi. Maka, penting bagi saya untuk mendaftar apa saja hal-hal yang membuat saya bahagia, agar tak lupa untuk senantiasa bersyukur. Bukankah akan ada tambahan nikmat bagi mereka yang selalu bersyukur?

Ok, gengs....  Ini dia 11 hal yang membuat saya bahagia. Loh kok banyak?  Dicari-cari ajalah biar bertambah syukurnya πŸ€—.

1. Punya suami yang ga pemarah
Dulu, waktu kami ta'aruf salah satu hal yang saya tanyakan pada (calon) ipar saya adalah apakah si dia tipe pemarah atau ga. Karena saya orangnya ga bisa dimarahi, takut bisa marah balik, hiks.  Sebenarnya cuma mau membela diri cuma kadang intonasinya ketinggian. Benar-benar ya, kalo pas kita ciwi-ciwi lagi esmosi tinggi baperan banget. Ga usah muluk-muluk mengharap suami elus-elus rambut, beliau calm down alias ga tersulut atas emosi saya rasanya legaaa banget... Ujung-ujungnya nanti reda sendiri, kan?

2. Punya rumah sendiri
Kadang saya berjalan ke tetangga-tetangga yang rumahnya masih kayu, kadang sudah bolong, interior seadanya. Atau sering juga melihat kondisi kamar kost-kostan yang dihuni keluarga dengan 2 anak kecil. Rasanya saya ingin sekali bilang ke mereka kalo mereka hebat karena tidak mengeluh tinggal di rumah yang ala kadarnya dengan ukuran sempit. Kalau saya yang jadi mereka tak tau lah apa jadinya. Saya yang phobia tempat sempit benar-benar bersyukur karena suami mengusahakan rumah untuk kami, walaupun tidak terlalu besar, but it's more than enough.

3. Menikah muda dan dikaruniai anak
Lagi-lagi saya nampaknya harus melihat lagi ke bawah atas hal yang sering terluput untuk disyukuri. Saya sendiri punya beberapa teman gadis yang belum menikah hingga usia menjelang 28 tahun. Pasti mereka sedang diterpa perasaan gelisah yang sangat. Saya yang memang menarget nikah muda sudah sepantasnya bersyukur karena Alloh mudahkan niat itu. Setelah kami menikah pun Alloh langsung percayakan rahim ini diisi oleh janin.  Sedangkan, lihatlah betapa banyak pasangan-pasangan yang bertahun-tahun merindukan anak tapi tak kunjung mendapatkan kabar baik.  Memang benar, Alloh menguji hambaNya sesuai kadarnya. Semoga teman-teman yang masih dalam masa penantian segera diijabah doanya ya 😊.

4. Tidak LDR
Dari awal ta'aruf kami memang tidak mengizinkan LDR hadir di kehidupan kami *eaaa.  Suami menuntut saya mengikutinya kemana dia pergi. Beruntung, saya menikah saat memang belum mapan bekerja, masih berstatus guru honor. Sempat setelah menikah saya bersikeras untuk lulus PNS di tempat suami mengabdi di pelosok, sedang dia saat itu sudah menyiapkan kepindahan tugasnya ke kota lain. Marahlah suami dengan sikap saya yang keukeuh itu.  "Beruntung"  poin tes saya kurang sedikit untuk bisa lulus, alhasil saya gagal dan akhirnya ikut suami pindah. Berat LDR itu, saya sudah banyak menyaksikan pasangan-pasangan yang terpaksa menjalani LDR. Punya dua dapur dalam satu rumah tangga itu berat, berat di ongkos dan berat di rindu pastinya. Tapi kata Dilan, jangan rindu, berat, biar dia aja, biar biaarrr πŸ˜‚.

5. Jemuran kering dan ga kehujanan
Yeaaah, cuma remeh gini bisa bikin ibuk bahagia loh, apalagi di musim hujan begini. Secara untuk nyuci baju itu perlu effort yang lumayan dari memerah, membilas, hingga menjemur, jadi kalo hari itu jemuran sukses kering tanpa kehujanan rasanya senaaang banget. Pernah ga mengalami jemuran yang sebenarnya hampir kering tapi basah semua pada  akhirnya gegara kita ketiduran? Gimana rasanya? Bayangin aja πŸ’”πŸ’”πŸ’”

6. Dibawain suami makanan pas pulang kerja
Yeaaah, hal remeh lagi yang bisa bikin saya bahagiaaa adalah ini. Status sebagai IRT yang mengurus rumah dan anak sekaligus juga busui benar-benar membuat perut ini mudah terserang rasa lapar kronis.  Pas saat-saat lapar, mau keluar atau bebikinan sendiri lagi mustahil dilakukan, rasanya ketika melihat suami pulang-pulang bawa makanan, si dia kaya ada manis-manisnya yaa?πŸ˜‚

7. Melihat bocah akur
Duh, iya sih, siapa ibuk yang ga bahagia melihat anak-anaknya akur, ga berantem? Rasanya adeem banget seharian kalo mereka berdua anteng. Apalagi kalo pakai adegan peluk-pelukan dan cium-ciuman, eleuh eleuuuh, gatel banget tangan ibuk pengen motret momen langka ini.

Sering kita mengeluh melihat betapa berantakannya rumah, anak yang aktif luar biasa, akhirnya merasa capek dan merasa bertanduk sewaktu-waktu. Lalu, kita lihat di instagram ibuk Retno Hening upload video Kirana. Terus kita jadi baper maksimal. Kirana yang lucu, putih, pinter, dengan bakat empati yang sudah kelihatan membuat kita sengaja atau ga jadi membandingkan dengan anak kita. Heei, di atas langit masih ada langit. Kita selalu melihat ke atas itu lelah. Lihatlah sesekali ke bawah. Lihatlah Bella yang berkebutuhan khusus. Lihatlah anak-anak yang harus menderita kanker otak, mata, perut, hati di usia yang masih kecil. Anak kita sehat dan normal. Syukuri itu, syukuri buk *mirrortalk.
Di captionnya, mamanya Bella bersyukur Bella sudah kuat berdiri walau beberapa detik sajaa


8. Bisa nabung
Iya, ini salah satu yang bisa bikin happy, hihi. Poin ini agak matre ya. Matre alias matrealistis memang kayanya karakter kaum hawa. Loh, iya! Yang sering koleksi tas, sepatu, baju, jam tangan, parfum, siapa? Cewee lah. Memang dari sononya begitu, perempuan dominan hal-hal yang berbau matrealistis. Nggg, nganu buk, agak sensitif ya bahasannya. Maafkaaan, karena pasti ada cewe yang ga terima dibilang matre, tapi saya sudah pernah bahas di tulisan sebelumnya.

Baca juga Jangan Ada Valakor di antara Kita

Walaupun ya walaupun, ada juga nih yang ga suka koleksi barang-barang termasuk pakai perhiasan pun ga, tapi tetap ada saja sisi materialistiknya.  Materialistik di sini bukan mata duitan loh ya, bukan! Ah, baca aja deh link yang saya hi-lite di atas. Ada penjelasannya koq, he.

Kembali ke awal, bagi saya bisa menyisihkan uang tabungan itu bikin bahagia. Karena setelah 5 tahun menikah baru ini bisa nabung. Masih berpindah kesana kemari dalam rangka mencari pekerjaan yang pas sampai status suami sebagai anak sulung membuat kami merelakan tabungan yang tidak seberapa. Tapi, mah itu ga masalah. Bukankah 'pengeluaran itu' jadi tabungan kami di akhirat nanti? Tapi, punya tabungan di dunia juga kudu sih ya. Setidaknya saya merasa aman kalau terjadi apa-apa di lain waktu.

9. Tulisan untuk proyek antologi kelar
Sebenarnya ga kelar 100% sih, masih cari-cari foto ini itu, tapi cerita dari awal sampai akhirnya udah kelar dsn teteeup masih ada editing di sana-sini. Yah, 90% lah progressnya.

FYI, grup  blogger yang saya ikuti, FBB, sedang menggarap buku antologi perdana kami dan saya ikut di dalamnya. Walaupun hanya diminta menulis sebanyak 15 halaman saja tapi saya senang karena bisa berkontribusi di dalamnya. Terlebih lagi, tulisan ini adalah bentuk realisasi janji  kepada teman-teman masa kecil saya. Hei kawand, janji saya lunas yaaw! Hihihi

Doakan bisa goal dengan penerbit ya. Indie juga ga masalah koq.

10. Anak ga GTM dan ga picky eater
Sebagai ibu yang baru bisa masak setelah menikah rasa-rasanya saya harus banyak bersyukur dianugerahi anak dan suami yang ga picky sama sekali. Picky alias pemilih makanan dan GTM aka Gerakan Tutup Mulut ini benar-benar ujian kesabaran. Saya bisa ga mood seharian kalo mendapatkan anak sedang bermasalah makan (tapi, belakangan saya belajar melihat masalah anak GTM dan berusaha mencari solusinya). Apa aja yang dimasak mamanya, anak-anak makan, apalagi si kaka lumayan suka sayur. Makasih ya sudah bantuin ummi, nak! πŸ’žSuami juga ga picky sama sekali, makan cuma lauk tahu tempe doank pernaaaah, makan dengan menu sama di pagi, siang, dan malam kuga pernaaaah, makan ga pakai sambel juga seriiiiingg. Alhamdulillah ga pernah ngomel. Ya Alloh, sampaikan terimakasih teramat sangat buat mama mertua yang sudah ngajari si dia jadi begitu🌷.

11. Punya blog
Nah, ini dia, punya blog juga bersyukur banget. Segitunya?? Yaa, ini ga hanya sekedar blog. Ini adalah tempat terapi saya dari depresi. Ketika saya menulis untuk blog PASTI saya selalu berpikir untuk menulis yang baik-baik dan bermanfaat sekiranya untuk orang. Saya pernah nulis alasan-alasan saya di balik terciptanya blog yang masih seumur jagung ini.

Baca juga Ngeblog? Why Not? 

Setahun yang lalu saat saya masih bergelut dengan PPD saya, saya menumpahkan semuanya di status medsos, akibatnya? Teman banyak yang illfeel dengan saya. Tau darimana? Sikap mereka ketika membalas chat saya berubah, ga ramah seperti dulu. Ya Tuhan, padahal saat itu saya sedang kena depresi, malah dijauhi πŸ’”.  Sejak punya blog entah kenapa saya bisa belajar mengurai stress saya dengan tulisan dan itu work it! Alhasil sekarang bisa lebih mengontrol emosi dan stress saya sendiri, walaupun untuk bab Sabar saya masih tertatih-tatih. But, I've to appreciate my self for it!


Nah, itu dia 11 hal yang bisa membuat saya happy sekarang. Sebenarnya banyak lagi kalo ditulis semuanya.

Tapiii....

Tulisan tentang daftar hal yang perlu disyukuri ini jangan lantas membuat kalian membandingkan dengan kehidupan kalian ya. Misalnya, kalian punya suami picky, plis jangan membandingkan.  Syukuri aja, mana tau bikin kalian lebih master dalam hal masak-memasak. Bisa jadi suami kalian punya hal-hal baik lainnya yang suami lain ga punya

Jadi....

Coba daftar hal-hal yang perlu kalian syukuri dalam kehidupan kalian sekarang juga πŸ€—πŸ€—πŸ€—

Discl: Tulisan ini tidak bermaksud pamer atau berbangga diri. Ini hanya usaha untuk melihat lagi ke dalam, bersyukur atas semua yang dimiliki dan syukur-syukur kalau kalian bisa terinspirasi.