11 Things Make Me Happy

Jika anak kecil bisa bahagia dengan melihat gelembung-gelembung sabun berwarna-warni. Kita orang dewasa juga bisa bahagia melihat gelembung-gelembung warna-warni kehidupan dengan cara lain


Assalamu'alaikum

Berita tentang kasus-kasus kejahatan di Indonesia semakin lama semakin mengerikan ya, macam begal yang ga takut lagi membunuh sampai menyayat-nyayat tubuh korbannya atau kasus mutilasi karena tersulut emosi dengan korban. Bahkan ada juga yang dibakar.  Sadis!

Belum lagi kebijakan-kebijakan pemerintah yang kebanyakan tidak pro rakyat kecil, kenaikan harga listrik, penghilangan BBM bensin perlahan, harga sembako yang suka naik turun, hrrr menambah cenat-cenut kepala ye kan buk?

Ditambah berita tentang bunuh diri yang dilakukan oleh artis internasional karena stress sampai ibu-ibu rumah tangga yang terkena post partum depresion, depresi paska melahirkan. Semuanya seakan membuat sesak dan menambah beban pikiran.

Koq makin hari makin langka berita yang membahagiakan sih?? 

Kembali ke ibu yang mencoba bunuh diri dan membunuh serta ketiga anaknya, ini bukan pertama kali  terjadi. Sudah sering didengar belakangan ini. Saya tidak mau menghakimi diri mereka karena saya tau persis bagaimana rasanya mengalami depresi paska melahirkan walau tidak separah dia.

Tidak ada tempat berbagi, menanggung kelelahan mengurus anak seorang diri, memikirkan suaminya yang tak kunjung datang, memikirkan kebutuhan hidup yang semakin susah dijangkau, memikirkan nasib ketiga anaknya, sempurna membuatnya seperti orang yang linglung dan tertekan luar biasa.

Maka, bersyukurlah wahai ibu-ibu muda yang suaminya standby dan menafkahi dengan benar.

Bicara tentang syukur, memang di zaman sekarang kita harus menjadi hamba yang pintar bersyukur. Di tengah lautan hedonis, kepungan kehidupan nan materialis kapitalis secara perlahan menggerus rasa syukur itu.

Melihat feed instagram teman berplesiran ke pulau seberang dan kita hanya bisa berjalan-jalan di dalam kota, kita mengeluh. Melihat teman maya upload foto OOTD syar'i dengan hijab branded melambai-lambai,  sedang kita? hanya puas dengan baju syar'i yang sejak awal menikah tidak pernah diupdate, lalu kita mengeluh dan membandingkan. Apalagi? Banyak, masih banyak hal-hal lainnya. Hingga ke masalah tumbuh kembang anak pun membuat kita menjadi ibu yang kurang bersyukur kala melihat status teman yang senantiasa menceritakan kelebihan-kelebihan anaknya,  "anakku koq ga sepintar itu ya?"  

Kufur nikmat? NaudzubiLlah

Sebenarnya, tulisan ini terinspirasi dari mba Windi Teguh yang baru saja membuat daftar yang membuatnya bahagia. Menurut saya ini bagus sekali, mengajak kita untuk melihat kembali ke dalam diri kita, menemukan hal-hal sekecil apapun yang membuat kita layak bersyukur atas itu. Thanks mba Windi, aku ikutan bikin tulisan serupa ya, ehhee.

Kita yang sudah menjalani peran multitasking (baca: IRT) rentan sekali terkena stress dan dampaknya. Tidak ada yang sanggup melihat rumah berantakan dari ujung ke ujung, setumpuk cucian piring, segunung baju kotor yang melambai-lambai, rengekan anak yang berebut atau sekedar minta tolong, tak lupa ceceran nasi yang kesana kemari karena proses makan mereka yang belum sempurna. Itu adalah pemandangan yang biasa di hadapan kita. Tidak ada yang sanggup menjalaninya, kecuali si makhluk multitasking itu.

Stress?
Sudah pasti....

Tapi kita bisa mengurangi level pressurenya dengan mencari-cari celah syukur.  Karena rumusnya,  banyak bersyukur = mengurangi stress.

Honestly, saya adalah tipe orang dengan tingkat stress yang cukup tinggi. Maka, penting bagi saya untuk mendaftar apa saja hal-hal yang membuat saya bahagia, agar tak lupa untuk senantiasa bersyukur. Bukankah akan ada tambahan nikmat bagi mereka yang selalu bersyukur?

Ok, gengs....  Ini dia 11 hal yang membuat saya bahagia. Loh kok banyak?  Dicari-cari ajalah biar bertambah syukurnya πŸ€—.

1. Punya suami yang ga pemarah
Dulu, waktu kami ta'aruf salah satu hal yang saya tanyakan pada (calon) ipar saya adalah apakah si dia tipe pemarah atau ga. Karena saya orangnya ga bisa dimarahi, takut bisa marah balik, hiks.  Sebenarnya cuma mau membela diri cuma kadang intonasinya ketinggian. Benar-benar ya, kalo pas kita ciwi-ciwi lagi esmosi tinggi baperan banget. Ga usah muluk-muluk mengharap suami elus-elus rambut, beliau calm down alias ga tersulut atas emosi saya rasanya legaaa banget... Ujung-ujungnya nanti reda sendiri, kan?

2. Punya rumah sendiri
Kadang saya berjalan ke tetangga-tetangga yang rumahnya masih kayu, kadang sudah bolong, interior seadanya. Atau sering juga melihat kondisi kamar kost-kostan yang dihuni keluarga dengan 2 anak kecil. Rasanya saya ingin sekali bilang ke mereka kalo mereka hebat karena tidak mengeluh tinggal di rumah yang ala kadarnya dengan ukuran sempit. Kalau saya yang jadi mereka tak tau lah apa jadinya. Saya yang phobia tempat sempit benar-benar bersyukur karena suami mengusahakan rumah untuk kami, walaupun tidak terlalu besar, but it's more than enough.

3. Menikah muda dan dikaruniai anak
Lagi-lagi saya nampaknya harus melihat lagi ke bawah atas hal yang sering terluput untuk disyukuri. Saya sendiri punya beberapa teman gadis yang belum menikah hingga usia menjelang 28 tahun. Pasti mereka sedang diterpa perasaan gelisah yang sangat. Saya yang memang menarget nikah muda sudah sepantasnya bersyukur karena Alloh mudahkan niat itu. Setelah kami menikah pun Alloh langsung percayakan rahim ini diisi oleh janin.  Sedangkan, lihatlah betapa banyak pasangan-pasangan yang bertahun-tahun merindukan anak tapi tak kunjung mendapatkan kabar baik.  Memang benar, Alloh menguji hambaNya sesuai kadarnya. Semoga teman-teman yang masih dalam masa penantian segera diijabah doanya ya 😊.

4. Tidak LDR
Dari awal ta'aruf kami memang tidak mengizinkan LDR hadir di kehidupan kami *eaaa.  Suami menuntut saya mengikutinya kemana dia pergi. Beruntung, saya menikah saat memang belum mapan bekerja, masih berstatus guru honor. Sempat setelah menikah saya bersikeras untuk lulus PNS di tempat suami mengabdi di pelosok, sedang dia saat itu sudah menyiapkan kepindahan tugasnya ke kota lain. Marahlah suami dengan sikap saya yang keukeuh itu.  "Beruntung"  poin tes saya kurang sedikit untuk bisa lulus, alhasil saya gagal dan akhirnya ikut suami pindah. Berat LDR itu, saya sudah banyak menyaksikan pasangan-pasangan yang terpaksa menjalani LDR. Punya dua dapur dalam satu rumah tangga itu berat, berat di ongkos dan berat di rindu pastinya. Tapi kata Dilan, jangan rindu, berat, biar dia aja, biar biaarrr πŸ˜‚.

5. Jemuran kering dan ga kehujanan
Yeaaah, cuma remeh gini bisa bikin ibuk bahagia loh, apalagi di musim hujan begini. Secara untuk nyuci baju itu perlu effort yang lumayan dari memerah, membilas, hingga menjemur, jadi kalo hari itu jemuran sukses kering tanpa kehujanan rasanya senaaang banget. Pernah ga mengalami jemuran yang sebenarnya hampir kering tapi basah semua pada  akhirnya gegara kita ketiduran? Gimana rasanya? Bayangin aja πŸ’”πŸ’”πŸ’”

6. Dibawain suami makanan pas pulang kerja
Yeaaah, hal remeh lagi yang bisa bikin saya bahagiaaa adalah ini. Status sebagai IRT yang mengurus rumah dan anak sekaligus juga busui benar-benar membuat perut ini mudah terserang rasa lapar kronis.  Pas saat-saat lapar, mau keluar atau bebikinan sendiri lagi mustahil dilakukan, rasanya ketika melihat suami pulang-pulang bawa makanan, si dia kaya ada manis-manisnya yaa?πŸ˜‚

7. Melihat bocah akur
Duh, iya sih, siapa ibuk yang ga bahagia melihat anak-anaknya akur, ga berantem? Rasanya adeem banget seharian kalo mereka berdua anteng. Apalagi kalo pakai adegan peluk-pelukan dan cium-ciuman, eleuh eleuuuh, gatel banget tangan ibuk pengen motret momen langka ini.

Sering kita mengeluh melihat betapa berantakannya rumah, anak yang aktif luar biasa, akhirnya merasa capek dan merasa bertanduk sewaktu-waktu. Lalu, kita lihat di instagram ibuk Retno Hening upload video Kirana. Terus kita jadi baper maksimal. Kirana yang lucu, putih, pinter, dengan bakat empati yang sudah kelihatan membuat kita sengaja atau ga jadi membandingkan dengan anak kita. Heei, di atas langit masih ada langit. Kita selalu melihat ke atas itu lelah. Lihatlah sesekali ke bawah. Lihatlah Bella yang berkebutuhan khusus. Lihatlah anak-anak yang harus menderita kanker otak, mata, perut, hati di usia yang masih kecil. Anak kita sehat dan normal. Syukuri itu, syukuri buk *mirrortalk.
Di captionnya, mamanya Bella bersyukur Bella sudah kuat berdiri walau beberapa detik sajaa


8. Bisa nabung
Iya, ini salah satu yang bisa bikin happy, hihi. Poin ini agak matre ya. Matre alias matrealistis memang kayanya karakter kaum hawa. Loh, iya! Yang sering koleksi tas, sepatu, baju, jam tangan, parfum, siapa? Cewee lah. Memang dari sononya begitu, perempuan dominan hal-hal yang berbau matrealistis. Nggg, nganu buk, agak sensitif ya bahasannya. Maafkaaan, karena pasti ada cewe yang ga terima dibilang matre, tapi saya sudah pernah bahas di tulisan sebelumnya.

Baca juga Jangan Ada Valakor di antara Kita

Walaupun ya walaupun, ada juga nih yang ga suka koleksi barang-barang termasuk pakai perhiasan pun ga, tapi tetap ada saja sisi materialistiknya.  Materialistik di sini bukan mata duitan loh ya, bukan! Ah, baca aja deh link yang saya hi-lite di atas. Ada penjelasannya koq, he.

Kembali ke awal, bagi saya bisa menyisihkan uang tabungan itu bikin bahagia. Karena setelah 5 tahun menikah baru ini bisa nabung. Masih berpindah kesana kemari dalam rangka mencari pekerjaan yang pas sampai status suami sebagai anak sulung membuat kami merelakan tabungan yang tidak seberapa. Tapi, mah itu ga masalah. Bukankah 'pengeluaran itu' jadi tabungan kami di akhirat nanti? Tapi, punya tabungan di dunia juga kudu sih ya. Setidaknya saya merasa aman kalau terjadi apa-apa di lain waktu.

9. Tulisan untuk proyek antologi kelar
Sebenarnya ga kelar 100% sih, masih cari-cari foto ini itu, tapi cerita dari awal sampai akhirnya udah kelar dsn teteeup masih ada editing di sana-sini. Yah, 90% lah progressnya.

FYI, grup  blogger yang saya ikuti, FBB, sedang menggarap buku antologi perdana kami dan saya ikut di dalamnya. Walaupun hanya diminta menulis sebanyak 15 halaman saja tapi saya senang karena bisa berkontribusi di dalamnya. Terlebih lagi, tulisan ini adalah bentuk realisasi janji  kepada teman-teman masa kecil saya. Hei kawand, janji saya lunas yaaw! Hihihi

Doakan bisa goal dengan penerbit ya. Indie juga ga masalah koq.

10. Anak ga GTM dan ga picky eater
Sebagai ibu yang baru bisa masak setelah menikah rasa-rasanya saya harus banyak bersyukur dianugerahi anak dan suami yang ga picky sama sekali. Picky alias pemilih makanan dan GTM aka Gerakan Tutup Mulut ini benar-benar ujian kesabaran. Saya bisa ga mood seharian kalo mendapatkan anak sedang bermasalah makan (tapi, belakangan saya belajar melihat masalah anak GTM dan berusaha mencari solusinya). Apa aja yang dimasak mamanya, anak-anak makan, apalagi si kaka lumayan suka sayur. Makasih ya sudah bantuin ummi, nak! πŸ’žSuami juga ga picky sama sekali, makan cuma lauk tahu tempe doank pernaaaah, makan dengan menu sama di pagi, siang, dan malam kuga pernaaaah, makan ga pakai sambel juga seriiiiingg. Alhamdulillah ga pernah ngomel. Ya Alloh, sampaikan terimakasih teramat sangat buat mama mertua yang sudah ngajari si dia jadi begitu🌷.

11. Punya blog
Nah, ini dia, punya blog juga bersyukur banget. Segitunya?? Yaa, ini ga hanya sekedar blog. Ini adalah tempat terapi saya dari depresi. Ketika saya menulis untuk blog PASTI saya selalu berpikir untuk menulis yang baik-baik dan bermanfaat sekiranya untuk orang. Saya pernah nulis alasan-alasan saya di balik terciptanya blog yang masih seumur jagung ini.

Baca juga Ngeblog? Why Not? 

Setahun yang lalu saat saya masih bergelut dengan PPD saya, saya menumpahkan semuanya di status medsos, akibatnya? Teman banyak yang illfeel dengan saya. Tau darimana? Sikap mereka ketika membalas chat saya berubah, ga ramah seperti dulu. Ya Tuhan, padahal saat itu saya sedang kena depresi, malah dijauhi πŸ’”.  Sejak punya blog entah kenapa saya bisa belajar mengurai stress saya dengan tulisan dan itu work it! Alhasil sekarang bisa lebih mengontrol emosi dan stress saya sendiri, walaupun untuk bab Sabar saya masih tertatih-tatih. But, I've to appreciate my self for it!


Nah, itu dia 11 hal yang bisa membuat saya happy sekarang. Sebenarnya banyak lagi kalo ditulis semuanya.

Tapiii....

Tulisan tentang daftar hal yang perlu disyukuri ini jangan lantas membuat kalian membandingkan dengan kehidupan kalian ya. Misalnya, kalian punya suami picky, plis jangan membandingkan.  Syukuri aja, mana tau bikin kalian lebih master dalam hal masak-memasak. Bisa jadi suami kalian punya hal-hal baik lainnya yang suami lain ga punya

Jadi....

Coba daftar hal-hal yang perlu kalian syukuri dalam kehidupan kalian sekarang juga πŸ€—πŸ€—πŸ€—

Discl: Tulisan ini tidak bermaksud pamer atau berbangga diri. Ini hanya usaha untuk melihat lagi ke dalam, bersyukur atas semua yang dimiliki dan syukur-syukur kalau kalian bisa terinspirasi.

29 komentar:

  1. Bahagia itu kan kita yang ciptakan ya mbak.. Semakin tinggi rasa syukur, insya Allah level bahagia juga akan meningkat ��

    BalasHapus
  2. Smoga keingiann itu bisa dkabulkan ya mba. Apalagi kalau punya rumah sendiri tuh perasaan biar lebih tenang ya

    BalasHapus
  3. Wah.. Jadi pengen bikin list gibi juga.. Eh, btw serius udah kelar antologinya? Ya ampun aku baru 2 bbrp lbr ngerjain malem tadi.. *berasa ketampar.. Wkwkwk

    BalasHapus
  4. Waaah makasih ya mba jadi terinspirasi buat posting tentang ini..

    BalasHapus
  5. Kita tidak perlu sering mengeluh ya mbak. Bisa jadi, hidup yang sekarang kita jalani, adalah hidup yang diinginkan orang lain.

    Postingannya menginspirasi banget. Tfs ^^

    BalasHapus
  6. Halo mbak, jujur mataku jadi berembun :( . Duh aku knapa banyak ngeluhnya ya. Huhu.... Padahal hal kecil banyak yg bs disyukuri. Aku juga pernah terpuruk pasca lahiran. Makanya aku trauma hamil dan melahirkan hiks. Makasih banyak ya mbak postingannya bikin adem. InsyaAllah aku bakalan nulis tema serupa.Supaya aku gak lupa bahwa ada banyak nikmat Allah yang HARUS disyukuri. Makasih makasih :D Salam kenal

    BalasHapus
  7. Aaahh...ini masuk dalam rasa syukurku hari ini niih..
    Ketemu dan baca blog mba Fikaa...

    Salam kenal, mba.

    Tulisannya sukaaa banget.
    Temanya.
    Bahasanya.
    Semuanyaaa...

    Bener.
    Rindu itu berat, biar Dilan aja yang merindu.

    **langsung baper abis baca kalimatnya Dilan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba atas apresiasinya. Salam kenal balik ;)

      Hapus
  8. Tambah lagi bahagianya jadi 12: ketika jumpa blogger yang share tulisan bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah, ikut bahagia dengan membaca tulisan mbak Fika ini. Syukuri apa yang ada, maka hidup akan jauh lebih indah dan bahagia.

    #Salam kenal dr Yogya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mba dari Kalimantan, hihi

      Hapus
  10. Anak gak GTM dan ga picky eater itu berkah banget. Harus disyukuri ya mba. Apalagi kalau anaknya juga makanny banyak

    BalasHapus
  11. Yang penting setiap hal di syukuri ya mba biar kita semua ga kufur nikmat. Hiiyy jangan sampe deh.. sesungguhnya adzab Allah sangatlah pedih

    BalasHapus
  12. Banyak hal2 sederhana yang bikin kita hapy dan bersyukur ya. Salah satu yang bikin aku happy adalah jika suami dan anak-anak semuanya sehat.

    BalasHapus
  13. Wah, kita itu emang harus selalu beryukur ya Mba. Menuliskan semua hal yang perlu kita syukuri pun salah satu terapi yang bikin kita tambah bersyukur dan merasa beruntung banget deh.

    Wihhhhhh, udah selesai ya Mba tulisan project dari FBB. Aku aja belum selesai, hiks.

    BalasHapus
  14. Nahh iya ini yang susah banget di pahami orang kalo kuncinya cuma banyak-banyak bersyukur .. Aku sendiri udah pernah ngalamin klo stress lebih cepat hilang dengan bersyukur hehe

    BalasHapus
  15. Memang kalau kita mau berhitung, ada banyak hal yang sebenarnya bisa disyukuri ya dari hidup kita. Ketimbang capek merasa iri dengan kehidupan orang lain

    BalasHapus
  16. 3 4 5 6 7 dan 11 sama deh kayaknya. Kalau suami pulang kerja bawa makanan tu rasanya nikmat tak terkatakan lagi dah..haha. apalagi kalau pas perut lagi nyanyi..trus malas masak.

    BalasHapus
  17. 3 4 5 6 7 dan 11 sama deh kayaknya. Kalau suami pulang kerja bawa makanan tu rasanya nikmat tak terkatakan lagi dah..haha. apalagi kalau pas perut lagi nyanyi..trus malas masak.

    BalasHapus
  18. Memgenai nikah mudah ga nikah muda, itu sih pilihan ya. Hihi yg belum nikah muda juga belum tentu gelisah sih. Wkwkwwkk bisa saja mereka jauh lebih have fun dgn sendiri drpd ada pasangan. He

    Mengenai punya blog, jelas banget kayaknya kalau blogger hal itu yg bikin senang karena bisa menuangkan segala isi pikiran dan ide diblog yg kita punya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini ttg teman2ku Rima, jadi jelas aku tau kaya gimana gegananya mereka tak kunjung menikah, jadi bukan ttg orang lain. He

      Hapus
  19. Tulisannya bikin adem mbak. Tanpa kita sadaroi sebenarnya nikmat dari Tuhan itu banyak ya. Emang kuncinya banyak2 syukur, kurangi ngeluh TFS :D

    BalasHapus
  20. Aku juga bahagia mba kalau proyek antologi ku kelar. Sayangnya belum kesentuh T.T

    Bahagia itu, bisa dari hal kecil ya mbak. Coba aku fikir deh, mungkin aku lagi kurang bersyukur. Syukron mba.

    BalasHapus
  21. Alhamdulillah lagi menjalani hidup bahagia. Haha.

    BalasHapus
  22. Waahhh senangnyaaaa


    Bahagia itu sederhana ya
    --nurulrahma(dot)com--

    BalasHapus
  23. Bahagia itu diri sendiri yang ciptain yakan mbk. Hal-hal sederhana pun bisa bikin bahagia. Makasih sharingnya mbk. Salam, muthihauradotcom

    BalasHapus
  24. Banyak bersyukur memang kunci bahagia mbak. Itu pesen alm suamiku yang selalu aku ingat.

    BalasHapus
  25. Haruss makin banyaak syukurr mbaak ya, terima kasih sharingnyaaaa. Semogaa mbak fikaa sekeluargaa sehar-sehat dan bahagia selalu. Aamiin :)

    Sejatinya, kebahagiaan terletak di dalam hati. Makin banyak syukur maka makin tenang pula hati ini :)

    BalasHapus