Kenapa Memilih Nikah Muda

Assalamu'alaikum....

Siapa nikah muda? Aku? Masa?? *mirrortalk

Agak sulit ketika mba Winda melemparkan ide ini buat collab kami #curcolanfikawinda yang kedua kali. Tapi, demi menyenangkan dirinya yang sedang sedih baiklaaah aku terima tantangannya *resikoanakbaik.  Iya, agak menantang secara aku ga pede kalo dibilang nikah muda.

Trus siapa donk yang nikah muda? Kamu. Iya, kamu aja, ya.. *LoL

Oya, baca juga Kenapa Nikah Muda versi mba Winda

For the very first time, sebelum aku iyakan tema yang diajukan ini, aku searching dulu kaan definisi nikah muda. Dari sumber-sumber yang kudapat bisa ditarik benang merahnya bahwa yang dikatakan nikah muda adalah seseorang yang menikah di di rentang usia 20 - 25.

Berarti Ibu masuk nikah muda nih yee...

Eh iyaa, diriku masuk berarti yah?? Secara nikah di umur 23 tahun 4 bulan 20 hari *yessss *kibasjilbab.

Sebelumnya aku pikir nikah muda itu antara 18 - 21. Sedangkan usia 22 ke atas itu masuk usia "mapan menikah". Entah dapat darimana definisinya yang kudapat kemaren.  Ternyata baru aku tau bahwa  sebelum 25 sudah masuk nikah muda dan usia yang dianjurkan untuk menikah justru 25, 26, 27 (nyenengin temen yang masih single ya, Bu 🙈).

🌷🌷🌷

Dulu zaman SMA aku suka bikin target harian, apa aja yang bakal  dilakukan ditulis di buku agenda sehingga terencana kegiatan setiap harinya.  Karena biasa bikin target aku jadi kebabalasan mentarget usia nikah. Padahal saat itu masih 17 18 tahun. Demi apaaa cobaa???  Ga tauu, mau aja gitu bikin target menikah. Aku dulu menarget umur 22. Kenapa 22? Karena 2 itu angka cantik, girly number, enak diingat.  Dah gitu aja. Sungguh tidak idealis sekali alasannya 😒.

Pas kuliah target itu makin maju seiring melihat teman-teman yang nikah sambil kuliah. Enak kali ya punya suami pas kuliah. Ada yg nganterin, jemput, ngerjain tugas bareng, makan di kantin bareng. Kaya orang pacaran.  Bhaaayyy....  Dulu liatnya yg indah-indah aja sih.

Jadi, pengen juga kan ceritanya waktu itu. Semester 8 deh dilamar ga apa-apa. Pas PPL ada yg khitbah juga boleeh. Eaaaa, ketauan kepengen banget nikah. Tapi sayang ga ada yang mauu sama akuuuh😭. Ya iyalaaah, siapa juga yang mau sama ciwi yang mukanya kusam tak terawat, jerawat, plus pemarah.  Tak ada....


Long short story, sampai saya wisuda pun tak ada tanda-tanda lelaki yang punya keinginan bertandang ke rumah. Padahal target aku 22 kaan, berarti ini sudah mau lewat 💔*gigitjari. Hahaha, cemas sendiri waktu itu. Masa harus pacaran? Aku kan ga bisa *soklugu

Dan puji syukur ke hadirat Alloh, saat umur 23 tahun 1 bulan 18 hari hari tanda-tanda jodoh itu mulai nampak hilalnya 😅. Cerita lengkap sudah pernah aku tulis.

Baca juga: How I Met My Soulmate

Walau yang datang tidak seperti yang aku tulis di "resolusi jodohku",   tapi sungguh-guh tidak pernah aku menyangka si doi yang bakalan datang. Honestly,  selain pasang target usia aku juga bikin kriteria tentang si calon imam yang macam anak pesantren, punya hafalan, suka ke pengajian, bla bla bla bla (dih, ga ngaca 🙈).  Tapi, Alloh kirimkan malaikat yang lain.

Teman-temanku yang tau proses ini dari awal selalu bilang "how lucky am I". Ya, beruntung katanya. Bahkan aku yang tak sebijipun menuliskan kriteria profesi untuk si calon masih takjub bagaimana bisa aku yang oon ini berjodoh dengannya 😆.

Kenapa Aku Nikah Muda? 
Only 2 the answer of this why;

1. Karena Alloh sudah gariskan

Iya, kalo Alloh sudah takdirkan kun fayakun pastinya. Aku memang menarget nikah muda dan Alloh iyakan, alhamdulillaah tercapai. Jadi, bagi yang sudah menarget tapi belum tercapai yakinlah Alloh sudah menggariskan yang terbaik dan mempertemukan kalian dengan orang yang tepat di waktu yang tepat.

Aku punya cerita, yang diceritakan oleh temenku, dia murid mama dulu dan kebetulan seumuran. H+1 dia resepsi aku berkunjung ke rumahnya karena suatu hal. Dia cerita bahwa suaminya itu adalah temen kuliahnya, sekelas. Selama kuliah bukan dengan dia pacarannya, tapi dengan  orang lain. Iya, dengan ciwi lain pacaran. Setelah lulus kuliah barulah sejoli itu bertemu lagi dan langsung menikah! Si ciwi tadi kemana? Ternyata baru diketaui kalo si ciwi itu meninggal H-1 bulan pernikahan mereka. Innalillahi....  Katanya karena penyakit sih. Hmm, see? Alloh akan mempertemukan kalian dengan orang yang tepat di waktu yang tepat.

2. Karena Aku Mau 

Wahaha, sumvah ini nulisnya malu-malu kucing garong 🐅.  Iya, karena aku yang memang mau nikah muda, kan udah panjang kali lebar aku tulis sebelumnya 🙈. Aku perempuan normal, percayalah. Sebagai perempuan normal yang juga dikarunia gharizah na'u, perasaan mencinta dan ingin dicintai, aku juga sama seperti perempuan lainnya yang membutuhkan sesosok pria yang bisa menaungi, menjaga, memelihara, merawat (tanaman kalii ah). Tapi, yaa gitu dah, sebelum ketemu si doi, selain karena alasan agama, diriku pribadi juga punya semacam alarm. Jadi, kalo ada yang mendekat secara progressif (walaupun sebelumnya masAnang bilang "iyess") tetep nyala itu alarm. Alarm apaan sih? Alarm hati so I called ILLFEEL 🙊. Ketika ada yang mendekat ada perasaan tetiba ga suka, tetiba menjauh, tetiba mau melumpuhkan ingatannya tentang diriku *eaaaa. Aneh kan ya?  Tapi sekarang aku patut bersyukur karena alarm itu kemudian jadi selektor jodohku kelak. Hihihi....

Iya, aku nikah muda karena aku mau, gengs. Pengen juga kali kaya orang bisa makan berdua, bercanda berdua, sayang-sayangan berdua, saling memotivasi. Duh, keren kali temen-temen yang nikah saat kuliah itu. Merengguk pahala setiap saat tanpa takut dosa karena sudah halal.

Iya, jadi cuman 2 faktor itulah aku nikah muda, gaesss. Ga banyak kan? Karena aku mau dan Alloh izinkan maka terjadilah *blessing.

Suami juga termasuk yang nikah muda. Karena pas kami nikah dia umurnya 25 tahun. Untuk profesinya bahkan dia belum 100% lulus kuliah dan belum boleh kerja sebelum mengantongi izin yang nunggungnya berbulan-bulan lamanya.

Sebagai perempuan wajar aku pikir jika ingin nikah muda karena fisik selagi muda lebih bisa diandalkan. Aktivitas setelah menikah membuat energi cepat terkuras, sungguh! Hamil, melahirkan, merawat anak, benar-benar tidak ada yang mengalahkan aktivitas-aktivitas super itu. Jadi, aku pikir I've decided the right choice.

Namun begitu, ada juga perempuan yang tidak terlalu berhasrat dengan pernikahan karena pikirannya dipenuhi hal lain. Misalnya, karena punya ambisi study atau karier. Aku punya teman SD yang sampai diriku sudah beranak dua dia bahkan ditawari berkenalan dengan lelaki saja bergeming (apalagi menikah). Dia keukeuh dengan pendiriannya, S2 dulu baru menikah, macam iklan skincare itu. Padahal posisinya sekarang belum S2, dia masih mengumpulkan biaya untuk itu. Dalam hati terbesit perasaan malu, betapa gigihnya niatnya untuk belajar dibanding diriku 🙈.

Nah, mulai deh ngerasa inferior lagi. Huhuhu... Iya, ini sifat burukku. Aku suka ngerasa jauh ketinggalan dibanding teman-temanku dulu. Mereka udah lulus S2, aku harus cukup dengan S1. Mereka udah pada jadi dosen, aku jadi gurupun tidak. Mereka berkarir dan melejit aku masih di sini tertatih-tatih membangun afirmasi positif. Errrrr....  Ketika aku mulai inferior aku merasa paling ga ada gunanya 💔😭.

Mulai deh Ibuk ya curcolnya, hmmm... Kebiasaan deh 😒😒.

Eh iyaa, maaf temaans 🙈. Oke kita lanjut lagi ya tentang nikah muda 🤗.

Benefits of Nikah Muda

Bagi kalian-kalian yang menikah di usia 26 ke atas sudah pasti kalian akan lebih segala-galanya dibanding kami yang menikah kala semua hal belum mapan. Maka, izinkanlah diriku menguraikan benefits of nikah muda sebagai balancing atas ke-inferior-an ini.

1. Lebih Romantis
Bukan melulu makan bakso berdua, berboncengan sambil memeluk pinggang, atau tersenyum malu-malu saat beradu pandang. Iya, itu romantis,tapi ada yang lebih romantis. Kala susah mendaki di awal kita berpegangan. Kala tersungkur kita saling menguatkan. Kala masih berkekurangan kita berjuang mencukupkan. Kala-kala itu adalah waktu yang romantis dikenang di kemudian hari saat keadaan membaik perlahan atas izin Alloh. Kita menuju mapan bersama dan selalu mengingat saat sakit berdua. Itu romantis. Semoga Alloh memudahkan kita menjadi hamba yang selalu bersyukur. Aamiin

(Baca juga cerita ku tentang pengalaman hidup di pedalaman)
HR Ibnu Majah

2. Lebih Bersemangat
Aku pernah menanyai suami apakah dia menyesal sudah memilih menikah "dini"? Sedangkan teman-temannya sudah asyik melanjutkan kuliah tanpa terbebani tanggungan hidup anak istri, beberapa juga berganti mobil keluaran terbaru sedangkan kami hanya bisa puas melihat mobil Taruna keluaran 2001 bertengger di garasi. Jujur, aku beberapa kali merasa "bersalah" hingga terucap "Seandainya kaka ga nikah dulu, pasti sudah sekolah lagi, pasti udah punya mobil bagus, tabungan yang banyaaak" dan dia jawab "aku lebih kaya dari mereka koq. Aku punya istri dan anak-anak, mereka belum. Aku juga udah punya rumah, mereka belum. Udah ada mobil juga ini, ga papa ga baru". Dear, may I melted?

Ya, tabungan kami ga seberapa, mobil juga apa adanya, investasi? Jangan ditanya plis. Tapi dia sungguh seorang pekerja keras. Dia bersemangat dengan pekerjaannya (setidaknya yang aku lihat karena dia punya skill-skill tertentu yang teman sejawatnya tidak punya). Ya, dia lebih bersemangat karena dia merasa punya tanggung jawab penuh atas kami. May Alloh bless you 💞.

3. Lebih terjaga
Ingat sekali dulu awal menikah rasanya ingin aku pamerkan ke penjuru dunia cincin kawin itu 😆. Walau cuma cincin tapi sangat ampuh meredam tingkah anak muridku dulu yang sok-sok menjahiliku. Haha... Resiko guru baru katanya begitu.  Setelah aku menikah aku merasa mereka semua tiba-tiba jinak dan hilang semua kejahilannya padaku😂.

Bagi pihak pria dengan menikah lebih kentara manfaatnya. Yeaah, you know kaum adam memang dikarunia fitrah seksual yang tinggi. Dan dengan menikah fitrah itu tersalurkan dengan baik dan benar. Ini sudah tidak perlu dibahas panjang lebar lagi nampaknya. Sudah jelas sekali. Hehe....
HR At-Tabarani dan Hakima

4. Lebih berstamina
Maksudnya lebih bisa mengiringi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lelaki yang menikah usia 35 akan menemukan anak tertuanya kuliah kelak ketika usianya sudah 50-an. Saat itu stamina sudah mulai melemah. Itu baru anak sulung, belum lagi adik-adiknya. Lain lagi kalau si ayah sudah menyiapkan investasi jangka panjang.

Hmm, oke itulah sedikit dari benefits of nikah muda. Sedikit? Iya, seenggaknya ada 5 sampai 9 lagi kalo aku rajin nulis 😂.

Semoga apapun kalian, tim nikah muda atau nikah mapan, semoga jodohmu adalah orang yang bisa membawamu bersama-sama meniti jalan syurga. Aamiin Ya Mujiibassailin.

Semoga bermanfaat


1 komentar:

  1. Semua manfaatnya aku rasakan ketika menikah usia muda..terutama no. 1 dan 4 Hihi..
    Dan alasannya bener banget! Kita mah kompakan ya fik masalah gini.. Hihihi

    BalasHapus