Memulai Tahun Baru dengan How Master Your Habits

Assalamu'alaikum....

This is my very first post about review of a book.

Sudah sejak beberapa bulan lalu sebenarnya saya ingin meresensi buku-buku yang saya baca - tentunya yang paling berkesan, tapi masih maju mundur syantik karena - lagi-lagi terbentur rasa minder,  khawatir membuat pembaca tidak menangkap pesan dari buku itu. Iya, karena sudah pasti tulisan kelas amatir ini jauh levelnya di bawah tulisan si empu gandring (kerisss kaliiii),  si empunya buku maksudnya.

Terus demi apah sayah akhirnya mau?

Tidak lain tidak bukan adalah demi buku yang benar-benar mewakili rencana-rencana yang ada di kepala saya untuk tahun 2018 or so I called resolusi 2018. Yess, this book will lead me to master my plans as my habits.

Klop banget kan? Resolusi sudah dibuat dan saya perlu pemicu buat memulainya. Ibarat sepeda motor, bensinnya sudah penuh dan hanya perlu di-starter buat jalaninnya (Semoga Alloh mudahkan).

How To Master Your Habits

Ini adalah buku kedua yang saya baca dari ust. Felix Siauw. Siapa beliau?  Ah, siapapun yang pernah menjumpainya dan mengikuti "ceramahnya" secara langsung sudah pasti bisa menilai seperti apa kecerdasannya, tak perlu rasanya saya ceritakan lagi. Jadi, ketika beliau meluncurkan buku tidak perlu pikir 2x untuk membelinya. I've to get it.

Ga seperti bukunya yang pertama "Beyond Inspiration" yang penuh dengan motivasi, buku kali ini saya rasakan cenderung lebih "nyantai" karena ga menggebu-gebu seperti yang pertama. Buku ini lebih ke "ngajarin kita bagaimana mengatur hidup agar tercipta kebiasaan-kebiasaan yang baik secara otomatis".

Ah, cucok bingits lah buat yang kemaren pada bikin resolusi.

Wokeeh, sudah siap??

Detail
Penulis                      : Felix Y. Siauw
Penyunting              : Ramadhi
Tata Letak                : Tim AlFatihPress
Perancang Sampul : Tim AlFatihPress
Penerbit                   : AlFatihPress
Cetakan ke-10         : Januari 2015
ISBN                         : 978-602-17997-2-7


🍃The Nature of Habits: Automatically
Sifat alami dari habit adalah bekerja secara otomatis.

Dalam sehari ada 11.000 sinyal yang diterima otak kita. Hanya 40 saja yang diproses secara sadar dan sisanya bekerja secara tidak sadar atau dengan kata lain 95% bekerja secara otomatis. Jadi, respon terhadap sinyal yang datang berasal dari kebiasaan.

*respon misalnya cara berpikir, sikap mental, mood, cara makan, bersikao, berbicara, gaya bahsa, kreativitas, produktivitas, dll

Kalo dalam ilmu fisika ada yang namanya hukum III Newton dimana

F aksi = F reaksi

Setiap ada aksi pasti menimbulkan reaksi. Setiap datang sinyal pasti menghasilkan suatu respon. Otomatis.

Respon yang keluar akan sesuai dengan kebiasaan kita, entah berpikir, bersikap, berbahasa, atau bahkan hanya mengeluarkan mood.  Misal, ada berita tentang demo kaum gay agar mereka diakui dan menuntut kesamaan hak publik atas mereka. Apa yang ada di otak kalian? Apakah seperti "Ya, mereka harus dilindungi karena sama-sama manusia dan hak asasi mereka jika mereka memilih gay"?. Jika ya, berarti selamat anda termasuk kaum pemuja LIBERAL.

⚛️🔤 Genealogy of Habits
Perkenalkan nama saya adalah Habits,  ibu saya bernama Practice,  dan ayah saya so they called Repetition.

Ya, habits adalah hasil perkawinan antara practice (latihan)  dan repetition (pengulangan). Latihan pertama kali biasanya susah tapi jika diulang beberapa kali akhirnya mulai lancar dan diulang kembali terus dan terus hingga lahir sebuah kebiasaan baru yang bekerja secara otomaris, this is new habit.

🔗Installing Habits
Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa otak manusia terdiri 1.000.000.000.000 sel syaraf. Masya Alloh, ibuuuk tolong itu bacanya gimana coba 🙈. Nah, setiap ada aktivitas baru maka sel syaraf akan terhubung satu sama lain membentuk pola. Awalnya tipis, tapi jika aktivitas itu diulang pola antar sel syaraf akan menebal, semakin diulang semakin tebal. See??

Maka, cara menginstal habits adalah dengan melakukan latihan dan pengulangan demi pengulangan sampai terbentuk pola syaraf yang tebal dan akan bekerja secara otomatis, dengan sendirinya.

Repetisi alias pengulangan sejatinya adalah proses penanaman memori pada tubuh sehingga memori tersebut akan keluar dengan sendirinya karena terpanggil sinyal yang datang.

💪 Bagaimana Membuat Semangat
Satu-satunya jawaban adalah temukan the strong why. Tentu kalian sudah paham apa yang dimaksud, bukan? Tapi izinkanlah saya menuliskan kembali ilustrasi dari buku ini.

Bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat menyukai makanan mentah terutama ikan mentah yang segar. Mereka harus mencari ikan segar dengan mengarungi lautan luas. Tapi, ikan hasil tangkapan sudah tidak segar lagi karena perjalanan yang sangat jauh. Aroma ikan itu menurunkan selera makan orang Jepang sehingga harga tangkapan ikan jatuh dan nelayan merugi. Lalu dibuatlah inovasi baru, yaitu lemari pendingin. Namun, dengan resiko pembusukan yang sudah diminimalisir pun penggemar ikan di Jepang masih bisa membedakan mana ikan segar dan mana yang bisa dibekukan. Tidak berhenti sampai di situ, nelayan kemudian melakukan improvisasi. Mereka menempatkan tangki besar di kapal sehingga hasil tangkapan masih hidup ketika dijual. Namun, masalahnya kemudian semakin banyak ikan yang didapat akan semakin sempit pergerakan mereka. Hal ini mempengaruhi tekstur daging ikan. Penggemar fanatik pun masih belum puas. Harga masih belum maksimal. Ide bagus akhirnya muncul untuk menjaga agar ikan tetap bergerak. Mereka memasukkan hiu kecil ke dalam tangki. Ikan tangkapan berenang sekuat tenaga agar tidak dimangsa. That's the strong why
Find your strong why


Review

Buku dengan 169 halaman ini seolah-olah ingin membentuk mindset kita dan mengajari kita bagaimana cara membentuk habits. Sama seperti buku terdahulunya, ust. Felix menyertakan ilustrasi gambar di setiap halamannya. Menurut saya ini ide yang brilian, karena selain membaca tulisannya yang menggugah, pembaca juga diajak berimajinasi dengan gambar di setiap halamannya dimana gambar itu masih related dengan tulisan per halaman. Sepertinya beliau mau mengajak balancing between right and left brain. So cool!

Tapi, saya merasa ada banyak pengulangan tentang konsep habits di setiap bab hingga saya bisa menebak apa yang akan ditulis beliau di halaman berikutnya. Hmm, bukannya mau sotoy ya, tapi kalo kalian baca sendiri pasti paham deh maksudnya. Tetapiiiii, di luar itu semua hampir semua bab benar-benar menyuguhkan pengetahuan baru bagi saya.

Seperti apa?

Misal;
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membentuk habits
Milestone atau panduan dalam membentuk habits
Bahwa pembentukan habit seperti pembuatan jalan raya, dimana syaraf otak akan membentuk jaringan seperti jalan di kota, semakin luas dan banyak maka semakin cepat transportasi informasi lalu lalang.

Recomended?
Yes, ini recomended banget. Buku wajib buat yang katanya ingin meningkatkan kualitas hidup, menumbuhkan kebiasaan baik, menguasai keahlian tanpa motivasi, bahkan tanpa berpikir 🤗.

Oke temaaaans, semoga bermanfaat ya. Salam master your new habit in this new year. Yeaaah! 💪




9 komentar:

  1. Wah buku ini bikin penasaran ya. Jadi pengen membacanya juga. Hihi
    *anaknya udah lama ga baca buku neh

    BalasHapus
  2. Waduh.. Keren banget kayaknya bukunya.. Kebetulan lg bermasalah sama yang namanya habits buat passion yg benar.. Wkwk.. Makasih reviewnya fika.. Nanti minjem ya. *eh

    BalasHapus
  3. Uda lama tertarik sm buku ini. Tp selalu saja. Baca selembar 2 lembar pun srlalu di ganggu anak. Kalo malam hari selalu gak nyaman buat baca karena lampu kamar selalu mati. Dan aku suka baca postingan ini. Setidaknya bantu aku utk tau sedikit isinya

    BalasHapus
  4. Bikin penasaran deh baca review bukunya mba fika.. Aku nanti minjem yaaa mba fika hihihi

    BalasHapus
  5. mba Fika, buku nya keren banget. Pengen baca langsung deh, mba Fika nanti minjam ya *ga modal aya nya 😂

    BalasHapus
  6. Perlu nih baca buku tentang habits for passion. Kali aja ada yang baik hati bagi-bagi ebooknya hehe

    BalasHapus
  7. Udah lama banget aku baca buku ini. Isinya bagus. Cuma aku belum berhasil mempraktikkannya.hehw

    BalasHapus
  8. Halo mba Fikaa, aku belum membaca buku ini dan jadi penasaran juga untuk segera membaca bukunya mbaa. Makasih yaa

    BalasHapus