7 Hal yang Diperhatikan Ketika Memilih Template Ala Pemula

Assalamu'alaikum....

This is my first blogpost about blogging, yeaaah 🎉 Dikarenakan masih level amatir, maka saya akan bahas yang paling gampang aja dulu.


Template atau tema blog adalah salah satu penunjang bagi blogger. Walaupun bukan yang pertama,  tapi urusan template punya peranan penting karena template ibarat cover buku, dari situ pembaca bisa mengira-ngira isi di dalamnya.

If the king is content, so the queen may be is template itself.

Mau pakai yang gratis atau premium bisa. Mau pakai template bawaan di menu dasbor atau download dulu juga bisa. Terserah.

Kalo saya pribadi sih suka pakai yang gratis dan download di situs penyedia template.

Karena apa? Karena saya orangnya suka bosenan dan takutnya kalo pakai tema berbayar hari ini, eh besoknya liat yang lebih yahud jadi gatel pengen ganti, sayang kan duitnya. Yaah, walaupun benefit template berbayar itu tampilan blog kita jadi ga pasaran.

Awal main blog saya juga masih pakai template bawaan dasbor tapi entah kenapa banyak yang ga sreg. Makin ke sini makin tau kalo ternyata template itu bisa didownload dan pastinya kita bisa milih sesuka hati dan sesuai dengan kepribadian kita.

Untuk hitungan blogger pemula, saya termasuk yang sering ganti tema. Sekitar Agustus - September 2017, awal baru beli domain, saya memberanikan diri utak-atik template. Sekali bisa, nagih, ga sampai sepekan pengen ganti lagi.

Ya ampun, kalo ingat masa-masa itu koq kayanya kerajinan banget sih gonta-ganti tema. Padahal waktu itu temanya yang ribet, washing time, ga friendly user karena kalo mau bikin menu navigasi blog harus otak-atik coding. Horor! Tapi namanya lagi pinisirin tingkat dewa, ya dicobalah.

Mungkin bagi orang lain ini mah kaya menjetikkan jari, tapi bagi dirikuh yang ga suka TI dan masuk barisan "emak-emak super kudet binti gaptek", bisa ganti template dan ngatur-ngatur menu kayanya sebuah pencapaian yang harus diapresiasi, hahahaha *lebay cronic *minta ditoyor

Kenapa ga minta pasangkan aja? Kan ada tuh jasa pemasangan template?

Karena saya sayang duit pengen juga bisa kaya emak-emak blogger kece di luar sana, jadi saya beranikan diri buat belajar otodidak, tanya sana-sini sama suhu di grup, sampe muyek *maafkaaan kakaks 😅

Pernah ganti template apa aja? 

Template nyomot di dasbor pernah, di awal-awal ngeblog.  Tapi koq kaku ya dan kesannya kaya old, ga kaya blog suhu-suhu yang sering dikunjungin? Ok, ganti.

Template kedua coba download gratis, dapat yang girly abis. Kusuka! Tapi kulelah karena bolak-balik baca tutorial mau bikin "Related Post" di bawah tulisan tapi ga bisa-bisa. Ealaaahh, ternyata memang templatenya ga mendukung untuk bikin "Related Post".
Ganti lagi.

Long story short, saya pernah punya blog yang desainnya macam-macam, yang background tulisannya kupu-kupu juga pernah. Saya pikir cantik dan ga pasaran. Akhirnya ketemu tulisan mba Shintaries tentang template.
Pakai ini sesaat sebelum baca tulisan mba Shinta. Backgroundnya rame banget
(sumber: BTemplate)

Persisnya sih saya lupa, tapi intinya mba Shinta bilang, template yang bagus itu bukan yang ada backgroundnya, keramean, dan inti dari tulisannya yang saya tangkap template kekinian adalah yang minimalis, clean and clear #langsung ngelirik blog sendiri dengan furniture dimana-dimana.

Dan akoh ngerasa ketabok level 15!

Akhirnya saya ganti LAGI template. Template ke 7 atau ke 8 kalo ga salah ingat. What??? Hahaha, iyah, sekarang udah deh, pokoknya pengen tobat urusan template. Bener-bener washing time banget. Kali ini bener-bener pengen dapet yang ga ganti-ganti lagi (kunaon?).

Daan Voilaa, akhirnya inilah penampakan blog terakhir dengan rekor paling lama, 3 bulan belum berganti 😂. Kenapa? Karena baru ini nemu template yang mengakomodir semua yang saya inginkan. Apa aja? Nanti bakal dibahas koq.

Memang template yang bersih itu enak, ga banyak distraksi, jadinya fokus ke tulisan. Tapi eh tapi, yang banyak ornamennya juga bagus sih, intinya se-sreg yang empunya blog sih. Dan yang paling penting komponen "yang wajib ada" tersedia di template.

Template yang baik menurut saya yang pemula ini harus memperhatikan 3 kategori; memudahkan pembaca non blogger untuk membaca, memudahkan blogger lain yang ingin berkunjung dan pastinya harus memudahkan si empu blog.

Bagi kamu-kamu yang baru juga di dunia blogging, ada baiknya mempertimbangkan masak-masak sebelum memilih dan mengganti tema, terlebih bagi yang sudah Top Level Domain alias punya domain sendiri.

Why?

Karena kita yang sudah TLD pasti akan berkejaran dengan yang namanya Domain Authority (DA), apalagi yang job oriented. Di sini ada semacam perbandingan bahwa semakin tinggi DA akan semakin banyak tawaran job dan semakin sering ganti template maka akan semakin rendah DA nya *terrr-tabok 2 😂

Ok, gengs, now let me to share about 7 things needed when you will choose and change thema;

1. Jangan pakai background hitam, tulisan putih.

Plis, don't do that to your blog. Lieuurr! Pusing tau. Pernah ga nemu blog gitu? Di jamin ga betah lama-lama. Tulisan putih di atas latar hitam kalo dibaca dari layar gadget yang penuh radiasi sinar biru alias high-energy visible light membuat penglihatan mudah terdistraksi, pecah fokus, dan akhirnya pusing karena kelelahan otot mata yang terus-terusan.

2. Sediakan kolom "search"

Di era digital sekarang, orang sudah terbiasa praktis dan cepat. Maka, jangan lupa tambahkan kolom "search" supaya orang yang berkunjung dan ingin mencari tau sesuatu dari blog kita bisa langsung menuju ke kolom "search". Akan buang-buang waktu jika dia terpaksa scroll atau hunting arsip tapi ujung-ujungnya ga dapat.

3. Kolom komentar diatur untuk memudahkan blogger lain berkunjung

Nah, ini. Kadang kita mau meninggalkan jejak di blog lain, tapi kolom komentarnya susah diakses. Ada yang harus masukin chapta, ada yang harus join di "Disquss"  dulu (CMIIW tentang ini donk, mastah), dll. Saya kurang paham, mungkin mereka punya pertimbangan khusus kenapa harus begitu. Tapi, khusus bagi saya, lebih suka kalo kolom komentarnya sederhana aja, yang penting bisa nanam backlink *EH

4. Tersedia menu hover

Apaan? Menu hover? Atuhlah, plis mohon dimaklumi untuk newbie kelas teri ini kalo salah-salah ngambil istilah dunia blogging 🙈. Maksud saya menu hover itu yang kaya menu navigasi yang ada fasilitas drop down, icon media social, dan sebangsanya. Nah, menu hover yang kece itu yang udah disediakan di menu utama di dasbor. Kan ada tuh template yang ribet banget, apa-apa urusannya mainnya di coding.

Template yang menyediakan menu hover adalah salah satu template yang friendly user, kita ga perlu repot utak-atik kode script yang membuat adrenalin meninggi setiap saat. Sekali lagi ini horor buat emak-emak!

5. Ada "Related Post"

Related post atau rekomendasi tulisan yang berkaitan dengan tulisan yang sedang kita baca. Ini salah satu komponen yang bagi saya wajib ada di blog saya. Makanya, pas nemu template yang desainnya cucok tapi dia ga menyediakan" related post" lebih baik saya skip. Pentingnya dimana? Adanya "related post" membuat pembaca betah nangkring di blog kita, karena setelah dia baca tulisan kita mereka akan menemukan tulisan-tulisan lain yang berkaitan dengan tulisan yang sudah dia baca. Alhasil, membuat bounce rate kecil dan traffic blog meningkat.
Sukak banget sama tema ini, sayangnya ga tersedia Related Post..
(sumber: BTemplate) 

6. Terbaca di Google Analytics

Ada emang template yang ga kebaca GA?? Adaaaa 😭.  Akoh pernah sebulanan ga nafsu nulis karena google analytics yang tiba-tiba NOL BESAR. Galaunya bukan main.  Sebab Google Analytics ini ibarat raport harian blog kita. Jadi, kita tau trafficnya apakah menurun atau meningkat. Saya termasuk sering mantau GA, walaupun jalannya kaya bekicot 😅, tapi ga tau suka aja mantengin GA.
Hello, null! 

Entah apa yang salah dengan tema tersebut atau sayanya yang ga tau dimana harus pasang kode GA yang benar di kode script.  Tapi, seingat saya waktu itu saya udah berusaha masukin kode GA dengan bantuan tutorial master-master blogging yang wara-wiri di internet. Tapi tetep aka ga terdeteksi trafficnya. Dan ternyata hal blogger-blogger lain juga ada yang mengalami.
Sesaat setelah ganti template baru coba langsung cek traffic blog di GA. Kalo tulisannya "tidak ada traffic dalam 24 jam" berarti alamat.... 


7. Mengakomodasi emoticon

Nah ini. Bagi saya template yang bisa memvisualisasikan emot yang ditulis di draft itu jadi poin lebihnya. Bagi saya yang orangnya lumayan ekspresif ini penting banget emoticon ini muncul, jadi ga sekedar bilang "haha, hihi, hehe, huhu" tapi ada smiley nya, macam 😂😅😆😭😰😍😪. Saya suka gini, teman, karena jadi tersalur bakat ekspresif terpendamku selama ini *eaaa (terus temen-temen kuliah yang lagi baca bilang "apaaah?? Fika ekspresif???) hahaha....

Baca juga: Ngeblog? Why Not? 

Oke gengs, itulah 7 hal yang wajib diperhatikan ketika memilih template bagi saya. Mostly, ini bicara  template dari sudut pandang blog yang ber-platform Blogspot. Kalo yang WordPress mungkin agak sedikit berbeda karena main di Plugin ya?  Atau kalian juga punya pertimbangan yang lain dalam memilih template? Share di komentar yuk ah....



12 komentar:

  1. Tambahan dari aku kayaknya pilih template yang langsung motong artikel jadi nggak perlu ribet bikin read more. Hehw

    BalasHapus
  2. Wuih setuju aku. Sama dulu sempat ganti-ganti template, sekarang udah slow.. karena udah ngerasa kece dengan template terbaru. Simple dan clean. Headernya juga lucuk. Hihihi

    BalasHapus
  3. Aku ga terlalu mudeng sih krn ak blognya pke WP. Eh, emg WP mudeng? Ga sih masih bingung jg.. Huahaha..tp ini keren tulisannya.. Manfaat banget buat blogger pemula.. :)

    BalasHapus
  4. Enu search, waduh, punyaku nggak ada. Tambahin ah, makasih, ya.

    BalasHapus
  5. Dulu aku pernah loh pakai latar hitam dan tulisan putih. Sekarang sudah insyap. Hhehehe. Aku udah ada menu search sih mba :)

    BalasHapus
  6. Dulu pertama ngeblog pake yg gratisan terus lama" bosen dan sekarang udah pake yg berbayar. Bener bgt mbk klo pake yg berbayar tampilan blog kita jdi gak pasaran

    BalasHapus
  7. Jadi ingat dulu puluhan kali ganti template. Utak-atuk warna, layout dan sebagainya. Waktu itu moody banget. Sekarang sih lumayan nyaman dengan tampilan blog.

    BalasHapus
  8. Kayaknya masalah template ini emang harus benar-benar ya mba milihnya, jangan sampai asal-asalan.

    Jujur aja nih kalo milih template itu paling ribet menurutku, ya minimal waktu 1 ari cuman buat bongkar template. Hahaha

    BalasHapus
  9. Bermanfaat banget tips nya fika.. Terlebih aku blogger pemula yang masih pake template gratisan wkwk

    BalasHapus
  10. Pernah pakai latar gelap jaman awal-awal hihihi

    BalasHapus
  11. Template blog aku yang sekarang jg paling awet, pengen ganti tapi pusing lagi harus deal dgn edit mengedit.ribet ya ane ,hihi :)

    BalasHapus
  12. wah, aku paling tidak sabar nih klo memilih template untuk blog, paling yg ada aja deh, aku gunain dari pada ribet.

    BalasHapus