Emak dan Rekayasa Hormon [Review Norelut]

Assalamu'alaikum....

Beraat ya judulnya?? πŸ˜… Jangan mikir tentang makhluk hidup hasil rekayasa genetika ya,  dududuuh kejauhaaan. Ini cuma tulisan emak galau yang hanya ingin "merekayasa" hormon.

Rekayasa hormon? 

Ok, masih bingung? Bagoooss. Lanjut bacanya sampai tuntas.

Pekan kemaren saya mendatangi dokter kandungan langganan saya. Terakhir ke sana 19 bulan yang lalu, saat USG terakhir kali sebelum pulang kampuang.

Ngapain ke sana? Cieee, hamil lagi emak! 

Gaaa laah πŸ˜… nanti nanti dulu. Udah, cukup dua ini aja dulu digedein, mandiri dulu masing-masing, nanti 4 atau 5 tahun lagi baru nambah lagi *EH

Jadi, ngapain ke dokter kandungan? kangen? 

10% karena kangen, 90% karena galau πŸ˜‚.

Jadi, sebenarnya "galau" lah yang membuat saya pergi memeriksakan diri. Galau karena 18 bulan ga haid-haid. Badan cepat lelah, sakit-sakitan, karena darah kotor ga bisa keluar. Galau karena perut ini koq makin lama makin buncit.

 Jangan-jangan saya hamil??

Katanya kalo ga haid ga akan hamil koq, santai aja. Jadi KB alami malahan kan? 


Ga haid, ga akan hamil. Benarkah? 

"Rahimnya di ukuran normal ya, bu. Rahim yang kosong itu ukuran 6 - 7 cm, punya ibu 6.2 berarti ga hamil ya", kata dr. Menik, Sp. OG menjelaskan sambil menatap ke layar.

Penjelasan dokter itu bikin saya menghembuskan nafas lega. Ga kebayang kalo misalnya saya kebobolan di saat belum siap mental untuk menerima anak ketiga, ini saja rasanya masih tertatih-tatih bangkit dari PPD (post partum depresion).

Maaf, saya bukannya tidak bersyukur diberi kemudahan memiliki anak, tapi sungguh saya tau kondisi saya bagaimana. Jadi, kalau saya boleh meminta saya ingin diberi kepercayaan saat saya sudah siap lahir batin, sehat jiwa raga.

Ok, balik lagi.

Jadi, setelah di USG, dr. Menik menjelaskan bahwa KB menyusui hanya efektif ketika 6 bulan. Jadi, setelah 6 bulan sudah bisa hamil lagi walau tanpa diawali menstruasi.

Ooow, saya baru tau! *swer

Sungguh, setelah mendapat penjelasan itu saya merasa ini keputusan yang tepat dengan segera memeriksakan diri. Karena selama ini saya beranggapan selama tidak menstruasi tidak bakal hamil. Ternyata itu SALAH.

Iya, kan kalo secara teori sepertinya anggapan saya benar, kan, kan, kan?

Teorinya, sel telur setiap bulan mengalami pemasakan di ovarium. Sel telur yang masak siap dibuahi akan bergulir ke tuba fallopi. Di sana dia menunggu pangeran berkuda nan tamvan (??) eh,  sel sperma maksudnya,  untuk menembus dinding sel telur untuk kemudian melebur bersama membentuk zygot, dari situlah kemudian seorang istri dikatakan hamil.

Tapi, jika tidak ada sel sperma yang membuahi, sel telur akan mati dan dinding rahim yang sebelumnya sudah bersiap-siap menerima zygot - dengan menebalkan dinding rahim, menipiskan dirinya sendiri, meluruh menjadi serpihan-serpihan darah yang kemudian kita kenal dengan darah haid atau mens.

Mens itu pertanda ovumnya sudah siap terjadi "pemasakan" lagi. Jadi, kalo belum mens sel ovum atau sel telurnya belum masak dan belum siap dibuahi.

Ternyata pemirsa itu teori lama dan tidak dipakai lagi. Karena kenyataannya, banyak yang sekali ibu-ibu yang ga haid tiba-tiba hamil, tiba-tiba udah besar aja perutnya.

Ok, balik lagi.

Selanjutnya saya bertanya tentang KB. Beliau menyarankan pasang IUD saja. Apaah?? Saya belum haid dan disuruh pasang IUD? Horor ya? Hahaha. Jadi, saya minta diresepkan saja obat yang bisa memicu haid baru kemudian pasang IUD. Konon katanya, pasang IUD itu bagusnya saat haid karena mulut rahim sedang terbuka dan masangnya jadi lebih mudah.

Akhirnya saya tebus obat yang diresepkan itu. Tulisannya Norelut. Kalo yang saya baca Norelut adalah salah satu merk paten yang sering diresepkan oleh dokter kepada pasiennya. Obat ini mengandung Norethis-terone. Kalo dilihat dari namanya, obat ini sudah pasti mengandung hormon. 

Norelut dan rekayasa hormon

Berbekal jurus andalan abad millenial, saya browsing kesana kemari mencari tau isi obat tersebut. Jadi, obat ini adalah obat yang berisikan hormon progesteron sintesis untuk mengintervensi kerja pituary gland.

Ya, sintesis, buatan, untuk merekayasa kerja hormon.

Pituary gland adalah bagian dari otak yang mengatur kerja hormon dalam tubuh

Sebagai emak-emak kita harus tau lah macam-macam hormon yang bekerja silih berganti di tubuh kita. Jangan cuma bisa nyalahin si hormon aja atas mood swing kita yang suka naik turun bak rooler coaster *siapa begini, siapaaa πŸ˜‚

Di sini saya akan coba bahas sedikit dalam tempo yang sesingkat-singkatnya tentang 3 hormon kewanitaan (3 aja, kaarena aslinya mah lumayan banyak kalo dijembrengin);

Pertama hormon estrogen, kedua hormon progesteron, dan terakhir hormon prolactin. Ketiga hormon ini saling mengalah ketika yang lainnya mendominasi. Misal, saat hamil hormon progesteron naik setinggi-tingginya, estrogen justru sedang turun serendah-rendahnya, dan hormon prolactin sedang mempersiapkan diri untuk muncul.

Dan saat menyusui aktif, hormon prolactin sedang berada di puncak menekan hormon progesteron dan estrogen.

Tapi, lain lagi ketika istri masih dalam masa-masa pengantin baru *ehm,  hormon estrogen lah yang jadi juaranya, mendominasi yang lain.

Tugasnya pun berbeda-beda.

Hormon estrogen untuk pematangan sel-sel telur, meningkatkan gairah seks. Sedangkan hormon progesteron untuk menyiapkan endometrium alias menebalkan dinding rahim agar siap menjadi tempat bersemayam janin, dan hormon prolactin jelas sudah untuk memproduksi segala hal yang berkaitan dengan ASI.

Jadi, dengan intervensi hormon progesteron sintesis diharapkan akan terjadi keseimbangan hormon dalam tubuh. Dan ketika progesteron nya bekerja dia akan menebalkan dinding rahim sekaligus akan meluruhkannya karena tidak ada zygot yang menempel. Saat itulah rekayasa hormon dikatakan berhasil.

Dosis Norelut

Untuk kasus saya (yang ingin haid) , dosis yang diberikan adalah 2x1 tablet. Diberikan dalam 2 strip yang masing-masing strip berisi 10 tablet. Dokter bilang reaksi setiap orang berbeda, ada yang 3 hari minum langsung haid, ada yang sepekan baru haid. Kalo dalam 2 pekan belum juga haid silakan datang lagi, katanya.
Sumber: medicastore.com

Dan akhirnya saya tepat menghabiskan 1 strip untuk mendapatkan haid saya kembali. Haid yang dinanti-nantikan 18 bulan lamanya.

Ini untuk kasus saya ya, yang nampaknya kelebihan hormon prolactin sehingga tidak kunjung haid karena hormon progesteronnya terdominasi. Kalau kasus yang lain tentu beda lagi. Karena ternyata, Norelut ga hanya untuk perempuan yang ingin haid, tapi juga bisa untuk menunda haid (biasanya yang mau umroh dan naik haji), juga bisa untuk terapi bagi yang suka singgugut kalo haid. Itu loh yang kalo pas haid darahnya banjir ga sekira plus suka pingsan saking sakitnya. Bahasa medisnya dismenore sekunder yang biasanya disebabkan karena endometriosis.

Jadi, sekali lagi bagi yang ingin haid atau bahkan menunda haid atau juga ingin terapi dismenore nya harus sesuai dengan resep dokter. Beda keluhan beda dosis tentunya kan...

Harganya? Hmm, lumayan mahal ya, sekitar Rp 75.000 untuk 1 stripnya. Karena memang setau saya obat hormonal itu memang lebih mahal dari jenis obat lain.

Ok, balik lagi.

Jadi, ceritanya saya sudah haid ni. Berarti sudah bisa pasang IUD, kan? Harusnyaaa, sekali lagi h-a-r-u-s-n-y-a. Tapi, saya takut pemirsaa. "Pamor" IUD sudah terkenal seantero jagad sese-mak-an sebagai KB ter-horor dengan bumbu cerita before dan after alias efek sampingnya. Jadi, yaa maklum donk saya juga keder jadinya. Hiks

πŸ’ŠπŸ’ŠπŸ’Š

Ok, sekian cerita tentang rekayasa hormon saya yang lumayan sukses. Apakah saya berani pasang IUD akhirnya? Kita lihat saja nanti.

Ngg, anu, mak, berarti perutnya buncit bukan karena hamil ya? 

BukaaanπŸ˜›karena lemaaakk ini mah. Yaelah pake ditanya lagi πŸ˜’




Sumber referensi
http://endocpa.com/pituitary-gland/



18 komentar:

  1. wah ternyata bisa hamil walau tanpa menstruasi dulu? #brb beli testpack
    btw aku haid setelah 6 bulan trus kb suntik sampai kemarin anakku umurnya setahun dan sekarang belum haid lagi. jadi takut jangan-jangan isi lagi nih. heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo mba udah KB mah gpp, he. Iya, krn suntik itu lumayan ganggu sistem hormon mba, makanya aku ga dibolehin KB suntik sama suami

      Hapus
  2. Kemarin ane juga ikutan talkshow mengenai hal ini. Cuma obat beda .

    BalasHapus
  3. beberapa temenku ada yang kasusnya beginian Mba.
    Aku saranin konsumsi ini aja ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin perlu ke dokter dulu mba supaya lebih yakin. karena ini kan obat hormon takutnya salah2 nanti jadi ganggu kerja hormon tubuh seluruhnya

      Hapus
  4. Pergi ke dokter kandungan sebelum memutuskan minum obat-obatan ide bagus. Katanya sih KB suntik juga ada yang membuat kita tidak haid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Bu. Tapi tidak haid karena suntik beda kasus ya sama tidak haidnya saya. Kalo kasus saya masih rentan hamil lagi

      Hapus
  5. Pergi ke dokter kandungan sebelum memutuskan minum obat-obatan ide bagus. Katanya sih KB suntik juga ada yang membuat kita tidak haid.

    BalasHapus
  6. Hmmm temenku Ada kasus tuch mba dia pertama Kali men's pas SMA hanya sekali seumur hidup, ngga di periksa ke dokter dn memang gk bisa Hamil ternyata smp usianya skrang sdh 40th lebih klo ngga salah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada masalah sama sel telur mungkin mba

      Hapus
  7. Hahaaa..terakhirnya bikin ngakak, emang lemak bisa kaya yg hamil ya eeaa
    Ngemenk2 tentang IUD, alhamdulilan aku udah 15 tahunan ini pake KB ntu dan cocok udah 2x bongkar pasang niy, katanya emang horor kalo dengerin orang2 mah. Berusaha tutup kuping percaya sesuai saran dok, yowes yeaay cucok bo!

    BalasHapus
  8. Bener banget. Dikatakan kb alami harus mencakup 3 hal. Usia bayi belum 6 bulan, menyusui langsung terus menerus tanpa dibatasi dan satu lagi lupa, haha

    Saya waktu pasca salin mens lagi usia anak 12 bulan, hehe

    BalasHapus
  9. OOh KB menyusui efektif 6 bulan ya. AKu dulu anak pertama baru 8 bulan, eh hamil lagi. Anak kedua belum 2 tahun hamil anak ke 3. Akhirnya pake IUD daripada ntar hamil lagi, nggak pinter pake KB alami hehe. Tahun ini udah 15 tahun pake IUD, beberapa bulan lagi bongkar pasang untuk ke 3 kalinya * aku pakai yg 5 tahun ganti. Semoga cocok terus dg IUD ini.

    BalasHapus
  10. Wah mba ini penting banget, pengetahuan baru buat aya. Tapi aya ko takut pakai KB ya? Suntik, pil ataupun IUD ������, Kayanya aya pakai kalender aja deh ��

    BalasHapus
  11. Wah terima kasih mbak.. tetap dengan resep dokter karena lingkarnya merah dan ada huruf K nya.
    Aku pernah mens nggak berhenti-berhenti, ke bidan, lalu dikasih penstabil hormon. Mungkin ini kali ya? Hehe..

    BalasHapus
  12. wah ini pas banget kemarin temenku ada yang curhat 4 bulan habis melahirkan belum haid tapi dia mual. kirain hamil, ternyata maag kumat hihihi..

    BalasHapus
  13. Kalau saya udah 2 tahun belum haid juga, huhuhu.. Positifnya sih gak hamil karena tiap berhubungan pakai kontrasepsi sekali pakai, tapi tetep pengen haid biar badan serasa normal lagi.

    BalasHapus
  14. Ternyata nggak haid itu harus diketahui penyebabnya ya mbak. Tapi harus periksa dulu deh

    BalasHapus