Assalamu'alaikum....

Pekan ini saya tutup dengan ucapan syukur alhamduliLlah karena anak bungsu saya akhirnya sembuh dari HFMD atau biasa kita sebut dengan flu singapura. Penyakit yang membuat saya dan dia terpaksa begadang 4 malam berturut-turut dan dia harus merasakan sakitnya sariawan di mulutnya selama 5 hari lebih.

2x terkena HFMD membuat saya merasa perlu mengencangkan kembali sabuk pengaman sembari berbagi kepada pembaca tentang penyakit ini.



Apa itu HFMD?

Penyakit HFMD adalah singkatan dari Hand, Foot, and Mouth Desease. Seperti namanya, HFMD ini menyerang tangan, mulut dan kaki. Pada telapak tangan dan kaki, mulut biasanya akan muncul bintik-bintik merah, dan pada mulut bintik itu akan pecah menjadi.......sariawan.

Sariawan yang sangat banyak. Kemarin saya sempat menghitung ada 5..7... 10 titik sariawan.

10!

Ok, yang belum pernah anaknya kena HFMD bisa ngebayangin ya...how "beautiful" days with it 😥.

Ok, ternyata 10 belum ada apa-apanya. Ini foto penderita anak yang diambil dari Catatan Kecil Petugas Pemberi Layanan Klinis. Lebih banyak ternyata. 


Pada dasarnya HFMD tidak berbahaya apalagi sampai menyebabkan kematian seperti demam berdarah. Setiap tahunnya di Indonesia ada 150.000 kasus Tapi, yang berbahaya justru efek dari HFMD tersebut karena biasanya penderita rawan akan dehidrasi karena sariawan di mulut yang jumlahnya banyak.


Ditularkan Lewat Apa?

HFMD adalah penyakit yang ditularkan oleh virus, sama halnya dengan flu. Anyway, HFMD juga sering disebut flu Singapur oleh orang awam. Diistilahkan demikian karena sekitar tahun 2000 dulu asal muasalnya dari negeri singa itu.

Virusnya masuk ke tubuh lewat udara, kontak kulit dan air liur. Jika saat itu imunitas tubuh melemah, virus akan menjebol pertahanan badan dan menyebarkannya lewat darah. Kemungkinan anak saya ketularan di tempat bermainnya. Resiko 💔 Semoga bisa jadi latihan imunitas mu ya, Dek....

Dan sayangnya jenis virus ini belum ada vaksinnya,  sodara-sodara.


Apa Gejala HFMD?

Gejala HFMD kedua yang dialami anak saya agak berbeda dengan yang pertama.

Kalau HFMD pertama itu gejalanya sesuai dengan teori. Ruam-ruam di telapak kaki dan tangan, juga sariawan yang semuanya ditandai dengan demam kisaran 37.5° tepat pada hari sebelumnya. Demamnya itu yang benar-benar bikin kita aware.

Sumber: IDAI

Tata laksana pengobatannya juga sesuai teori; paracetamol, salep hydrocortisone, dan nystatin. Tentang obatnya saya akan jelaskan di bawah ya.

Nah kalo yang kedua agak beda.

Awalnya badan si dedek terasa hangat, ya bisa dibilang demam. Tapi demamnya itu tipis banget (((tipis))), saking 'tipis"nya saya ga kasih parcetamol karena saya duga cuma kisaran 36.9° (Saking "tipis" nya jadi saya ga observasi pakai termometer").

Walaupun demam ringan tapi hangatnya itu ga biasa, ga enak aja dipegang, beda sama demam-demam biasanya.

Kan memang biasa anak demam ya kalo lagi "perang" di dalam tubuhnya antara sel darah putih dan kuman. Nah, kali ini hangat demamnya tu rada lain, yaa ga enak aja.

Kalian ngerti ga sih????
  *monmaap emak lagi njelimet otaknya

Daaan... Bener feeling seorang emak, besoknya muncul ruam-ruam di kaki dan tangan (bukan telapak), dan bok*ng.

Lalu saya tanya sama "dokter keluarga langganan", ini apa ya Dok? HFMD lagi bukan? Koq mirip gejalanya, tinggal nunggu sariawan.

Si dokter bilang bukan. Kalo HFMD di telapak kaki dan tangan ruamnya, bukan di tungkainya.

Kalo bukan HFMD terus ini kenapa??? *pasiennya ngototan.

Dokternya cuma kasih clue "kita lihat nanti", mungkin dia ga mau gegabah menegakkan diagnosa ya.

Ok lah...

Kemudian kami lanjut observasi anak seharian. Dan benar saja malamnya dia gelisah ga bisa menyusu. Besoknya menyusul ruam-ruam di mulut pecah menjadi sariawan satu persatu.

Fix lah ini HFMD, Ceu!

Sejak hari itu mulailah drama anak rewel. Siang rewel, malam rewel. Mau nyusu ga bisa, makan apalagi, minum air putih aja sampai basah-basah karena mulutnya ga bisa nempel ke bibir gelas.

Sedih banget, emak liatnya kaya orang patah hati 💔💔💔

Ternyata pas baca-baca di website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) memang ruam-ruamnya bisa saja di luar kebiasaan, tidak di telapak tangan dan kaki, tapi juga bisa saja ada di tungkai, lengan, dan daerah kemaluan.

Ok, jadi intinya gejala HFMD itu dimulai dari;

1. Demam 1-2 hari
2. Batuk
3. Muncul ruam di telapak tangan, kaki (mostly)  bisa juga di tungkai kaki, lengan dan selangkangan/pant*t
4. Ruam di mulut ada juga tapi kita pasti ga notice, biasanya ditandai dengan nafsu makan menurun dan bibir memerah
5. Muncul sariawan 1 demi 1.


Pengobatan HFMD

Pada umumnya, jika terjangkit HFMD dokter hanya bisa menangani gejalanya saja. Sehingga, pengobatannya hanya untuk meringankan gejalanya saja. Tetap kembali pada imunitas tubuh untuk mengalahkan virusnya.

Bahkan beberapa tenaga kesehatan "membiarkan" begitu saja, tanpa diberikan obat apapun dengan alasan biasanya penyakit ini akan berangsur-angsur pulih sendiri dalam waktu 10 hari.

Tapi, siapa sih yang sanggup liat anak kesakitan menahan nyeri dengan mulut penuh luka dan badan bebercak-bercak seperti melepuh selama itu??

Jadi, lazimnya dokter akan memberikan beberapa obat untuk meringankan sakit dan nyeri dan secara umum juga membantu mempercepat proses pemulihan anak. Obat tersebut diantaranya;

💊 Paracetamol untuk demamnya
💊 Salep hydrocortisone untuk ruamnya, nanti setelah disalepin, besoknya akan mengering dan jadi agak gatal karena mau sembuh

Ini salep hydrocortisone merk patennya. Ada yang versi generiknya koq dan lebih murah juga. 

💊 Nystatin drop untuk sariawannya. Sebenarnya Nystatin kurang tepat karena ini diperuntukkan pada sariawan karena jamur dan bukan karena virus, jadi beberapa dokter menyarankan Aloclair spray untuk sariawan umum termasuk karena virus.

Aloclair ini ga sakit sama sekali pas disemprotkan ke sariawan, rasanya agak pahit, tapi cepet sembuhnya.  Harganya juga lumayan banget, hiks
💊 Imun booster, untuk nge-boost imun anak dari dalam. Bisa Imunos kids, Imboost kids, dan semacamnya.

Nah, 4 obat ini biasanya yang digunakan untuk membantu penyembuhan anak dengan HFMD.

Itu juga yang dilakukan pada anak saya pada HFMD pertamanya. Sayangnya pada HFMD kedua seperti ada infeksi sekunder yang terdiagnosa oleh dokter. Jadi, obatnya lebih banyak 😥😥😥.

Yah, percaya aja lah sama dokternya, insya Alloh sudah tepat tata laksana pengobatannya. Dan yang pasti selalu berdoa semoga Alloh menyembuhkannya lewat ikhtiar obat yang tepat.

Dan saya bersyukur sekali HFMD anak saya tidak berujung pada jarum infus alias harus rawat inap. Karena ternyata banyak kasus HFMD harus diinfus karena dehidrasi.

Gimana ga dehidrasi, sodara sodara! Sariawannya ada kurleb 10 bijik!

1 aja kita sakitnya ampun ampunan apalagi 10!

Koq banyak! Iya, sekali lagi saya ulang, jadi HFMD itu kan bercak-bercak merahnya keluar di tangan, kaki, dan mulut (sesuai singkatannya).

Yang di tangan dan kaki itu kadang kaya cacar air (tapi lebih kecil)  ada isinya dan bisa pecah juga. Kalo di mulut bercaknya pecah dan menjadi sariawan itu.

Kasian banget lah pokoknya liatnya. Bayangin aja anak kalian lapar mau makan, lirik-lirik makanan di meja tapi ga bisa makan, mau menyusu tapi ga bisa, bahkan es krim kesukaan aja dibiarkan meleleh di tangan karena dia kelamaan berhitung apakah sanggup makan apa ga.

Sedih emak, nak!  😢😢

Tapi walaupun begitu sekali lagi saya bersyukur, dedek masih ada usaha untuk minum walau sakitnya luar biasa sehingga tidak sampai opname di RS.

Jadi, yang perlu diperhatikan saat HFMD menyerang adalah asupan cairannya juga jangan sampai kurang ya, Bu. Kalau anak maunya air es aja atau es krim aja juga biarin aja, toh makannya pas sariawan aja. Demi ga dehidrasi.

Jadi, berapa hari total sakitnya?

Flashback sedikit yaa...

Demam di malam hari Sabtu, berlanjut besoknya demam reda tapi mulai susah menyusu dan besoknya muncul ruam di tungkai, tangan, dan bok*ng. Bersamaan dengan itu sariawan mulai bermunculan sampai hari ke-3 totalnya ada 10 yang terlihat.

Setelah bercak di badan mulai berkurang (karena bantuan salep), sariawan juga sudah mulai berkurang. Hari Jumat pertama kalinya anak saya bisa makan dan minum lagi walau sariawannya masih tersisa 1 atau 2. Kemudian mulai hari Selasa pekan depannya sudah mulai lahap lagi.

Jadi total waktu sakit plus bedrest sampai pulih betul mau makan sedia kala 7-10 hari.

Alhamdulillah alaa kulli haal....

Gimana Pencegahannya?

Kalo ditanya pencegahannya saya bingung harus nulis apa. Jaga kebersihan rumah sudah, cuci tangan dan kaki kalo dari luar selalu disounding, cuci tangan sebelum makan is a must, tapi tetep aja kena.

Namanya virus ya dia ada dimana-mana, terbang-terbang dan hinggap semau dia. Ndilalah kenanya di bocah 2 tahun yang imunitasnya masih prematur, jadi klop lah.

Dan memang menurut data Menkes HFMD paling sering diderita anak usia di bawah 4 tahun karena faktor kekebalan tubuh yang belum terbentuk baik.

Semoga ini HFMD dedek yang terakhir deh. Semoga anak-anak kita semua diberi kesehatan dan kekuatan. Aamiin!

Sekian sharing saya kali ini. Semoga bermanfaat ya, Bu...